Posted in Catatan Hati di Setiap Sujudku, Melancholische Seite

Lindungi aku dari segala fitnah, ya Allah..

PadaMu ku bersujud by Afghan

Ku menatap dalam kelam
Tiada yang bisa kulihat
Selain hanya namaMu, ya Allah

Esok ataukah nanti
Ampuni semua salahku
Lindungi aku dari
Segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
Jadikan aku selamanya
HambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
Yang sering melupakanMu
Saat Kau limpahkan karuniaMu
Dalam sunyi aku bersujud

Esok ataukah nanti
Ampuni semua salahku
Lindungi aku dari
Segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
Jadikan aku selamanya
HambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
Yang sering melupakanMu
Saat Kau limpahkan karuniaMu
Dalam sunyi aku bersujud

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
Jadikan aku selamanya
HambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
Yang sering melupakanMu
Saat Kau limpahkan karuniaMu
Dalam sunyi aku bersujud
PadaMu

—–

Allohumma inni a’udzubika min’adzaabil qobri wamin’adzaabi jahannam, wamin fitnatil mahyaa walmamaatu wa minsyarri fitnatil masiihid dajjaal… (dibaca di tahyiyyat akhir sholat)

Lindungi aku dari segala fitnah ya Allah.. aamiin.

Posted in Cerita Hidup, kyky belajar

Ujian Nyanyi Lagu Mandarin #melenggangjakarta

cerita 27 Juni 2011

Alhamdulillah…gak kerasa les bahasa mandarinnya udah mau udahan ajah! (bingung yah? “udah mau udahan” @#$@$@#) :p Di pertemuan-pertemuan terakhir Lao shi ngasih pengumuman kalau ujian akhir les kami adalah MENYANYI LAGU MANDARIN! mantaaaapp!! wkwkwkwk..

Lao shi ngasih beberapa list lagu yang bisa kami pilih untuk dinyanyikan. Ada Hao Xiang Hao Xiang, Tian Mi Mi, Xiao Wei, dan Yue Liang Dai Biao Wo de Xin “dipilih,dipilih,dipilih…!!” (-___-“) Sebelum ujian, akhirnya kami disuruh latihan dulu. Lao shi menyetel lagu-lagu tersebut dan kami bernyanyi. “jangan dibayangin suaranya kayak apa..ahahahahaa..” Berhubung lesnya di ruang rapat utama kantor, kami memanfaatkan mic rapat buat bernyanyi. Udah berasa artis lagi konser aja! hehehe.. ditambah suasana kantor yang udah sepi, jadi kami sekelas pede-pede ajah buat nyanyi ^___^v

Abis itu, Lao shi minta masing-masing kami untuk memilih satu lagu. Pilihan lagu yang aku nyanyikan jatuh kepada lagu Hao Xiang Hao Xiang. Trus latihan nyanyi lagi deh. Pas giliran Hao Xiang Hao Xiang, kok lama-lama lagu ini bikin sedih yah? huhuhu… *ababilnya kumat (-___-) Tapi beneran! lagunya bikin sedih! Tadinya mau ganti lagu ke Lao shi, tapi yasudahlah…nyanyi itu saja. Kita lihat saja nanti apakah aku akan nangis pas nyanyi lagu Hao Xiang Hao Xiang sangking menghayatinya lagu itu, hehehehe… 😀 😀 😀

Teks Lagu Hao Xiang Hao Xiang

Hao xiang hao xiang he ni zai yiqi

he ni yiqi shu tianshang de xingxing

shouji chuntian de xiyu

Hao xiang hao xiang he ni zai yiqi

ting ni shushuo gulao de gushi

xi shu ni yanzhong de qingyi

Hao xiang hao xiang hao xiang hao xiang

hao xiang hao xiang he ni zai yi qi

tabian wanshuiqianshan

zoubian haojiaotianya

rang mei yi ge ri zi

duo chuanlian cheng wo men zui mei li

zui mei li de hui yi

Hao xiang hao xiang he ni zai yi qi

bingjian kan tianbian de louri

bingjian ting lingjian de niaoyu. wu….

huiyi huiyi

—-

Haaa….semoga ujian nyanyinya lancaaaarrrr!!! dan gak fales! XD >__^v

Eiyah…hari ini buka puasanya pake terang bulan alias martabak manis dari Mrs. Lingling.. alhamdulillah…seneng deh Mrs. Lingling beliin khusus buat aku.. “xie xie, Xiaojie!  ^__^

Posted in Catatan Hati di Setiap Sujudku, Cerita Hidup

Ikatan Do’a

(sms masuk) “Are you okay?” Suddenly I wanna hug you!”

Ngeliat sms itu, spontan aku kaget. “Kenapa sms ini tiba-tiba datang, Ya Allah? Seolah-olah dia tahu apa yang aku rasakan saat ini.”

