Posted in Cerita Hidup, kyky belajar, Sein Seit

Di Jalan Dakwah Mana Kamu Akan Mengambil Peran?

Ada sahabat yang berkata bahwa setiap orang yang hadir dalam hidup kita selalu memiliki peran,, kalau dia pergi, berarti perannya sudah selesai.. *sambil tarik nafas dalam

Disaat mengalami peristiwa diamnya seseorang yang membuat saya harus menghimpun sisa-sisa energi yang ada atas pengharapan suatu asa, ditengah-tengah kehectic-an persiapan festival saya di Sibu Serawak, saya putuskan untuk berhenti sejenak,, menurunkan nafsu makan,, menenangkan diri,, evaluasi diri di rumah murobbiyah yang pada saat ini baru saja melahirkan anak ke-4 😱 *oh Rabb! Anak ke-4! Trus gue jd inget cita-cita pengen punya 5 anak,, lalu liat status,, lalu liat umur,, hmm 🌚🍃🍃

Di jalan dakwah mana kamu akan mengambil peran? Ini menjadi pertanyaan sang murobbiyah saat saya mengutarakan ingin menikah dan bingung harus memulai dari mana. Sebuah keinginan yg lama saya simpan dalam doa dan melihat kondisi pribadi dan situasi keluarga,, jikapun belum terlaksana,, saya anggap itu takdir saja dan saya alihkan energi berlebih kecewa saya dengan berkarya.

Di jalan dakwah mana kamu akan mengambil peran? Setelah saya menyampaikan protes saya kenapa harus ada label tarbiyah dalam diri saya? Kenapa format proposal nikah yang saya terima seolah-olah dengan otomatis mendepak orang-orang yang bukan jalur tarbiyah. Padahal tarbiyah hanyalah sebuah media dalam mendalami ilmu agama. Kenapa terkesan eksklusif, padahal saya tidak pernah merasa eksklusif apalagi setelah pengalaman aktivitas saya yang selalu terdampar di lingkungan heterogen, bahkan cenderung minoritas. Protes ini saya ajukan kepada sahabat saya yang mengurusi perihal tarbiyah.

Di jalan dakwah manakah kamu akan mengambil peran? Sang Murobbiyah bercerita, Ibunda Asiyah mengambil peran dakwah sebagai istri seorang Raja,, meskipun Sang Raja tidak memiliki setitik keimanan di hatinya, akan tetapi Ibunda Asiyah punya keimanan yang lebih luas dari samudra. Ibunda Asiyah menikah dengan seorang Raja, dimana dia sadar penuh peran dakwah apa yang akan dia ambil dalam rumah tangganya. Siap dengan segala konsekuensinya,, menikmati setiap detik proses dakwahnya dengan menjalani peran sebagai seorang istri yang baik, bahkan suaranya pun berhasil meluluhkan hati keras sang raja, tatkala ibunda meminta Musa AS.

Mari kita lihat Ibunda Khadijah. Seorang saudagar kaya nan bergelimang harta. Meminta untuk dipinangkan dengan pemuda miskin bernama Muhammad SAW. Dengan kapasitasnya sebagai saudagar kaya, semestinya Ibunda dapat memiliki pasangan hidup yang sederajat. Namun dengan penuh keimanan, ibunda memilih Muhammad sebagai imam hidupnya. Ibunda Khadijah sadar betul, bahwa peran dakwah rumah tangga yang diambil tidaklah mudah, bahkan harus mengorbankan harta dan nyawa.

Satu kisah lagi diambil dari seorang istri Wakil Walikota yang sangat lembut hatinya. Beliau adalah seorang manager sukses di masanya. Memutuskan untuk menikah dengan seorang duda beranak 5. Tidaklah mudah bagi seorang wanita untuk mengambil peran sebagai ibu sambung, apalagi 5 anaknya. Tidak hanya memiliki kewajiban sebagai istri dalam pernikahan barunya, tetapi sekaligus sebagai ibu.. Mana ada tuh cerita bulan madu romantis bagi para pasangan pengantin baru yang tengah dimabuk cinta,, tetapi cinta menjadi sebuah kata kerja untuk membangun sakinnah mawaddah warrahmah. Ah, jadi ingat pertama kali main ke rumah dinas beliau nan megah.. Kalimat pertama yang terlontar dari beliau adalah “ini adalah aset rakyat, kita tidak boleh merasa memiliki.. Biar nanti kalau tidak menjabat lagi, hati kita rasanya ringan..” Begitu kurang lebih kalimat yang beliau sampaikan ke saya. 😊

Di jalan dakwah manakah kamu akan mengambil peran? Sang murobbiyah pun memberi nasihat,, menikah adalah ranah dakwah,, menikah adalah peluang dakwah,, layaknya diri yang berkiprah di ranah minoritas, itulah ranah dakwahnya, itulah peluang dakwahnya.. Dakwah bukan berarti harus berceramah,, tetapi dakwah adalah memberikan contoh akhlaq terbaik kita kepada pasangan kita,, karena niat menikah adalah ibadah, bukan cinta semata. Sehingga ruang penerimaan menjadi besar,, memandang pasangan maupun calon pasangan bukan berarti hanya melihat kesesuaiannya saja dengan diri kita, tetapi lihat peluang kebaikan apa yang akan kita tuai,, peluang dakwah apa yang akan menjadi pendekat langkah kita menuju surganya Allah..

Jadi,, Di jalan dakwah manakah kamu akan mengambil peran, kyky? 🙃

 

Advertisements
Posted in Cerita Hidup, kyky belajar, Melancholische Seite, Nasib Gadis di Rantau Orang

Pulang, Nak.. Sudah Saatnya Anak Gadis Bapak Pulang Ke Rumah

Butuh waktu memang untuk menulis semua hal yang terjadi hingga sampai pada titik saya berani mengambil keputusan ini. Setelah berpikir lama di awal tahun, kemudian berbicara panjang lebar dengan tante, sampai akhirnya berani melakukan sesuatu setelah berbicara dari hati ke hati dengan salah seorang teman dekat,, Ertina Priska namanya.. walaupun agama kami berbeda, tapi saya tetap berharap semoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat dia.. aamiin.

————————————————————————————————————————————————————

Perbincangan di Kosan pukul 12 malam..

Saya: “Put, gw galaw nih.. gw ga tau harus gimana lagi.. setelah gw bicara panjang lebar sama tante gw, gw tau gw harus move on,, tp gw ga percaya diri..! Gw emang punya cita-cita ngajar di Taman Pendidikan Al Qur’an.. tapi gw ga pede karena otak gw udh kapitalis kelamaan jadi wanita karir.. gw juga kepikiran buat menghabiskan sisa usia single gw dengan urus orang tua gw,, tapi gak ada yang  bikin gw move on dari kondisi gw sekarang.. Tante gw memang ingetin gw akan banyak hal.. terutama tentang orang tua.. tapi tetap aja gw ga tau harus gimana.. apa gw resign aja yah?”

Putri: “Lu kenapa ga ngobrol sama Priska, Ky?”

Saya: “Heh? kenapa Priska?”

Putri: “Dia kan resign dari kantornya! Dan mutusin buat balik ke Bandung dan ngajar di Bandung..”

Saya: “Whaaaattt???? Whyyyy??? Kok bisaaaaa????? Gw kira stasiun tv terkenal itu adalah dunianya diaaa lhoo! kenapa dia bisa berani ambil keputusan ituu??? Gw harus kontak Priska! HARUS!”

Bergegas saya mengambil handphone dan mengirim pesan ke Priska,,, karena sudah jam 2 pagi, jadi saya kirim pesan via Whatsapp.

Saya: “Kamuuuuu!!! Ada apa dengan kamuuu???? Aku kira *** TV  itu dunia kamu banget! Kenapa kamu berani ambil keputusan seekstrim ituuu??? Kenapa sih harus disaat aku juga dalam situasi seperti ini dapat kabar dari kamuuu??? Kita harus ketemuan! kita harus ketemuan!” isi pesan saya.

Priska membalas: “Aaaaaaaaaaak… kamu jugaaa kenapaaa?? hahaha… ayooooookk kita ketemuaaann!! Banyak hal yang harus kita bicarakan!!”

Saya: “Kapaaaann?? Aku anytime laaah!! Sebelum kamu pindah ke Bandung pokoknya!”

Priska: “Weekend ini yaaah di Tekko deket kantor kamuuu!”

