Posted in Cerita Hidup

Hari pertama Mr Jazzy jalan sama SIM, part-2

Setelah mendapatkan jalan hikmah dari Kang Firman, membayar ganti rugi, aku kembali ke kelas Tahsinnya Lia. Yaah..hikmah lain yang bisa aku ambil juga adalah aku jadi ikutan belajar Tahsin hari ini… Aku manfaatkan untuk bertanya tentang hukum bacaan qur’an yang selama ini sering aku temui, tahu sebenarnya apa hukum itu, tapi tidak pasti apakah benar atau salah..jadi aku manfaatkan saja dengan bertanya kepada Guru Tahsinnya Lia.

Dari Guru Tahsinnya Lia dapat doa, “semoga Allah memberikan rizki yang jauh lebih baik dari apa yang kamu keluarkan hari ini..” …satu kebaikan aku peroleh lagi dari peristiwa hari ini.

Selesai Tahsin, Lia mengajakku untuk makan Ramen dan Sushi di Ramen Rider. Yaa.. lagi-lagi aku mengambil hikmah dengan kejadian ini, aku jadi dekat kembali dengan Lia, setelah sekian lama jadwal halaqah kami berbenturan dengan jadwal Tahsinnya Lia, sehingga kami tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama. Hari ini thanks banget buat Lia yang udah mau nemenin aku buat numpang nangis sambil belajar Tahsin.. πŸ™‚

Hari menjelang petang, adeku sudah datang dari Unpar.. Aku memutuskan untuk tidak memberitahu ade, biar akunya stabil dulu. Tapi ternyata ade bisa ngebaca apa yang terjadi dari raut wajahku yang sembab total dan katanya udah feeling ajah.. Yaa..ternyata ikatan batin kami masih jalan. Entah kenapa mama, aku, dan ade bisa ngebaca apa yang terjadi diantara kami bertiga, walaupun kami tidak mengungkapkannya satu sama lain. Kalau sudah ada rasa kayak gitu, perasaan itu susah untuk di-ignoreΒ­. Jadi, selain hanya bisa mengingatkan untuk hati-hati sebelum ‘rasa ga enak’ itu terjadi atau kami sudah siap dengan kejadian dari ‘rasa ga enak’ tersebut. Dan diluar dugaan, ade ga marah besar seperti yang aku takutkan. Dia cuma ingetin agar lain kali lebih hati-hati. “senang melihat adikku tumbuh menjadi gadis dewasa..”

Dalam perjalanan pulang, dengan ade sebagai driver, sekali lagi kami mengalami ujian kesabaran. Di perempatan Riau-Laswi, ada satu pengamen anak muda yang maksa untuk diberi uang. Kesepakatan aku dan ade adalah tidak memberikan uang untuk pengamen muda yang tidak berkualitas,apalagi yang pemaksaan, karena mereka masih bisa bekerja dan berusaha. Jadi hanya orang tua saja yang akan kami beri uang. Anak muda itu masih maksa saja dan nempel di kaca mobil kami. Kemudian, dari arah kiri, datang pengemis bapak-bapak untuk mengemis. Dilema berat! kalau kami kasih, anak muda itu pasti akan lebih memaksa kami untuk mengeluarkan uang. Jadi kami juga ga ngasih ke bapak itu. Sampai si bapak istighfar karena menganggap kami ‘pelit’ karena ga mau ngasih uang. Kemudian si anak muda yang masih maksa ini memukul kaca mobil kami dengan kencang lalu pergi. Untungnya kaca mobil ga pecah.

Seketika ade membuka kaca mobil sambil marah! “Heh! kalo lu maksa minta-minta, yang ada orang ga ikhlas ngasih uang ke elu!”, teriak ade. Seketika anak muda itu datang lagi buat nantangin ade. Aku langsung minta ade buat segera tutup kaca mobil dan siap-siap karena lampu merah akan berubah menjadi hijau. Lalu anak muda itu teriak sumpah serapah terhadap kami yang kami anggap angin lalu saja.