(sms lanjutan) “Jujur, beberapa hari ini gwa worry ke elu..ntahlah. Tapi gwa gak mau interfere..”

Yah, sms ini datang dari salah seorang sahabatku di Biologi. Salah seorang akhwat yang aku kenal begitu tangguh,  kuat, tegar, berambisi dan memiliki visi hidup yang hebat. Karakter kuat yang menonjol pada dirinya membuatku yakin bahwa dia akan mencapai impiannya suatu hari nanti. Tapi seiring dengan itu, aku merasa khawatir jika suatu hari dia terluka.

Rasa khawatirku ternyata benar-benar terjadi. Kalau diibaratkan saat ini aku sedang tersangkut di leher jurang hutan belantara yang dalam, merangkak untuk naik ke atas dan begitu di kedalaman sekian, aku menemukan dia sedang tersangkut di leher jurang yang sama. Sekuat tenaga tuk meraih tangannya, tidak ingin melepaskannya hingga kami bersama selamat dari jurang tersebut suatu hari nanti.

Kalau sedang futur, aku lebih suka memilih diam, menganalisa apa saja yang membuat aku futur, berjuang untuk bertahan agar tidak semakin dalam terhempas dalam jurang futur, dan jarang untuk berbagi dengan orang lain, kecuali dengan sahabat terdekat dan itupun dibatasi, biar jatuhnya gak ghibah.

Subhanallah-nya saat diri sedang futur, Allah gak pernah ijinin aku berlama-lama dalam jurang futur. Karena ketika aku terhempas dalam jurang futur, ada saudari-saudariku yang sedang terhempas juga ke dalam jurang dan aku berkewajiban mengulurkan tanganku untuk menggapai tangannya, meski aku pun sedang tersangkut pada ranting pohon di jurang yang sama.

Namun, kali ini amunisiku hampir habis.. aku gak sanggup bertahan… Psikologis jiwa saat ini ditambah dalam kondisi haid membuatku mendadak tidak stabil.

Allah berikan kembali amunisi tambahan melalui amanah yang lebih besar yang diberikan melalui atasanku (persiapan bahan presentasi untuk rapat tingkat manajemen), sehingga aku punya kekuatan untuk mendaki kembali. Tapi amunisiku kembali habis saat amanah itu selesai…

Subhanallah.. sms itu datang di waktu yang tepat. “Ya Allah apakah ini yang namanya Ikatan Doa?”

Ibarat sedang tersangkut pada sebuah ranting pohon, saat aku yang tersangkut, aku sanggup memegang erat tangan saudariku, menariknya untuk menggapai ranting yang sama. Namun saat aku gak sanggup bertahan, dia yang dengan sigap menggapai tanganku, menahanku, dan menarikku untuk sama-sama dalam posisinya.

“Allah.. yang aku yakini, ranting pohon itu adalah Doa. Daya tahan rantingnya akan menjadi kuat ketika hati kami saling mengingat dan menyisipkan namanya dalam daftar doa kami. Dan akan semakin kuat ketika kami menghabiskan malam-malam panjang kami untuk bersujud dihadapanMu.”

Dan akhirnya sms darinya aku balas:

“Subhanallah yah..mungkin ini yang namanya Ikatan Doa. Meski jarak kita begitu jauh, meski gwa ga bilang sama sekali ke elu, tapi elu bisa merasakan apa yang gwa rasakan. Gwa sedang berusaha untuk ‘normal’ kembali. Insha Allah.”

Balasan darinya:

 “Yap, ini ikatan doa, Ky. I believe it now. I know how is feeling, seperti gelombang, Ky! But, I believe elu bisa lalui ini semua karena elu yang membuat gwa yakin bahwa gwa pun bisa berbuat hal yang sama. Ky, really wanna hug you now! Love you, sist!” 🙂

P.S.

Maha Suci Allah yang telah menciptakan sebuah hati yang tak kenal lelah untuk bangkit kembali. Hati yang senantiasa tunduk dan takut kepada Rabb-nya.

Maha Suci Allah yang telah memberikan amanah 2 hati saudariku (di Jepang dan di Bandung) yang mempercayakan kegundahan hatinya padaku disaat aku pun sedang dalam kondisi futur.

Segala Puji Bagi Allah yang memberikan Ikatan Doa yang aku harap tidak akan pernah putus hingga kami berpulang kepadaMu nanti 🙂

Posted in Achtung, Catatan Hati di Setiap Sujudku

Catatan Hati di Setiap Sujudku

Terinspirasi dari Bukunya Mbak Asma Nadia, yang isinya tentang cerita dari orang-orang yang memiliki keikhlasan luar biasa, rasa tawakkal yang luar biasa, dan perjuangan dari jatuh bangunnya dari keyakinan akan dikabulkannya sebuah do’a…

Catatan Hati di Setiap Sujudku, memberi inspirasi untuk menuliskan semua keajaiban dari sebuah do’a.. Memberi semangat untuk terus berdo’a tanpa pernah bosan.