Saya: “Insha Allah, sip!”

 

Pacific Place Jakarta, 24 Mei 2014 pukul 18.00 s/d Mallnya tutup

Priska: “Manaaa Tekko nyaaaa????”

Saya: “Huaaa… aku baru liat di daftar tenant kalau Tekko udah tutuuuup! hahaha.. maaf, maaf.. aku baru update daftar tenant SCBD.. ganti tempat aja gimana? Pacific Place?”

Priska: “Meluncuuurrr…”

Sampai di tempat, kami memilih Thai Alley sebagai tempat kami ketemuan. Begitu ketemu, tanpa basa basi saya langsung banyak nanya.

Saya: “Priskaaaa…. kamu kenapaa?? are you okaay?? whyy?? Gilaaa! Aku kira jadi PR stasiun TV terkenal itu dunia kamuu.. Apa coba yang gak bisa kamu dapatin disana?? kamu bisa berkembang disana? bukannya kamu sudah sering tampil disana?? kenapa, Pris?? kenapaa??”

Priska: “Hahahahha… kalem buu.. kaleemm… kita ngobrol sambil pesan makanan yaah..”

Priska: “Hmm.. sebenarnya ini sudah dalam proses berpikir panjang Ky.. akhirnya aku berani ambil keputusan ini. Banyak hal yang bikin aku berpikir dan belajar,, sampai aku berani ambil keputusan resign.. Insha Allah resign ini untuk orang tua aku.”

Saya: “Maksudnya?”

Priska: “Banyak hal yang membuat aku akhirnya memutuskan resign..  Mulai dari orang tua, pergaulan, dunia kerja,, dan aku berpikir apa yang sebenarnya aku cari?!.. Sebenarnya ini permintaan mama aku. Mama aku sempat sakit, dan saat aku kembali ke Bandung, aku mulai berpikir mama papa usianya terus bertambah, siapa yang akan jaga mereka? lalu pas seharian di rumah, aku kembali ke kamar,, rasanya kok tenang yah? aku liat foto anak-anak didikku dulu selama ngajar di Sangihe.. rasanya senang kembali ke dunia ituu.. Membayangkan kehidupan ibukota dengan jadwal kerja padat, rapat setiap saat, dan dunia pergaulan yang aku sendiri yang aku temui dan aku gak mungkin cerita ke mama.

Saya: “Kamu gak enjoy dengan kerjaan kamu?” Aku kira ini dunia kamu, Pris…!

Priska: “I really enjoy it! Siapa yang ga enjoy? Aku suka pekerjaanku.. aku punya banyak jaringan yang bisa aku bangun, aku punya pergaulan luas, aku akan sangat berkembang disana.. tapi aku sadar.. semakin aku merasa enjoy,, aku lupa akan sesuatu,, lupa kewajiban aku sebenarnya.. dan akhirnya.. apa yang aku kejar? ambisi? ego? No! Aku mulai berpikir akan hal itu..”

Saya: “Ok.. aku paham dengan kondisi itu.. karena aku ada di posisi yang sama seperti kamu sekarang.”

Priska: “Aaaaaaakk??!!! Kamuuu??? kenapaaa??? lha aku malah balik nanya! hahaha… kenapa ky?? Perusahaan besar ini mau kamu tinggalin? Kamu kan akan dapat banyak hal disini!! Kamu gak enjoy sama kerjaan?”

 Saya: “Sama, Pris! Aku suka dengan kerjaanku,,, ok, abaikan segala tekanan yang aku terima di dunia kerja,, but, to be honest, i really like this job! Siapa yang gak bangga kerja di perusahaan besar seperti ini?! Yang semua seisi Indonesia tau siapa pemiliknya… Penguasa Indonesia.. Dan untuk menjadi seperti ini, perjuangan banget! Banyak hal yang aku pelajari. Terutama bagaimana susahnya untuk tetap menjaga Jilbab agar tetap terurai seperti ini di tengah kenyataan kalau aku adalah MINORITAS di lingkungan hidupku. Gimana aku bisa mempertahankan prinsip hidup aku, ditengah gemerlapnya dunia yang setiap saat bisa merongrong aku dengan cara-cara halusnya. Gak mudah Pris! Karena gak mudah itulah, aku egois! Aku gak bisa melepas ini semua dengan mudah! Aku anggap kalah kalau aku sampai lepas! Tapi, aku sadar ini menjadi ambisi dan ego yang  gak akan ada akhirnya.. banyak kehilangan banyak hal untuk melalui tahap hidup ini.. dan aku mulai berpikir jangan sampai aku terlambat untuk kehilangan bagian hidup paling berarti dalam hidup aku.. Aku mulai berpikir.. aku mulai berpikir..”

Priska: “Come on, ky! Move on! Apalagi yang kamu pikirkan? mau berapa banyak kehilangan lagi yang mau kamu lalui hah?!

Saya: “Kamu gak tau, Priska! Aku bukan cewek single tanpa tanggung jawab hidup! Aku ini punya tanggung jawab hidup di keluarga.. gak semudah itu aku memutuskan untuk move!”

Priska: “Come on kyky! Dunia itu gak akan habis kalau kamu kejar!”

Saya: “Yes I know! I really know bout that! But how?? Gimana caranya aku bisa keluar? Satu sisi kamu butuh pekerjaan, satu sisi kamu sudah bertanggung jawab atas keluarga, kamu juga bertanggung jawab atas pekerjaan kamu..! Gimana caranya? Posisi aku itu sulit, Pris! Bahkan aku harus berpikir siapa yang akan gantiin aku?? Bukan karena aku bisa segala hal, tapi karena kerjaan aku spesifik..!”

Priska: “Hey! You are just an asset for this company! Believe me! You are not a person! Kamu hanya seorang aset buat perusahaan, bukan seseorang!”

Saya: “Kok kamu ngomongnya gitu sih?!” 

Priska: “Believe me, Kyky! Lihat diri kamu!”

Saya: “Apa yang salah??? Aku selalu menganggap pekerjaan yang aku berikan adalah tanggung jawab aku, aku udah terbiasa tidak dihargai atasan.. yang penting pekerjaan aku bermanfaat buat orang lain.. karena yakin pekerjaanku ini berefek jangka panjang.. aku gak berambisi kejar jabatan ke atas! Perusahaan juga kasih fasilitas, sekolah, rumah, tidak aku ambil karena aku gak mau terlalu berhutang budi dengan perusahaan. Seperti sekolah,, dari awal jadi karyawan tetap, aku minta untuk gak dikasih tawaran sekolah, karena aku gak mau hutang budi dengan perusahaan. Aku gak mau hidup aku diikat perusahaan. Am I still not a person?”

Priska: “Tapi liat gaya kerja kamu? Di otak kamu cuma bagaimana menyelesaikan pekerjaan, kerja kerja dan kerja… Perusahaan akan mensetting seperti itu.. dan kamu sendiri kan tau kalau pekerjaan itu gak akan ada habisnya?!”

Saya: “Tapi aku bertanggung jawab, Pris!”

Priska: “Bertanggung jawab apa? Bertanggung jawab kamu sama diri kamu? bertanggung jawab kamu sama keluarga kamu? Liat diri kamu sekarang! Bukan tanggung jawab lagi yang terlihat, tapi ambisi! egois!”

Saya: “Kamuu kok ngomongnya kayak gitu sih?”

Priska: “Biar kamu sadar!”

Saya: speechless…

Priska: “Aku ngerti banget posisi kamu… karena aku pernah dalam fase ituu.. karena aku sudah sadar.. aku mau ingatin kamuu.. Kamu sendiri bilang, apa yang gak bisa aku dapatkan di stasiun TV itu? Stasiun TV itu dunia aku.. Benar! Aku enjoy dengan kerjaanku.. aku suka tantangan, aku suka menyelesaikan pekerjaan dengan baik, semakin aku ditantang semakin aku akan berjuang untuk menunjukkan hasil terbaik.. SAMA KY! Divisiku adalah divisi yang sedang berkembang, sama kayak kamu. Kamu pikir aku mudah keluar begitu aja? GAK! TIGA KALI aku ngajuin resign, ky! Bahkan mama aku sendiri yang minta tetap gak dikasih! Sampai akhirnya aku bertekad memperjuangkannya dan aku bisa. Aku sadar konsekuensi apa yang akan aku dapatkan setelah ini.. Inget ky! Kita masih punya mama papa yang usianya terus bertambah.. Kita ini anak perempuan.. tanggung jawab kita gak sama dengan anak laki-laki.. Apalagi aku anak perempuan tertua di keluarga, belum berumah tangga.. seharusnya aku yang memikirkan mama papa..”

