Posted in Catatan Hati di Setiap Sujudku, Melancholische Seite

Ingin dipanggil pulang lagi… suatu hari nanti…

Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaikala Syarikalaka Labbaik
Innal Hamda Wannimatalak
Walmulkala Syarikalak

Wahai Allah
Kami Datang Memenuhi Panggilanmu
Tiadalah Sekutu Untukmu
Segala Puji dan Kuasa Untukmu

Kami Meraba Tanpa Cahaya
Kami Yang Lupa Hina dan Papa

Di Hadapanmu Yang Maha Indah
Di Hadapanmu Yang Maha Mulia

Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaikala Syarikalaka Labbaik
Innal Hamda Wannimatalak
Walmulkala Syarikalak

from me:

Wahai Allah Yang Maha Mulia…

Ingin sekali hamba dipanggil pulang kembali… suatu hari…

Bersama Mahram dunia akhirat hamba… Yang Engkau ridhoi… Yang Engkau berkahi…

Ingin bersujud di depan Ka’bah-Mu…

Mengucap syukur kepada-Mu… atas kehadirannya di sisi hamba…

Bersujud bersamanya di hadapan-Mu…

Bersamanya menyeru Talbiyah, menyeru puja dan puji untuk-Mu…

Bersamanya memohon ampunan dari-Mu…

Bersamanya memohon keberkahan dari-Mu…

Bersamanya memohon petunjuk dari-Mu…

Atas hidup kami di dunia dan akhirat nanti..

Tiada keindahan dan kemuliaan selain diri-Mu..

Ampuni aku,, ridhoi permohonan hatiku.. Aamiin. 🙂

Posted in Nasib Gadis di Rantau Orang

Rest in Peace, Bapak Kost..

Dalam 1 minggu ini saya dihadapkan dengan 2 berita duka dari orang sekitar dengan latar belakang keluarga Chinese,, salah satu ibu di kantor dan bapak kost saya. Waktu ibu kantor meninggal, saya tidak ikut melayat karena hanya orang terdekat di kantor dan petinggi saja yang datang.. sedangkan saat ini bapak kost saya yang meninggal,, saya wajib datang melayat.

Sudah 2 hari ini saya bedrest di kamar kost-an, menyerah dengan sakit radang tenggorokan yang saya obati dengan mengandalkan sistem imun.. (yaa beginilah anak biologi :p) walau sebenarnya Cici Dokter sudah kasih rujukan obat yang harus saya konsumsi via telepon 😀

Ahad pagi sekitar jam 8 saya masih terbaring di dalam kamar kost-an, tiba-tiba dapat kabar kalo Om (panggilan untuk bapak kost) jatuh karena serangan jantung. Padahal jam setengah 8 itu teman kost saya masih lihat Om duduk di beranda rumah dan seperti biasa.. selalu memberikan senyum kepada setiap orang yang beliau kenal. Pagi itu Om mendadak kena serangan jantung. Posisi jatuh dari serangan jantungnya pun memperparah kondisi Om, karena Om jatuh dengan posisi kepala terbentur.. akhirnya Om tidak sadarkan diri. Semua penghuni rumah panik dan akhirnya Om dilarikan ke rumah sakit. Namun di tengah jalan nyawa Om sudah tidak tertolong lagi.. Sekitar setengah 9 Om dipanggil Yang Maha Kuasa.

Berita duka ini membuat seisi kost kaget. Yaa gimana ga kaget, wong kemarin-kemarin masih ketemu Om dalam keadaan sehat. Dan kost-an kami tepat di sebelah rumah Om.. jadi kami semua kenal dekat dengan Om dan merasa kehilangan. Bingung juga mau bantuin apa.. karena jenazah Om langsung disemayamkan di Rumah Duka, bukan di rumah. Dan setahu saya ada beberapa ritual khusus untuk jenazah beragama Buddha,, yang saya tahu cuma perhitungan hari penutupan peti jenazah, malam kembang dan penentuan hari dimakamkan. Itu juga saya tahu dari cerita meninggalnya ibu kantor.