Sebenarnya, ketika kejadian itu, ingin sekali rasanya turun dan membalas perlakuan anak muda itu atau menggantikan posisi ade buat marah-marah dengan perlakuan anak muda itu. Tapi entah kenapa aku ga bisa melakukannya, lebih memilih diam dan menjadi penyeimbang untuk ingetin ade buat sabar saat ade lagi marah-marah. Kebayang kalo kami berdua sama-sama panas, pasti kami turun dari mobil dan bales si anak muda itu. Tapi pastinya itu bukan solusi terbaik, ga ada masalah yang selesai kalau kemarahan dibalas dengan kemarahan. Premanisme dibalas premanisme juga.. Yaa.. belum tentu juga kami yang menang…heuheu…Dan ini juga sebagai parameter siapa yang lebih terdidik secara sikap. Bukti bahwa orang tua kami mendidik kami dengan baik, untuk menjadi anak perempuan yang “TAHU DIRI dan TAHU TATA KRAMA”.. walau keselnya minta ampun! heuheuheu…

Mudah-mudahan si Bapak pengemis tadi mengerti posisi kami..mudah-mudahan ada jalan rizki yang lebih buat beliau setelah kejadian kami.

Yah, kyky… hadapi saja hari ini.. biarkan Allah yang mengatasinya.. Laa hawla wa laa kuwata illa billah..

Bismillah, bersiap bulan Maret ini akan melakukan berbagai kehematan dalam keuangan untuk mengganti pengeluaran yang aku lakukan di akhir bulan ini. Anggap ini sebagai fase ‘mengukur diri’ terhadap segala takdir yang Allah beri.

Masih banyak yang bisa kamu syukuri, kyky… πŸ™‚

Posted in Cerita Hidup

Hari pertama Mr Jazzy jalan sama SIM, part-1

Hari ini adalah hari pertama aku memperoleh SIM. Rasanya, alhamdulillah…setelah sekian lama akhirnya pede juga bikin SIM A. Pertanda Mr Jazzy sudah halal buat dikemudikan seorang diri. Jadilah hari ini adalah hari pertama aku nyetir tanpa ada seseorang di samping (alias ade..).

Sebelum ngendarain Mr Jazzy, untuk memastikan apakah izin ini bener-bener berlaku atau tidak, aku minta izin ke mama papa buat nyetir sendirian. Ternyata smsku ga dibales-bales sama mama papa, kemudian aku sms ade buat minta izin. Sebagai pendampingku selama ini, aku ngerasa PeDe banget minta izin sama ade, tapi ade bilang izin sama mama…mau gimana izin sama mama, sms ga dibalas dan teleponpun ga bisa. Akhirnya aku putuskan izin sama akang, sebagai kakak tertua (pengganti orang tua maksudnya, selama mama papa ga ada, meski kami beda pulau). Akang bilang, “kalau Ayu berani + yakin ya bawa aja! yang penting hati-hati.” Berasa dapet izin dari akang, walau sempet agak jiper juga, tapi aku ignore perasaan itu, akhirnya aku putuskan untuk nyetir seorang diri ke kampus.

Hari itu bypass Soeta macet banget. Untuk keluar dari bypass ajah butuh waktu setengah jam! Di tengah-tengah kemacetan, akang nelepon untuk memastikan aku baik-baik saja dalam menyetir dan memang baik-baik saja, alhamdulillah. Perjalanan dilalui dengan warna warni ulah angkot dan macet, tapi so far lancar.. Tapi endingnya ga sesempurna yang aku bayangkan. Mendekati kampus, berniat untuk parkir di area Dayang Sumbi. Entah kenapa ketika mobil belok ke jalan Dayang Sumbi, berniat mencari tempat parkir, tiba-tiba tangan kiri aku membanting setir ke arah kiri, jadilah aku menyerempet sebuah mobil Avanza berplat B yang di dalamnya ada sepasang suami istri.

Spontan shock berat! Orang yang ada di dalam mobil langsung klakson panjang dan turun sambil marah-marah. Akupun segera memarkir mobil di dekat mobil yang aku serempet. Begitu yang turun aku, sang pemilik mobil yang tadinya mau main pukul aja, ga jadi, karena aku cewek. Tapi dia tetep marah. Yaa..emang aku yang salah, aku akui kesalahan. Lalu aku liat kondisi mobilnya dengan tidak lupa mengunci mobilku terlebih dahulu, karena sadar di dalam ada tas yang aku tinggal. Kerusakan mobil Avanza yaa lecet plus cover spion yang patah “Innalillahiii!!” Yaa.. emang aku yang salah, jadinya memang harus aku yang mengganti biaya kerugian mobil Avanza tersebut. Kemudian, datanglah bapak tukang parkir dan satu orang mas-mas yang emang sih maksudnya baik, cuma bahasanya kayak mengadu domba gitu. Sebenarnya aku ga nyaman dan bapak pemilik Avanza juga ga nyaman, akhirnya kita sepakat untuk bilang “ini urusan kami, sudah jangan ikut campur, kita selesaikan dengan damai kok, pak, mas..”