Saya: (terdiam sejenak) “Sebenarnya aku juga anak perempuan tertua di keluarga… tapi selama ini papa aku slalu membebaskan aku untuk memilih jalan hidupku sendiri.. dan aku selalu berusaha untuk menunjukkan aku bertanggung jawab terhadap keputusan yang aku ambil. Tunggu! (terdiam sejenak) Apa karena aku yah makanya adikku gak pernah dikasih izin untuk keluar dari rumah???? Selama ini aku selalu mudah dapat izin kemanapun aku pergi, kemanapun aku main, kemanapun aku berkarir… tapi adik aku.. dia harus di rumah.. bahkan papa khusus mengingatkan dia untuk cari kerja di Bandung.. Apa karena aku? Yaah.. jangan-jangan karena aku!”

Saya: “Papa itu kalau diskusi sama aku selalu membiarkan aku dalam posisi menang.. walau kenyataannya kami berbeda pandangan.. tapi kalau ke adikku.. papa gak pernah kasih  dia menang! Ya Allah, Pris!”

Priska: “Kamu yang harus sadar ky!”

Saya: “Tapi gimana caranya bisa lepas, Pris? Dulu aku pernah ajukan pengunduran diri karena alasan orang tua, tapi ditolak.. Sekarang apa mungkin aku ajukan hal yang sama akan dikabulkan?”

Priska: “Selama kamu gigih memperjuangkannya… kenapa tidak?”

Priska (lagi): “Ambil keputusan Ky! Jangan takut! Apa yang kamu takutin sih? Finansial sudah ok..”

Saya: “Siapa bilang?”

Priska: “Hey! Aku gak nyangka kamu itu Spender!”

Saya: “Gak gitu juga kali! Aku ada tabungan.. tapi,,, aku ngerasa semuanya itu habis aja.. Semua seolah-olah hilang.. Kamu tau aku kerja untuk siapa.. Semua orang yang tau aku kerja buat siapa mempertanyakan keberkahan rizkiku.. Aku berusaha positive thinking bahwa setiap penghasilan yang aku dapatkan itu adalah berkah,, sesuai dengan pekerjaanku.. aku berusaha untuk tutup mata dan gak mau ambil pusing dengan hal yang lain… tapi… yang ada,, aku merasa ini bukan milik aku.. ini milik orang lain… kamu tau kan rasanya,, gak tenang pris!”

Priska: (terdiam sejenak) “Dengan semua yang sudah kamu lalui Ky… Aku sadar.. dan seharusnya kamu juga sadar.. kalau Allah itu menempatkan kamu disini, bukan untuk menjadi Gadis yang kaya harta… tapi Allah itu ingin kamu jadi gadis yang kaya otak, dan kaya hati…”

Saya: (nangis)

Priska: “Ayo kyky! Move on! Apa yang susah sih? Toh kamu masih kere ini! hahahha.. kecuali perusahaan sudah bikin kamu kaya raya.. baru susah! hahahahahaa”

Saya: (masih sambil nangis) “Aku sebel sama kamu! weeeekk”

kemudian terdiam….

Saya: “Pris… setelah semua yang kita lalui… aku penasaran yah.. nanti Allah kasih kita suami yang seperti apa sih? Nanti di malam pertama, hal pertama yang aku sampaikan adalah “Kamu kemana aja sih?! Susah banget yah nemuin aku! Sampai aku harus menempa hidup seberat ini buat nungguin kamu doank!!!” “

Priska: “hahahahaha…. iya yah?!”

Saya: “Sampai harus merasakan gimana rasanya jadi gadis begajulan kayak gini..! Tau dunia malam seperti apa, tau standar masuk club seperti apa, tau minuman ini itu kalau dicampur seperti apa.. walau sebenarnya aku gak pernah minum, masuk ke club juga karena lagi inspeksi dan itu siang,, tapi aku tau karena aku punya orang-orang yang aku sayangi yang berada dan pernah berada di dunia itu.. tapi aku bersyukur gak tertarik dengan dunia itu”

Saya (lagi): “Kadang aku ngerasa iri sama teman-teman akhwat yang lain… kuliah jadi akhwat baik-baik.. lulus, menikah, punya anak,, nurut sama suami.. gak perlu ngerasain gimana dimarahin atasan, gak perlu ngerasain meeting sampai malam.. aaah, kayaknya hidupnya damai sekali… Bandingin sama aku?”

Priska: “Rumput tetangga emang lebih hijau dari rumput sendiri kaliii..haha.. aku juga… walau aku bisa melakukan apa yang gak bisa kamu lakukan.. aku bisa minum, aku bisa makan apa saja yang gak halal buat kamu, aku bisa ngerokok,, tapi aku ga melakukan itu bukan karena dilarang.. tapi karena aku gak suka.. aku pernah minum alkohol, tapi karena tau rasanya gak enak, ya aku gak minum dan aku gak jadi orang peminum…”

Saya: “Iyeee.. gak akan pernah jadi hijau karena rumput yang kita tanam jenisnya Rainbow! hahahahaa.. kita harus tetap bersyukur,, karena kita belajar banyak hal…”

Priska: “Kamu tau, aku gak pernah berpikir akan mendapatkan dunia hidup yang seperti ini.. di dunia kerja, kamu tau, aku punya teman beberapa pria yang sudah menikah dan lagi senang-senangnya pamer foto anaknya…. tapiii mereka semua selingkuh! Kamu bayangkan ky! Kamu dihadapkan dengan kondisi dimana kamu gak tau dunianya seperti  apa, tapi kamu dipaksa untuk belajar hal ini..! Aku jelas gak akan cerita ke mama tentang teman-temanku.. bisa jadi beban pikiran nanti..”

Saya: “Oyah?”

Priska: “Iyaah… dan kamu tau alasan dari mereka? Karena mereka merasa istri mereka sudah tidak bisa diajak bertukar pikiran.. mereka tetap menghormati istri mereka sebagai ibu dari anak-anak mereka, bukan sebagai pasangan hidup yang bisa memuaskan mereka.. mereka cari kepuasan dengan wanita lain..”

Saya: “Sampai segitunya???”

Priska: “Kebanyakan dari wanita rumah tangga itu lupa kalau sebenarnya yang harus mereka layani itu adalah suami, disamping  kewajiban mereka berperan sebagai ibu. Karena alasan sibuk dan capek mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak, mereka lupa bahwa inti tugas mereka adalah melayani suami.. jadi tempat mencurahkan isi hati, tempat bertukar pikiran, berdiskusi..”

Priska: “Aku jadi ingat waktu di penempatan, ibu angkatku itu suka belanja untuk menunjang kecantikan dia.. dia bilang bukan untuk siapa-siapa.. tapi untuk bisa tetap melayani bapak angkatku… tapi kan waktu itu aku mikirnya masih, “apaan sih?” tapi sekarang aku paham kenapa ibu angkatku seperti itu… karena di dunia kerja, banyak hal yang siap merongrong suami kita.. apalagi rumah tangga.. Bapak kalau dinas, itu sudah disiapkan “seseorang” khusus untuk melayani bapak.. makanya kalau dinas di luar, bapak suka ajak ibu, kalaupun gak perlu menginap, bapak sering pulang. Makanya ibu harus tetap berpenampilan cantik untuk melayani bapak.”

Saya: “Haaa… iyah… aku juga tau itu dari mama. Pantesan mama di rumah selalu dandan, kagak dasteran kayak aku.”

Priska: “Dari situ aku berpikir, kenapa pentingnya perempuan itu berpendidikan.. karena memang tanggung jawab mereka tinggi. Pendidikan tinggi bukan cuma untuk dapat karir tinggi, tapi untuk mempertahankan rumah tangga! Percuma karir tinggi kalau rumah tangga kamu berantakan!”

Saya: “Kamu tau gak pris? Aku bahkan sampai pernah mimpi aku lupa nyiapin sarapan suami aku, lupa nyusuin anak aku gara-gara atasan aku udah nelepon pagi-pagi buat meeting! Ya Allah! Nitemare banget!!! Aaaaaa… aku gak mau kayak gituuuu!!!”