Di mata anak kost Om itu orangnya ramah.. murah senyum.. suka menyapa. Saya masih ingat Om memanggil saya dengan nama ‘Keke’ padahal nama saya ‘Kyky’ 😀

Suasana kost semalam sepi.. masih rasa gak percaya aja dengan peristiwa ahad pagi.. Kami satu kost-an sepakat akan melayat di hari Selasa malam, satu hari sebelum hari malam kembang jenazah Om.

Jelang melayat jenazah Om, saya konsultasi dengan beberapa sahabat Chinese saya di kantor tentang apa saja yang bisa dan tidak boleh saya lakukan.. untuk menghormati keluarga almarhum Om, yang tentu saja yang tidak melanggar aturan syar’i. 🙂

Oiya, saya juga konsultasi dengan Ibu Murobbiyah saya perihal pengucapan kata “Innalillahi” untuk berita duka untuk non muslim. Ibu bilang secara harfiah tidak apa-apa, karena pada dasarnya semua itu akan kembali kepada Allah. Dan luar biasanya lagi pas saya tilawah, saya seperti dituntun sama Allah untuk mendapat penguat jawaban dari Ibu. Saya menemukan Q.S. An Nur: 42,

“Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).”

Selamat jalan, Om.. dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi hati yang lapang dan ikhlas. 🙂

Posted in Melancholische Seite

我的许诺 (wǒ de xǔ nuò) My Promise

等待缘分需要千百年
爱一个人就在一瞬间
对你迷恋是一场冒险
我心甘情愿在红尘搁浅

你的叹息拨动我的心弦
为你受苦眼泪都是甜
人世间沧海变桑田
我的心不会变
只要你再出现

为你而活是我的许诺
失去你还怕失去什么
只要快乐爱就没有错
岁月的枷锁比我们脆弱

你的黑发拨动我的心弦
想念你瞳孔的深浅
为你受苦眼泪都是甜
爱默默感动天地间
一年又一年
我的心 不会变
只要你 为了你
再出现

为你而活是我的许诺
失去你还怕失去什么
只要快乐爱就没有错
岁月的枷锁比我们脆弱

为你、我的心爱

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

Kebiasaan Makan Sehat Anak Mencontoh Dari Ibu

Kaum ibu biasanya mengawasi kebiasaan makanan anaknya dengan ketat. Anakpun akan mencontoh kebiasaan makan orang tua mereka. Sebuah penelitian berhasil memantau kebiasaan makan anak yang dicontoh dari ibunya.

Para peneliti dari Michigan State University menemukan, bahwa anak yang memilki kebiasaan konsumsi makanan sehat di rumah ternyata mencontoh dari kebiasaan makan orang tuanya. Peneliti memantau setiap suapan dan mempelajari kebiasaan makan dari keluarga yang berpenghasilan rendah.

Mereka juga menemukan, bahwa ibu yang ingin anaknya makan dengan baik harus mencontohkan kebiasaan makan pada anak. Dengan cara itu akan mudah untuk mendorong anak-anak agar terbiasa konsumsi makanan sehat.

Orang tua yang menggunakan kekerasan, hadiah atau hukuman untuk membujuk dan mengancam anak yang tidak mau makan sayuran, hasilnya mengecewakan. Anak-anak justru menjadi lebih takut pada sayuran.

“Ibu harus berhenti memaksa, akan lebih baik jika anak mencontoh kebiasaan makan ibunya . Diam-diam mereka akan menjaga kualitas makanan dengan tidak membawa makanan yang tidak sehat ke dalam rumah,” ungkap Prof. Sharon Hoerr, seorang ahli gizi.

Untuk para orang tua juga wajib menerapkan jam makan yang teratur termasuk pemberian camilan, jumlah porsi dan jenis makanan. Dengan membujuk atau merayu anak supaya makan adalah hal yang lebih baik dibandingkan berteriak dan memarahinya.

“Anak-anak yang suka bermain dengan makanannya atau si anak lebih menyukai junk food, para orang tua bisa merayunya dengan lembut tanpa berteriak,” tambah Hoerr.

Agar anak tertarik dengan idet seimbang, para orang tua juga perlu membawa anak ke pasar swalayan atau pasar tradisional agar anak dapat memilih makanan barunya sendiri. Setelah itu orangtua juga bisa mengajaknya untuk membantu memasak di rumah.

Sumber: Kebiasaan Makan Sehat Anak Mencontoh Dari Ibu