Lalu aku menanyakan apakah mobil bapak pemilik Avanza ada asuransinya atau tidak, ternyata tidak. Haduuh! hanya bisa berharap mudah-mudahan biaya ganti ruginya ga terlalu mahal.. Sambil masang wajah tenang walau sebenarnya panik berat, aku bilang aku akan ganti rugi, karena memang ini kesalahan aku. Kemudian aku memberikan nomor telepon dan menyerahkan KTP selama bapak tersebut mencari bengkel untuk membenahi mobilnya.

Aku kembali ke mobilku..ternyata baretannya ga kalah parah..bemper kiri depan lecet, tapi alhamdulillah sisi kiri mobil cuma baret bekas karet yang kalo digosok juga akan hilang. Sembari melihat kondisi mobil, bapak tukang parkir ngasi masukan kalo lecet sisi kiri bisa hilang dengan dipoles kit, sedangkan si mas-mas masih emosi dan manas-manasin. “Lho? aku yang kecelakaan, ko dia yang emosi yah?” pikirku dalam hati. Ngeliat aku digeromboli 2 orang itu, bapak pemilik Avanza langsung nelepon aku dan memperingatkan untuk hati-hati dengan orang-orang yang memanfaatkan momen seperti ini. Akhirnya karena aku ga nyaman juga, aku putuskan untuk pindah tempat parkir ke Jl. Gelap Nyawang, yang tukang parkirnya sudah aku kenal baik.

Agenda menghadiri acara Rossy Goes to Campus “Indonesia Bergerak” pun aku batalkan, karena aku masih shock berat. Akhirnya aku putuskan untuk berdiam diri di Masjid Salman. Di kantin Salman, aku ketemu Kang Firman.. Berasa ketemu kakak sendiri (karena kami satu jurusan Biologi), spontan aku langsung cerita kalau aku habis nyerempet mobil orang, sambil panik dan udah mau nangis. Lalu Kang Firman menenangkan dan bilang, “tenangin diri dulu di Masjid, cari teman akhwat kamu, dan sholat sunnah.” Karena aku lagi ga bisa sholat, akhirnya aku memutuskan untuk mencari teman akhwat yang bisa diajak curhat.

Sebenarnya hari itu ada acara Jalasah Ruhiyah, tapi dengan kondisi aku udah mau nangis terisak-isak, ga mungkin rasanya masuk ke kelas GSS. Lalu aku teringat kalau sahabat satu halaqahku sedang ikut kelas tahsin di Salman. Aku sms Amalia, Elektro 2004. Ternyata Lia masih di kosan dan baru tiba 10 menit kemudian. Sambil menunggu Lia, aku duduk di tangga dekat ruang mukena, sambil menutupi wajah yang air matanya ga mau berhenti.

Begitu Lia datang, aku langsung meluk Lia, nangis sekenceng-kencengnya di bahunya Lia. Keliatan banget ketakutan dan ngerasa trauma akan kejadian tadi. Lia berusaha menenangkan sambil nanya kenapa aku nangis. Trus aku ceritain kejadian di atas ke Lia. Lia menenangkan aku lagi, sambil membesarkan hati aku untuk ga kapok nyetir… Soalnya Lia juga pernah nyerempet juga, heuheuheu… Berasa curhat di orang yang tepat.

Tangisku cukup lama, sampai-sampai kelas Tahsinnya Lia sudah mau mulai. Akhirnya Lia membawaku ke kelas Tahsinnya yang muridnya cuma 2 orang. Sambil izin ke guru Tahsinnya, aku duduk di dekat Lia yang sedang belajar Tahsin dengan wajah sembab total. Menenangkan diri sambil denger Lia belajar Tahsin, ternyata adalah keputusan tepat. Berasa dapat ketenangan untuk segera sadar kembali untuk menyelesaikan semua efek dari kecelakaan tadi.