Priska: (sambil ngibas2 pundak saya) “Halllo wanita pendidikan tinggi, lulusan ITB, universitas terbaik di Indonesia, karir cemerlang, yang tinggi hati,, kamu itu gak ada apa-apanya kalau rumah tangga kamu hancur berantakan karena ikutin ego kamu!”

Saya: “Iiih kok aku sih?!”

Priska: “Iyalah.. kamu aja sampe kebawa mimpi kayak gitu! liat ritme kerja kamu! Gimana mau ngelayanin suami kalau bawaannya kamu capek kalau pulang kantor,, trus besok udah ngantor lagi.. trus kamu ngantor dari senin sampai sabtu..! gimana?? mau kamu bawa kemana rumah tangga kamu??”

Saya: (speechless)

Priska: “Kita itu harus berpendidikan demi rumah tangga kita.. kita harus memposisikan diri sebagai ibu dari anak-anak suami kita, pendidik untuk anak-anak suami kita, sekaligus pelacur buat suami kita!”

Saya: “Maksud kamu??”

Priska: “Yaiyalah! kamu belajar dari pelacur! Kenapa mereka bisa memuaskan pria dan bikin pria nagih, datang lagi, lagi, dan lagi… karena mereka bisa memuaskan apa yang pria mau! Kalau mereka melakukan itu karena harta, kalau kita, istri kan karena ibadah, ky! Come on! gak boleh sepolos itu!”

Saya: “Aaaaah.. baiklaaah… maklum, aku udah lama gak berhubungan hati dengan pria, pacaran cuma sekalii…jadi agak canggung bahas kesana…”

Priska: “Kok sama sih? seumur hidup pacaran cuma sekali. Tapi aku harus melek untuk masalah ginian!”

Saya: “Trus… kamu gak ada kepikiran sekolah lagi? dengan kamu yang luar biasa seperti ini, gak mungkin donk gak kepikiran sekolah..”

Priska: “Aku akan sekolah lagi pasti.. Insha Allah setelah nikah.. karena aku sudah tau porsi fokus aku seperti apa nanti.”

Saya: “Ih kok sama?! Aku juga berpikir kayak gitu, biar nanti aku tau dulu posisi suami aku dimana, disanalah aku berkarya, bersekolah, dan ngajarin Quran ke anak-anak…

Saya (lagi): “Aaaah Sekarang aku tau! Kenapa dari awal aku ketemu kamu, aku jatuh cinta sama kamu! ternyata….”

Priska: “Kita punya karakter yang sama! Keras kepala, tinggi hati, egois…”

Saya: “Tapi kita baik hati juga lho… suka menolong, walau suka galaw, hahahaha…”

Saya (lagi): “Jujur, waktu pertama kenal kamu, aku ngerasa familiar aja sama kamu.. tapi gak pernah ketemu aslinya.. trus kamu kan famous banget di IM, pernah masuk TV lagi… itu yang bikin aku jiper, hahaha.. waktu kamu minta aku gantiin posisi kamu dan jadi floor managernya Aula Indonesia FGIM, jujur aku gak pede…siapa aku coba? tapi kamu berhasil yakinin aku kalau aku bisa.. and see.. semua berjalan baik.. Aku kira setelah itu kamu akan pergi begitu aja.. kita gak akan saling kenal lagi… ternyata gak.. kita masih lanjut Oktoberfest.. dari situ aku mulai kenal karakter kamu sedikit sedikit.. dan sekarang.. setelah ngobrol kayak gini,, gak cuma aku yang bilang,, kamu juga bilang,, karakter kita sama! hahahaa…”

Priska: “Haha.. itulah ky… ayo pulang! Mama papa kita butuh kita..”

Saya: “Aku masih ragu, Pris!”

Priska: “Apa lagi sih?”

Saya: “Aku takut dengan kehidupan homogen.. karena sekarang aku terbiasa hidup heterogen..”

Priska: “Kamu kan masih punya aku,, aku bisa jadi bagian heterogen hidup kamu..”

Saya: “Lalu…Kalau aku pulang.. apa gak jadi beban mental mama papa? Aku masih single.. aku gak mau nambah beban mama papa yang selalu ditanya-tanya sama orang!”

Priska: “Kamu kira aku gak single? Kamu coba bicara sama mama papa.. percayalah.. mereka senang banget kalau kamu pulang ke rumah..”

Priska (lagi): “Kamu tau? waktu aku pulang ke Bandung, padahal pulang biasa aja, aku iseng bilang ke papa, “Papa.. anak gadisnya pulang nih ke rumah papa..” kamu tau papa aku ngapain? Bliau peluk aku dan cium kening aku… bukti kalau sebenarnya hati beliau lebih tenang kalau anak gadisnya di rumah…”

Saya: (nangis) “tapi aku gak sampai seberani itu bicara sama papa mama…”

Priska: “Kamu harus coba! gimana mau tau berhasil kalau gak pernah coba…”

Priska: “Ky… Allah itu pengen banget gendong kamu! Kamunya aja yang masih gelisah.. Kayak orang tua yang mau gendong anaknya.. trus anaknya gelisah pengen lepas dari gendongan.. nih, dilepaslah si anak dari gendongan… anaknya senang, lalu berbuat sesuka hati.. orang tuanya tetap awasi.. pas anaknya jatuh, orang tua tetap awasi.. tapi si anak tetap ngerasain sakitnya jatuh! Sambil bilang, “Sakit nak? jadi sekarang mau digendong atau mau dilepas?” Begitu juga sama Allah, ky… Hati kamu itu masih gelisah.. padahal Allah ingin gendong kamu dan bawa ke jalan yang benar… tapi kamu masih berontak,, akhirnya kamu jatuh,, sekarang Allah tanya lagi, kamu mau digendong ga?”

Saya: (nangis)

Priska: “Aku sekarang pilih digendong sama Tuhan… dalam hening aku bersimpuh ke Tuhan.. minta diampuni, minta digendong.. minta dikasih petunjuk jalan.. Tuhan kasih aku ketenangan hati,, bahkan Tuhan kasih aku jalan menuju ke hati hambaNya yang lain dengan cara yang gak pernah aku duga sama sekali! Ada pria yang sekarang mulai dekat dengan aku.. dan pria itu ternyata selama ini ada dalam doa mama aku.. Dia kenal mama aku di Gereja, padahal dia gak tinggal di Indonesia.. dan memang sudah jalan Tuhan, aku ketemu papanya di Gereja.. Tapi aku tetap jaga agar tetap selalu dalam koridor Tuhan.. aku gak mau Tuhan murka..”

Saya: (masih nangis) “Oyah?”

Priska: “Percaya sama aku.. Allah itu sayang sama kamu.. Allah gak ingin kamu terus seperti ini.. Dia ingin gendong kamu… Ingat, Ky! Tanggung jawab kita berbeda dengan anak laki-laki… Makanya, pulang, Ky… Pulang ke rumah.. Anak gadis itu keluar rumah karena dia dibawa suami… bukan datang ke rumah untuk dilamar, lalu pergi lagi dari rumah karena dibawa suami…! Lagipula sampai kapan kamu mau gantungin cita-cita kamu buat jadi guru ngaji anak-anak kecil?”

Priska (lagi): “Pulang nak, Sudah saatnya anak gadis bapak pulang ke rumah..”

Saya: (nangis) “Akuuu… sebal sama kamu… kenapa harus kamu yang ingetin aku hal yang seperti ini?! Padahal kita berbeda keyakinan.. yang kamu ingetin semuanya ada di Al Qur’an..”

Saya (lagi): “Tapi aku sadar.. Allah kirim kamu buat aku.. buat ingetin aku.. makasi banget yaa Pris.. udah luangin waktu buat yakinin aku…”

Priska: “Kita saling mengingatkan dan menguatkan! Kedepan ujiannya memang gak mudah.. tapi insha Allah kita siap menghadapinya!”

Saya: “Doain.. aku akan bicara dengan papa selasa besok.. Bismillah..”

Bapak dan Anak Perempuan

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

DO’A-DO’A

DO’A SETELAH SHALAT TARAWIH

Ya Allah SWT jadikanlah kami sempurna dengan keimanan kami. Melaksanakan kewajiban-kewajiban kami. Memelihara sholat-sholat kami. Senantiasa meminta apa-apa yang Engkau miliki. Berharap terhadap ampunan-Mu. Senantiasa berpegang teguh terhadap petunjuk-Mu dan berpaling terhadap perbuatan sia-sia.