Do’a yang disertai keyakinan bahwa akan terkabul selalu menyisakan misteri. Misteri yang hanya bisa terkuak oleh perjalanan waktu. Bukan oleh akal dan pikiran. Bukan oleh keterbatasan hitung-hitungan logika manusia.

Catatan Hati di Setiap Sujudku,,,

Allah, bersamaMu tak ada jalan buntu… (dikutip dari Buku Catatan Hati di Setiap Sujudku)

 

P.S.

Semangat dari tulisan-tulisan ini adalah ingin menyampaikan kabar kebaikan dari sejuta kebaikan yang Allah berikan dalam hidup saya.

Tanpa bermaksud riya,

Semoga bermanfaat 🙂

Posted in Cerita Hidup

Doa apartemen dari Bapak Penjaga Lift

Aktivitas pagi hariku hampir sepenuhnya diwarnai senyuman lebar bahkan ketawa ngakak berkat bapak penjaga lift nomor 7 (lift khusus untuk perusahaan tempat aku bekerja). Si bapak penjaga lift pasti ajah ngeguyon atau ngebanyol ato ngejek gak jelas tapi bikin perutku sakit buat ketawa. Dan tentu saja aku ga lepas untuk dijadikan ‘korban’ bahan guyonannya dia. Apalagi kalau senin pagi. Aku yang berangkat langsung dari Bandung dan tiba di kantor dalam keadaan ‘muka bantal’ karena tidur di sepanjang perjalanan :p dan tentu saja bapak penjaga lift makin semangat banget buat ngeledek aku tiap senin pagi. Beliau suka bilang gini, “Makanya ky, punya rumah jangan jauh-jauh! marathon deh lu dari bandung buat ngantor!” huhuhu…abis itu aku diketawain seisi penghuni lift XD

Pagi ini aku datang agak terlambat, lalu aku lari-lari menuju lift nomor 7. Walau kondisi ngos-ngosan, tapi tetep senyum lebar pas pintu lift terbuka, tetep ajah si bapak siap dengan bahan ledekannya.

“Pagi, Kyky…duduk, duduk” (maksudnya duduk di kursi yang biasanya beliau pake kalo lagi bertugas di dalam lift). Karena disuruh duduk, jadi aku duduk ajah. Trus, si bapak mulai deh ngebanyol di depan orang-orang seisi lift (kondisi lift pagi ini penuh) dengan korbannya adalah aku. hiks!

“Kasian nih, Pak.. Si Kyky saban hari berangkatnya nyubuuuh mulu, maklum rumahnya jauh.. di Ciawi (si bapak mulai lebay..padahal cuma senen doank nyubuhnya -___-” ) pulang kerja malem, lembur nih anak! (kalo yang ini bener!hehehe.. :p ). Makanya saya kasih tempat duduk, biar dia istirahat. Seneng kan lu? (hehehe..seneng sih pak! :p ) Elu sih ky punya rumah pake jauh segala..nyubuh mulu deh berangkatnya! (padahal perjalanan kosan-kantor cuma setengah jam -___-” ) Kalo kate orang betawi yee, lu tuh berangkat bareng maling, pulang bareng setan.” (“heeeee???? masha Allaaaaah!!) Dan akhirnya sodara-sodara, seisi lift pada ketawa. Huhuhu…sebenarnya malu sih, tapi udah muka tebel..jadi dibikin enjoy ajah.. lagian aku juga ikutan ngakak, hahaha…

Trus si bapak lanjut lagi, ” Makanya.. tinggal itu yang deket-deket ajah.. kayak Apartemen sebelah tuh! pan deket dari kantor.”

(Waduwh! apartemen sebelah? Capital Residence SCBD donk?! berat cyiiinn!! wkwkwk..)

Trus dengan pedenya aku bilang, “Makanya,Pak.. doain aku biar bisa beli satu apartemen disitu, hihihihi…” (sambil becanda maksudnya)

Eh, si bapak malah ngebales, “Iya deh! gwa doain lu punya apartemen disono. Biar ga kejauhan ngantor.”

huwaaa… aaaamiiiin yaa robbal’alamiiinn….. :”>

Hihihi.. sekian doa dari Bapak Penjaga Lift… gak nyangka pagi-pagi dapet doa dari beliau.. gak tanggung-tanggung! Apartemen Capital Residence SCBD, bo! hihihihi…. :”>

NB:

Jadi inget pertanyaan ibu dosen yang aku asistenin, waktu aku pamit ijin resign buat kerja di Jakarta.. “wah, dapet apartemen sebelah mana ky?” dan aku jawab, “yaah, ibuu.. saya kan jadi tukang kebon disana..boro-boro apartemen,bu… saya mah ngekost ajah..hihihi”