Kemudian aku mendapatkan sms dari Bapak pemilik mobil Avanza. Dia memberikan rincian kalkulasi ganti rugi yang aku tanggung. Waah..subhanallah.. angkanya mencapai gajiku 1 bulan, heuheuheu.. Yaa.. mau gimana lagi, memang harus diganti. Aku segera ke atm, mengambil tabungan dengan jumlah angka yang diminta.

Setelah mengambil uang, sembari menunggu Bapak pemilik Avanza, aku berpapasan kembali dengan Kang Firman. Kang Firman menanyakan kondisiku dan terjadi percakapan hikmah yang aku dapatkan dari Kang Firman. Aku bilang Kang Firman, mungkin ini karena aku kurang sedekah akhir-akhir ini, jadi Allah ‘nyentil’ aku biar sedekah. Tapi Kang Firman punya pemikiran lain. “Bisa jadi tidak ada yang kurang dari apa yang sudah kamu lakukan selama ini, ky… Bisa jadi di balik peristiwa hari ini, Allah punya rencana baik besar untuk kamu… rencana yang tidak pernah kamu duga. Hanya saja Allah ingin mempersiapkan kamu untuk menghadapi rencana itu dengan sedikit menguji kepekaan kamu dalam hal bersyukur mendapatkan apapun yang Allah kasih buat kamu. Kalau dengan hal ini saja kamu masih memiliki rasa syukur, insya Allah ketika rencana baik besar itu datang, kamu tidak kufur..”

“Sisi baik yang lain dari peristiwa ini adalah….melatih kamu untuk bernafas. Bernafas dalam sebuah ujian. Jumlah uang yang kamu keluarkan bisa jadi tidak seberapa dengan besarnya nafas yang kamu latih. Uang kan memang harus berputar, tidak hanya dipendam dalam tabungan, kan? Akan ada masanya kamu akan memiliki kembali Β jumlah uang yang kamu keluarkan hari ini… Suatu hari nanti, jika kamu punya anak dan anak kamu mengalami hal yang sama dengan kamu, kamu ga akan se-shock seperti yang kamu alami saat ini. Kamu ga akan marah besar atau kecewa besar dengan apa yang terjadi dengan anak kamu. Kamu akan bersikap jauh lebih bijak, karena kamu pernah mengalaminya dulu, dan kamu sudah teruji disitu.” nasehat Kang Firman.

Subhanallah kakakku yang satu itu.. Bisa membuka mata hati untuk melihat betapa banyaknya jalan hikmah yang bisa aku ambil. πŸ™‚

Posted in Cerita Hidup

setelah Hapenya hilang.. :)

25 Februari 2011…tepat 3 bulan sejak kejadian handphone hilang krn disilet orang tasnya, dalam perjalanan mengirim barang ke kantor pos…

Kalo inget-inget kejadiannya, pasti sedih sih… tapi kalau diinget-inget lagi hikmahnya, luar biasa yang dirasa.

Karena tanggal 25, jadi ingin cerita kejadian-kejadian pasca hape hilang… Sebenarnya setelah hilangnya hape, aku bisa langsung membeli yang baru. Mau yang serupa, ataupun yang lebih murah, karena papa langsung menawarkan untuk membeli hape yang baru dan menyarankan untuk membeli hape yang serupa. Ibu dosenpun juga mau berkontribusi setengah dari harga hape yang hilang.. Tapi..buat aku itu terlalu cepat.. Terlalu cepat untuk mengganti sesuatu yang lama menjadi yang baru, terlalu mudah untuk mendapatkan hape baru, tanpa ada proses pembelajaran yang seharusnya aku ambil. Yaa..akhirnya aku memutuskan untuk menunda pembelian hape baru selama 2 bulan.. Biar akunya ngaji diri,, belajar untuk merasakan bagaimana rasanya kehilangan, belajar menghargai dan mensyukuri apa-apa yang aku miliki, belajar untuk ikhlas dan tawakkal kepada Allah.. Seperti kata papa, “semua yang ada di dunia ini bukan milik kamu, sayang. Semuanya hanya titipan Allah. Allah berhak memberi, Allah berhak pula mengambilnya dari kamu. Jadi untuk apa menangisi sesuatu yang sudah hilang? Kayak gak punya Allah aja..” πŸ™‚