Ya Allah SWT jadikanlah kami orang-orang yang zuhud terhadap dunia. Senang terhadap akhirat. Ridha terhadap ketetapan-Mu. Syukur terhadap segala nikmat. Sabar terhadap semua cobaan, serta ikut di bawah bendera Nabi Muhammad SAW di hari kiamat nanti.

Ya Allah SWT jadikanah kami termasuk orang yang menikmati danau Rasulullah. Orang yang masuk surga. Selamat dari neraka. Menikmati kursi kehormatan di surga. Beristri dengan bidadari-bidadari dan berhias diri dengan emas dan intan permata surga.

Ya Allah SWT jadikan kami orang yang bisa menikmati makanan surga. Meminum susu dan madu jernih. Dengan mangkuk periuk dan gelas dari permata. Bersama orang-orang yang Engkau beri kenikmatan dari para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang syahid dan orang-orang yang sholeh. Mereka itu menjadi sebaik-baik teman. Demikian itu adalah keutamaan dari Allah SWT dan cukuplah bagi Allah SWT Dzat Yang Maha Tahu.

Ya Allah SWT jadikanlah kami di malam yang mulia dan penuh daengan berkah ini menjadi orang yang berbahagia yang diterima segala amalnya. Janganlah Engkau jadikan kami orang yang celaka yang tidak diterima amalnya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah ke pangkuan junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Keluarganya dan seluruh sahabatnya. Dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi-Mu, Robb sekalian alam. Aamiin.

 

DO’A SETELAH SHALAT

Dengan nama Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah SWT Tuhan seru sekalian alam, yang telah memenuhi dan menyempurnakan segala nikmat-Nya. Ya Allah SWT Tuhan kami, bagi-Mu segala puji yang sesuai dengan kebesaran dan keagungan kekuasaan-Mu.

Ya Allah SWT, berilah kami rasa takut kepada-Mu yang dapat menghalangi dengan rasa takut itu antara kami dan bermaksiat kepada-Mu. Berilah kami ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami dengannya ke surga-Mu. Berilah kami keyakinan yang dapat meringankan musibah dunia yang menimpa kami.

Ya Allah SWT, berilah kami kepuasan dengan pendengaran-pendengaran kami, penglihatan-penglihatan kami, kekuatan-kekuatan kami selama Engkau memberi hidup kepada kami. Dan jadikanlah semua itu yang mewarisi kami (jangan sampai Kau tinggalkan semua itu sebelum kami meninggal). Balaslah orang yang berbuat aniaya kepada kami, tolonglah kami dalam menghadapi musuh-musuh kami. Dan janganlah Engkau menimpakan cobaan dalam agama kami, janganlah Engkau menjadikan dunia ini menjadi tujuan utama kami dan jangan pula dijadikan puncak pengetahuan kami, serta janganlah Engkau jadikan orang yang tidak mempunyai rasa belas kasihan kepada kami menjadi pemimpin kami. Dengan rahmat Engkau wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya Allah SWT, satukanlah hati-hati kami. Perbaiki jiwa-jiwa diantara kami. Tunjukkanlah kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan menuju cahaya terang. Jauhkanlah kami dari perbuatan keji baik yang nampak maupun yang tidak nampak darinya. Berkahilah kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, hati-hati kami, istri-istri kami, anak keturunan kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang.

Ya Allah SWT, janganlah Engkau kuasakan musuh-musuh itu atas diri kami, dan jadikanlah pembalasan kami atas siapa saja yang menganiaya kami, dan menangkanlah kami atas siapa saja yang memusuhi kami.

 

Selamat beri’tikaf.. ^__^

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

HARI RAYA IDUL FITRI

Rangkaian ibadah pada Bulan Ramadhan diakhiri dengan Idul Fitri. Id secara etimologis (bahasa) berarti kembali. Dan fitri berarti terbuka atau fitrah. Sedangkan secara stilah Idul Fitri ialah kembali erbka (makan minum) setelah berpuasa atau kembali kepada fitrah setelah mengalami masa training dan pembersihan selama bulan Ramadhan.

 

HUKUM DAN DISYARATKANNYA “IDUL FITRI”

Hari Raya Idul Fitri disyariatkan pada tahun pertama hijriyah. Seperti dilaporkan Anas ra, adalah mereka (penduduk Madinah) memiliki dua hari raya, hari dimana mereka bermain dan bergembira, sampai Rasulullah bertanya:

Apakah tujuan dan ati dua hari raya ini? Mereka menjawab: pada zaman jahiliyah dulu kmai bermain pada dua hari raya ini. Rasulullah  SAW berkata: Sesungguhnya Allah SWT telah mengganti dua hari raya itu dengan hari raya yanglebih baik, yakni hari raya “ Idul Fitri” dan hari raya “Idul Adha”. (HR Nasai-Ibnu Hibban)

Hukum Shalat Idul Fitri adah Sunnah Mu’akad yaitu sunnah yang sangat dipelihara dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Dalil yang menunjukkan atas disyari’atkannya shalat Idul Fitri antara lain:

  1. Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2
  2. Hadist Mutawattir, bahwa “Rasulullah SAW shalat Idul Fitri yang pertama pada tahun kedua Hijriah sebagaimana dilaporkan oleh Ibnu Abbas.” (HR Bukhari-Muslim)
  3. Ijma ulama, para ulama disyariatkannya shalat Idul Fitri.

 

WAKTU SHALAT IDU FITRI

Para ulama sependapat bahwa “Waktu shalat Idul Fitri sejak terbit matahari Syawal hingga sebelum Syawal (dzuhur), seperti waktu shalat dhuha. (HR. Ahmad)

“Disunnahkan agar menyegerakan Shalat Idul Adha dan mengakhiri sedikit Shalat Idul Fitri.” (HR Syafi’i)

Hikmahnya untuk shalat Idul Adha agar waktu menyembelih hewan qurban lebih panjang. Sedangkan untuk Idul Fitri waktu menyalurkan zakat lebih luas.

 

TEMPAT SHALAT IDUL FITRI

Para ulama sepakat bahwa tempat shalat Idul Fitri untuk Makkah yang afdhol dilaksanakan di Masjid Al-Haram. Dan untuk luar Makkah, ada dua tempat:

  • Jumhur ulama (kebanyakan ulama) melihat bahwa yang afdhal dilaksanakan di tanah lapang (bukan masjid), kecuali dalam keadaan darurat atau uzur syar’i seperti hujan, maka dilaksanakan di masjid seperti dilaporkan Abu Hurairah (HR Abu Daud dan Al Hakim)
  • Ulama Mahzab Syafi’i, melihat bahwa pelaksanaan shakat Idul Fitri lebih afdal di Masjid, sebab masjid adalah tempat yang paling mulia. Kecuali apabila masjidnya sempit maka yang afdhal di tanah lapang jika ada, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW (HR Bukhari-Muslim)

Dengan tetap menjaga prinsip ukhuwah dan menyadari bahwa kita berada dalam suasana hari raya Idul Fitri masalah perbedaan pendapat tentang pelaksanaan Idul Fitri tidak perlu dipertentangkan, yang menjadi masalah adalah jika ummat Islam tidak melaksanakan shalat Idul Fitri.

 

TATA CARA SHALAT IDUL FITRI

Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat. Syarat dan rukun Shalat Id mengikuti syarat dan rukun shalat wajib. Setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama disunnahkan membaca takbir sebanyak tujuh kali takbir. Dan pada rakaat kedua, lima kali takbir tidak termasuk takbir ketika bangkit dari sujud (rakaat pertama) ke rakaat kedua (takbiratul qiyam) dilakukan dengan mengangkat kedua tangan setiap takbir. Tata cara ini sebagaimana dilaporkan Amar bin Syuaiban (HR. Ahmad, Ibu Majah, Abu Daud, Daruquthi).

Do’a diantara takbir membaca:

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

“Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.”

Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala. Dalam riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan,

“Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”

Shalat Idul Fitri dilakukan sebelum khutbah, sebagaimana dilaporkan Ibnu Umar, “Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Ustman melaksanakan shalat Idul Fitri sebelum Khutbah Idul Fitri.” (HR Bukhari dan Muslim). Riwayat yang sama juga dilaporkan oleh Abu Said.

 

KHUTBAH IDUL FITRI

Pelaksanaan khutbah Idul Fitri setelah shalat Id seperti dilaporkan oleh Ibnu Umar bin Said. (HR. Bukhari- Muslim). Hukum Khutbah ‘Idul Fitri dan mendengarkannya adalah sunnat seperti yang dilaporkan oleh Abdullah bin Said (HR Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah). Dan yang paling afdhal mengikuti seluruh rangkaian shalat/khutbah Idul Fitri dari awal sampai akhir. Dan seperti pada shalat Jum’at, khutbah Idul Fitri terdiri dari dua khutbah.

 

HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN PADA WAKTU HARI RAYA

  1. Mengisi malam Idul Fitri dengan ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT, seperti dzikir, shalat, qira’atul Qur’an, tasbih, istighfar dan sebagainya. Lebih afdhal menghidupkan malam Id semalam suntuk, seperti dilaporkan Ubadah bin Shamit (HR Ath-Thahari dan Daruquthni), tentunya kalau kuat, tanpa mengorbankan ibadah-ibadah wajib seperti, shalat isya dan shalat Subuh tepat pada waktunya dengan berjama’ah. Menghindarkan acara hura-hura, takbiran sambil menabuh beduk yang justru mengganggu (tidak khusyu), memutar kaset takbiran sementara orangnya tidur dan lain-lain, yang bertentangan dengan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.
  2. Mandi (HR Ibnu Majah), memakai wangi-wangian/parfum (HR Baihaqi), bersiwak (menggosok gigi), memakai sebaik-baik pakaian.
  3. Bersegera (berpagi-pagi) menuju tempat shalat Idul Fitri dengan tenang dan penuh ketulusan. Dan lebih afdhal berjalan kaki sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti dilaporkan oleh Ali bin Abi Tholib (HR Tirmidzi).
  4. Makan (sarapan) sebelum berangkat Idul Fitri.
  5. Membayar zakat fitrah sebelum berangkat shalat Idul Fitri (batas akhir pembayaran zakat fitrah). Sekalipun zakat fitrah boleh saja dibayar beberapa hari sebelum Idul Fitri (HR Abu Daud, Ibnu Majah, Daruqutni, Al-Hakim)
  6. Bergembiralah dan menggembirakan sesama muslim dan lebih mempererat tali ukhuwah di antara kaum muslimin.
  7. Disunnahkan juga agar jalan ketika pergi dan jalan ketika pulang tidak sama. Seperti yang dipraktekkan Rasulullah SAW seperti dilaporkan oleh Jabir (HR Bukhari)

 

IDUL FITRI BAGI KAUM WANITA DAN ANAK-ANAK

Sebagaimana halnya kaum pria, kaum wanita dan anak-anakpun disunnatkan menghadiri shalat Idul Fitri. Begitu halnya orang-orang tua, gadis perawan, wanita-wanita haid dan nifas. Seperti dilaporkan oleh Ummu Athiyah (HR Bukhari-Muslim)

Adalah Rasulullah SAW keluar bersama istri putri-putrinya untuk melaksanakan Idul Fitri dan mendengarkan khutbah. (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan Ibnu Abbas). Adapun untuk wanita haid dan nifas cukup mendengarkan khutbah tidak ikut shalat.

 

ADZAN DAN IQAMAT

Tidak disyariatkan adzan dan iqomat pada waktu Idul Fitri dan Idul Adha seperti dilaporkan Ibnu Abbas dan Jabir. (HR Bukhari-Muslim)

 

SHALAT QABLIYAH DAN BA’DIYAH

Tidak ada satu riwayatpun bahwa Rasulullah dan sahabatnya mengerjakan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah pada waktu shalat Idul Fitri. (HR Jama’ah dari Ibnu Abbas)

Kecuali kalau shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid, maka tetap disunnahkan tahiyatul masjid.

 

BERGEMBIRA PADA HARI RAYA IDUL FITRI

Ummat Islam disunnahkan untuk bergembira dan menggembirakan orang lain pada Hari Raya Idul Fitri. Dengan memakai pakaian yang terbaik merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya, makan minum yang halal dan tidak isrof (berlebihan), saling berjabat tangan (kecuali antara pria dan wanita yang bukan muhrim), saling berkunjung, saling memberi/mengirim ucapan selamat (bermaaf-maafan) dan saling bertukar hadiah dalam batas-batas yang wajar. Hal ini menunjukkan hikmah ajaran Islam yang selalu menjaga keseimbangan (tawazun).

 

PASCA RAMADHAN

Ummat Islam hendaknya berupaya melestarikan nilai-nilai dan amaliyah Ramadhan yang telah dibina selama sebulan penuh dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya dengan melaksanakan puasa sunnah selama 6 hari pada bulan Syawal.

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

MENGGAPAI LAILATUL QADAR

Diisyaratkannya ibadah shaum (puasa) Ramadhan kepda umat Islam oleh Allah SWT mempunyai tujuan agar umat islam dapat merealisasikan nilai taqwa. Untuk melengkapi nikmat tersebut Allah SWT memberikan kurnia berupa Lailatul Qadar pada satu malam di bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya kami telah menurunkan AlQuran pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala sesuatu. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS AlQadar: 1-5)

 

KEUTAMAAN LAILATUL QADAR

Ayat di atas jelas menunjukkan nilai utama dari Lailatul Qadar. Mengomentari ayat di atas, Anas bin Malik ra menyebutkan bahwa

“Yang dimaksud dengan keutamaan disitu adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawah AlQuran, dan dzikir serta amal sosial seperti shadaqah dan zakat yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa seribu bulan, (tentu di luar malam Lailatul Qadar).

Dalam sebuah riwayat, Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah SAW bahwa “Sesungguhnya Allah SWT mengaruniakan LAILATUL QADAR untuk umatku, dan tidak memberikan kepada umat-umat sebelumnya.

Berkenaan dengan ayat 4 surat Al-Qadar, Abdullah bin Abbas ra menyampaikan sabda Rasulullah, bahwa pada saat terjadinya Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi menghampiri hamba-hamba Allah SWT yang sedang qiyamul lail atau melakukan dzikir dan malaikat mengucapkan salam kepada mereka. Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka dan Allah SWT menerima taubat dari hamba-hambaNya yang bertaubat.

Dalam riwayat Abu Hurairah ra seperti dilaporkan oleh Bukhari, Muslim dan Baihaqi, Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan:

Barangsiapa yang shalat pada malam Lailatul Qadar, karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni semua dosa yang telah lalu.” (HR Bukhari)

Demikian banyaknya keutamaan Lailatul Qadar, Ibnu Al Syaibah pernah mengungkapkan Hasan Al Bahri, katanya “Saya tidak pernah tau adanya hari atau malam lebih utama di malam yang lainya, karena lailaul qadar lebih utama dari (amalan) seribu bulan.”

 

HUKUM MENGGAPAI LAILATUL QADAR

Memperhatikan pada arahan (taujih) Rasulullah SAW, serta contoh yang beliau tampilkan dalam upaya “menggapai” Lailatul Qadar “Barangsiapa mencari Lailatul Qadar, hendaklah dia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh” (HR Ahmad). Para ulama berkesimpulan bahwa berupaya menggapai Lailatul Qadar hukumnya sunnah.

 

KAPANKAH TERJADINYA LAILATUL QADAR

Sesuai dengan fiman Allah SWT pada awal surat Al Qadar, serta pada ayat 185 surat Al Baqarah, dan hadis Rasulullah SAW maka para ulama bersepakat bahwa lilatul qadar terjadi pada malam bulan Ramadhan. Bahkan seperti diriwayatkan oleh Ibnu umar, Abu Dzar dan Abu Hurairah, Lailatul Qadar bukan sekali terjadi pada masa Rasulullah SAW saja, tetapi terus berlangsung pada setiap bulan Ramadhan dan untuk umat Muhammad SAW terjadi sampai hari kiamat.

Adapun tentang penentuan kapan terjadinya Lailatul Qadar, para ulama berbeda pendapat disebutkan disebabkan beragamnya informasi hadist Rasullullah serta pemahaman para sahabat tentang hal tersebut.

“Lailatul Qadar pada malam 17 Ramadhan malam diturunkannya Al-Qur’an.

Hal ini disampaikan oleh Zaid bin Arqam dan Abdullah bin Zubair ra (HR Ibnu Asy Syaibah, Baihaqi dan Bukhari dalam Tarikh)

  1. Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Diriwayatkan oleh Aisyah ra dari sabda Rasulullah SAW: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan(HR Bukhari, Muslim dan Baihaqi)
  2. “Lalilatul Qadar terjadi pada malam tanggal 21 bulan Ramdhan, berdasarkan hadist riwayat Abi Said al Khudri yang diaporkan oleh Bukhori dan Muslim.
  3. “Lailatul Qadar terjadi pada malam tanggal 23 Ramadhan, berdasarkan hadist riwayat Abdullah bin Unais al Juhany, seperti dilaporkan Bukhari dan Muslim.
  4. “Lailatul Qadar terjadi pada malam 27 bulan Ramadhan, berdasarkan hadist riwayat Ibnu Umar, seperti dikutip oleh Ahmad. Dan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Syaibah, bahwa Umar bin Khatab, Hudzaifah serta sekumpulan besar sahabat mengatakan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam 27 Ramadhan. Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, juga pernah menyampaikan kepada sahabat yang lebih tua, lemah, tak mampu qiyam berlama-lama meminta nasehat kepada beliau, kapan ia bisa mendapatkan Lailatul Qadar? Rasulullah kemudian menasehati agar ia mencarinya pada malam ke 27 bulan Ramadhan (HR Thabrani dan Baihaqi)
  5. Seperti dipahami dari riwayat Ibnu Umar dan Abi Bakrah yang dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim, terjadinya Lailatul Qadar mungkin berpindah-pindah pada malam-malam ganjil sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Sesuai dengan informasi terakhir poin f dan karena langkas serta pentingnya Lailatul Qadar, maka selayaknya setiap muslim berupaya selalu mendapatkan Lailatul Qadar pada sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

 

TANDA-TANDA TERJADINYA LAILATUL QADAR

Seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa Rasulullah pernah bersabda;

Pada saat terjadinya Lailatul Qadar itu, malam terasa jernih terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas, tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan terang benderang tanpa tertutup sesuatu awan.”

 

APA YANG PERLU DILAKUKAN PADA LAILATUL QADAR AGAR DAPAT MENGGAPAI LAILATUL QADAR

  1. Lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadhan, menjauhkan diri keseriusan beribadah. Dalam beribadah hendaknya mengikutsertakan keluarga. Hal itu yang dahulu dicontohkan Rasulullah SAW.
  2. Melakukan I’tikaf dengan sekuat tenaga.
  3. Melakukan qiyamullail berjama’ah, sampai dengan rakaat terakhir yang dilakukan imam.
  4. Memperbanyak do’a memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah SWT dengan lafal

Allahumma Innaka ‘afwa tuhibul afwa fa’fuanni

“Ya Allah ya Tuhan kami, Engkau adalah Maha Pengampun, Mencintai Ampunan, maka ampunilah diri saya.”

Hal inilah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah ra ketika beliau bertanya:

Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kedatangan Lailatul Qadar, apa yang mesti aku ucapkan? Rasulullah bersabda: “ Allahumma Innaka ‘afwa tuhibul afwa fa’fuanni”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

 

MENGGAPAI “LAILATUL QADAR” BAGI MUSLIMAH

Sebagaimana tersirat dari dialog Rasulullah dengan istri beliau Aisyah ra, maka dapat disimpulakn bahwa kaum muslimah pun disyariatkan melakukan optimalisasi ibadah yang memang diperbolehkan untuk dilakukan seorang muslimah.

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

I’TIKAF

Diantara rangkaian ibadah-ibadah dalam bulan suci Ramadhan yang sangat dipelihara sekaligus diperintahkan/disunnahkan oleh Rasulullah SAW adalah I’tikaf. Setiap muslim dianjurkan (disunnahkan) untuk beri’tikaf di masjid, terutama sepuluh hari terakhir Ramadhan. I’tikaf merupakan sarana meningkatkan kualitas ketaqwaan yang sangat efektif bagi muslim dalam memelihara keislaman, khususnya dalam era globalisasi, materialisasi dan informasi saat ini. Pengembaraan rohani akan menjadi sempurna apabila telah kita tinggalkan segala urusan dunia, kita isi ruhani kita dengan berbagai aktivitas ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan sedekat-dekatnya.

DEFINISI I’TIKAF

Para ulama telah berijma (bersepakat) mendefinisikan I’tikaf yaitu BERDIAM atau tinggal di masjid dengan adab-adab tertentu, pada masa tertentu dengan niat ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT. Ibnu Hazm berkata:

“I’tikaf adalah berdiam di masjid dengan niat taqarrub kepada Allah SWT pada waktu tertentu pada siang atau malam hari.” (Al Muhalla V/179)

HUKUM I’TIKAF

Para ulama telah berijma bahwa I’tikaf khususnya 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Aisyah, Ibnu Abbas dan Anas ra meriwayatkan:

“Aisyah ra berkata Rasulullah beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Bulan Ramadhan hingga ia meninggal dunia. Kemudian istri-istri beliau juga beri’tikaf setelah wafatnya.” (HR Bukhari-Muslim)

Hal ini dilakukan oleh beliau hingga wafat, kecuali pada tahun wafatnya, beliau beri’tikaf selama 20 hari. Demikian halnya para shahabat dan istri beliau senantiasa melaksanakan ibadah yang amat agung ini.

MACAM-MACAM I’TIKAF

I’tikaf yang disyariatkan ada dua macam:

a.       I’tikaf Sunnah

I’tikaf Sunnah yaitu yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk bertaqarrub kepada Allah SWT seperti I’tikaf 10 hari bulan Ramadhan.

b.      I’tikaf Wajib

I’tikaf yang wajib yaitu yang didahului dengan nadzar Ganjil, seperti: “Kalau Allah SWT menyembuhkan sakitku ini, maka aku akan beri’tikaf.”

WAKTU I’TIKAF

Untuk I’tikaf wajib tergantung pada beberapa lama waktu yang dinadzarkan, sedangkan I’tikaf sunnah tidak ada batasan waktu tertentu kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya bisa lama dan juga bisa singkat. Ya’la bin Umayyah berkata: “Sesungguhnya aku berdiam satu jam di masjid tak lain hanya untuk I’tikaf.”

SYARAT-SYARAT I’TIKAF

Orang yang I’tikaf harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

  1. Muslim
  2. Berakal
  3. Suci dari janabah, haid, dan nifas

Oleh karena itu tidak boleh bagi orang kafir, anak yang belum mumayyiz (mampu membedakan), orang junub, wanita haid, nifas.

RUKUN-RUKUN I’TIKAF

  1. Niat I’tikaf
  2. Berdiam di masjid

Ada dua pendapat tentang masjid tempat I’tikaf :

  1. I’tikaf dilaksanakan pada masjid yang dilaksanakan sholat berjama’ah 5 waktu. Hal ini dalam rangka menghindari seringnya keluar dan untuk menjaga pelaksanaan sholat 5 waktu.
  2. Agar I’tikaf itu dilaksanakan di masjid yang dipakai untuk melaksanakan sholat Jumat, sehingga orang yang itikaf tidak perlu meninggalkan tempat I’tikafnya menuju masjid lain untuk Sholat Jumat. Pendapat ini dikuatkan oleh para ulama Syafi’iyah bahwa yang afdal yaitu I’tikaf di Masjid Jami karena Rasulullah SAW I’tikaf di Masjid Jami. Lebih afdal di tiga masjid. Masjid Al Haram, Masjid An Nabawi dan Masjid Al Aqsa.

AWAL DAN AKHIR ITIKAF

Khusus I’tikaf Ramadhan waktunya dimulai sebelum terbenam matahari maalm ke 21. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang mau itikaf 10 hari terakhir Ramadhan.” (HR Bukhari)

Keterangan: 10 disini adalah jumlah malam,sedangkan malam pertama dari 10 itu adalah ke 20 atau 21.

Adapun waktu keluar atau berakhirnya, kalau I’tikaf dialkukan pada waktu 10 malam terakhir yaitu setelah terbenam matahari, hari terakhir Bulan Ramadhan. Akan tetapi beberapa kalangan ulama mengatakan yang lebih mustajab (disenangi) adalah menunggu sampai Ied.

 

HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN WAKTU ITIKAF

Agar orang yang I’tikaf memperbanyak ibadah dari taqarrub kepada Allah SWT seperti shalat, membaca Al-Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi SAW, do’a dsb. Termasuk di dalamnya pengajian, ceramah, ta’lim, diskusi ilmiah, telaah buku tafsir, hadits, sirah (sejarah) dsb. Namun, yang menjadi prioritas utama adalah ibadah-ibadah mahdhah. Bahkan sebagian ulama meninggalkan segala aktivitas lainya dan berkonsentrasi penuh pada ibadah-ibadah mahdhah.

 

HAL-HAL YANG DIBOLEHKAN BAGI MU’TAKIF (ORANG YANG BERITIKAF)

  1. Keluar dari tempat I’tikaf untuk mengantar istri sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW terhadap isterinya Shafiyah ra.” (HR Bukhari-Muslim)
  2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan kotoran tubuh dan bau badan.
  3. Keluar dari tempat karena ada keperluan yang harus dipenuhi seperti membuang air besar dan kecil dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluanya.
  4. Makan, minum dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.

 

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN I’TIKAF

  1. Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan walaupun sebentar karena meninggalkan salah satu rukun I’tikaf yaitu berdiam diri di masjid.
  2. Murtad (keluar dari agama islam)
  3. Hilangnya akal karena gila atau mabuk
  4. Haid
  5. Nifas
  6. Berjima (melakukan hubungan suami istri) QS Al-Baqarah: 187. Akan tetapi memegang tanpa syahwat, tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan istri-istrinya.
  7. Pergi shalat jumat (bagi mereka yang membolehkan I’tikaf di mushala yang tidak dipakai shalat Jumat)

 

I’TIKAF BAGI WANITA MUSLIMAH

I’tikaf disunnahkan bagi wanita sebagaimana disunnahkan bagi pria. Selain ayat-ayat yang disebutkan tadi, I’tikaf bagi kaum wanita harus memenuhi syarat-sayarat antara lain :

  1. Mendapat izin suami atau orangtua. Hal itu disebabkan karena ketinggian hak suami bagi istri yang wajib ditaati dan juga dalam rangka menghindari fitnah yang mungkin terjadi.
  2. Agar tempat I’tikaf wanita memenuhi kriteria syari’at. Kita telah mengetahui bahwa salah satu rukun atau syari’at I’tikaf adalah masjid. Untuk kaum wanita, ulama sedikit berbeda pendapat tentang masjid yang dapat dipakai I’tikaf. Tetapi yang lebih afdhal adalah tempat shalat di rumahnya. Oleh karena itu bagi wanita tempat shalat di rumahnya lebih afdhal dari masjid wilayahnya. Dan masjid wilayahnya lebih afdhal dari masjid raya. Selain lebih seiring dengan tujuan umum syari’at Islamiyah hal tersebut untuk menghindarkan wanita semaksimal mungkin dari tempat keramaian kaum pria seperti tempat ibadah di masjid. Itulah sebabnya wanita tidak diwajibkan shalat Jumat dan shalat jama’ah di masjid. Dan seandainya ke masjid ia harus berada di belakang. Kalau demikian, maka I’tikaf yang justru membutuhkan waktu yang lama di masjid, seperti tidur, makan, minum dsb telah dipertimbangkan.

Ini tidak berarti I’tikaf bagi wanita di masjid tidak dibolehkan. Wanita bisa saja I’tikaf di masjid dan bahkan lebih afdal bila masjid tersebut aman bagi wanita itu sendiri maupun bagi orang lain, misalnya masjid tersebut menempel dengan rumahnya atau jama’ahnya hanya wanita dsb.

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

SHALAT TARAWIH

PENGERTIAN SHALAT TARAWIH

Tarawih berarti QIYAMU RAMADHAN di awal malam. Ada yang mengatakan tarawih di Bulan Ramadhan, karena orang-orang beristirahat di antara setiap dua salam. Pada Hadist Aisyah ra, dia pernah bertanya:

“Bagaimana shalat Rasulullah SAW pada Bulan Ramadhan?” Dia menjawab: “ Pada Bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan lebih dari sebelas rakaat: beliau mengerjakan shalat empat rakaat, dan jangan tanyakan baik dan panjangnya, kemudian beliau mengerjakan empat rakaat lagi, dan jangan tanyakan tentang baik dan panjangnya, dan setelah itu mengerjakan tiga rakaat…” (Muttafaqun’alaih)

Dalam hadist di atas menunjukkan ada perbedaan antara empat rakaat pertama dan empat rakaat kedua serta tiga rakaat terakhir. Beliau mengucapkan salam pada keempat rakaat itu di setiap dua rakaat. Hadist Aisyah ra, dia bercerita:

“Rasulullah SAW pernah mengerjakan shalat pada suatu malam dengan sebelas rakaat yang ditutup dengan shalat witir satu rakaat.”

Dalam lafadz Muslim disebutkan: “Beliau mengucapkan salam setiap dua rakaat dan mengerjakan shalat witir satu rakaat.” (HR Muslim)

HUKUM SHALAT TARAWIH

Dari Abu Hurairah ra, dia bercerita, Rasulullah SAW menganjurkan para sahabat untuk melakukan qiyamul lail tanpa menyuruh mereka dengan keharusan. Beliau bersabda:

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, dia akan diberi ampunan atas dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaqun’alaih)

Imam Nawawi mengatakan: Para ulama telah sepakat untuk menyunahkan shalat tarawih, yakni Sunnah Mu’akad.

KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH

Jika seorang Muslim melakukan Qiyam Ramadhan dengan keyakinan bahwa hal itu sebagai suatu kewajiban yang disyariatkan oleh Allah sembari membenarkan apa yang disabdakan Rasulullah SAW serta apa yang dibawanya, dibarengi dengan harapan memperoleh pahala seraya berharap qiyamul lail yang dilakukannya itu benar-benar tulus ikhlas karena Allah SWT dengan tujuan mencari keridhaan Allah dan ampunan-Nya, niscaya pahala yang besar itu dia dapatkan.

DISYARIATKAN BERJAMA’AH DALAM MENUNAIKAN SHALAT TARAWIH DAN QIYAMU RAMADHAN SERTA MENEMANI IMAM SAMPAI PULANG

Dari Abu Dzar ra, dia bercerita, Rasulullah berkata:

“Sesungguhnya barangsiapa melakukan qiyamul lail bersama imam sampai imam itu pulang, maka Allah akan menetapkan baginya qiyam satu malam penuh.”

BERSUNGGUH-SUNGGUH MELAKUKAN QIYAMUL LAIL PADA 10 HARI TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa pada Bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosanya yang telah berlalu. Dan barangsiapa bangun pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosanya tang telah berlalu.” (Muttafaqun’alaih)

Dari Aisyah ra, dia bercerita:

“Jika masuk sepuluh hari terakhir, Rasulullah SAW menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan memperkuat ikatan kain.” (Muttafaqun’alaih)

Dalam Hadist Abu Dzar ra, disebutkan: “Pada malam kedua puluh tujuh, Rasulullah SAW mengumpulkan keluarga dan istri-istrinya serta orang-orang, lalu beliau melakukan qiyamul lail bersama mereka.” (HR Ahmad-Abu Dawud)

 WAKTU SHALAT TARAWIH

Waktu Shalat Tarawih adalah setelah Shalat Isya’ dan Shalat Sunnah Rawatibnya.

RAKAAT SHALAT TARAWIH

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat malam itu dikerjakan dua rakaat dua rakaat. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian takut datangnya waktu Subuh, maka kerjakanlah satu rakaat saja sebagai Witir bagi shalat yang telah dikerjakan.” (Muttafaqun’alaih)

Jika seseorang mengerjakan shalat dua puluh rakaat dengan tiga rakaat shalat witir, atau tiga puluh enam rakaat dengan tiga rakaat shalat witir, atau empat puluh satu rakaat, semua boleh dilakukan. Tapi, lebih baik adalah yang dikerjakan Rasulullah SAW, yaitu tiga belas rakaat atau sebelas rakaat. Hal ini berdasarkan Hadist Ibnu Abbas, dia bercerita:

“Rasulullah SAW pernah mengerjakan shalat pada suatu malam sebanyak tiga belas rakaat.” (HR Muslim)

“Hadist Aisyah ra, dia bercerita: “Rasulullah SAW tidak pernah lebih dari sebelas rakaat, baik pada Bulan Ramadhan, maupun bulan-bulan lainnya.” (Muttafaqun’alaih)