Pasca kehilangan hape, aku meminjam hape milik mama. Wujudnya hape TV, merk yang belum aku kenal, fitur-fiturnya pun ga aku kenal. Saking gapteknya dengan hape ini, sering kali kepencet fitur TV, sehingga suara TVnya keluar dan nyaring sekali..heuheuheu…malu-maluin.. Makanya kalo lagi menghadiri seminar atau acara lainnya, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, hape sering aku matiin. Alhasil, sering juga kena tegur orang-orang karena susah menghubungi aku. πŸ˜€

Karena hapenya hilang, jadi hampir setiap orang yang mengirim sms, aku tanya namanya. Yaa…awalnya ada yang nanya baik-baik, ada juga yang ngira sombong karena ga mau nge-save namanya,,tapi begitu aku jelaskan, mereka semua mengerti.. Yaa..ga efektif sih, jadi bolak balik sms. Apalagi ada yang ujug-ujug kirim sms panjang dan isinya curhatan, trus ga nyantumin namanya di sms… huee..makin ga enak tuh! soalnya kalo aku bales dengan “ini siapa ya?” pasti mood orang yang nerima sms disana langsung “swiiiing” karena curhatnya tidak ditanggapi dalam sms balasan pertama.. ato malah jadi nanya balik kejadian hilangnya si hape,,jadi curhat balik deh! heuheuheu..

Ga cuma teman-teman, dosen, tante, om, sepupu juga jadi sasaran permohonan maaf, karena pas ujug-ujug sms atau misscall, aku nanya ini siapa.. Ga enak banget pas ditanya balik kenapa nomor mereka ga aku save..Yaa..tinggal dijelaskan saja sih sebenarnya πŸ˜€

Yaa..lagi-lagi mengaji diri itu penting… kembali menjadi manusia biasa-biasa saja, yang belajar menghargai dan mensyukuri apa saja yang telah Allah kasih. Belajar untuk menjadi anak yang sederhana, untuk mengaji diri kalau suatu hari nanti hidup mandiri, ga shock lepas dari segala fasilitas orang tua. Tapi pelajaran yang lebih penting adalah menyadari sepenuhnya bahwa semua yang ada di dunia ini milik Allah.. ga ada yang bisa dimiliki sepenuhnya, seutuhnya… bahkan suatu haripun, aku akan menghadapi kehilangan orang-orang yang aku sayangi,, dan aku harus siap dalam kondisi itu.

Dan sekarang, alhamdulillah sudah membeli hape baru.. alhamdulillah dapet yang murah tapi kualitas oke, hehehe.. buat teman-teman yang baca tulisan ini.. sms aku yaa dengan mengetik namanya di badan smsnya,, biar aku save nomornya..^__^

Hanya kepada Allah kita meminta, hanya kepada Allah-lah kita kembali πŸ™‚

Posted in Melancholische Seite

mari bersholawat.. :)

Ketika hati sedang gundah, berusaha menyembunyikan guratan luka yang ada,,

Ketika hati diliputi rasa duka lara,, akan jauh lebih tenang ketika mengingat Rasul kita…

Perjuangan Rasulullah SAW, duka yang Rasulullah SAW dapatkan jauh lebih dari apa yang diri ini punya…

Setiap mengingat salah satu dari 3 kata terakhir sebelum kepergian Rasulullah SAW,,,ANNISA (perempuan)…

hati ini jauh lebih sakit dari segala sakit yang ada, karena merasa tak pantas diri ini disebut olehnya…

Walau demikian, hati ini tetap berharap kelak mendapatkan syafa’at darinya…

Mari kita bersholawat… πŸ™‚

nb: jazakillah khair untuk mbak Rahmania Budiharjo yang senantiasa mengingatkan diri ini untuk menghidupkan kembali cita-cita akhirat,,, berada dalam barisan umat Rasulullah SAW.. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

ana uhibbukifillah,mbak… πŸ™‚

Posted in Cerita Hidup

jangan sia-siakan uang 100 ribu-nya!

Terlalu mudah kita mengeluarkan uang 100 ribu untuk jajan…
Untuk sekedar kongkow-kongkow atau membelanjakan kebutuhan sekunder yang belum tentu memberikan manfaat lebih, atau membelanjakan kebutuhan primer tetapi kualitasnya terlalu berlebihan…

Terlalu cepat kita menghabiskan uang 100 ribu untuk diri sendiri…
tanpa sadar selembar demi selembar uang berwarna merah itu keluar dengan mudahnya dari dompet… atau mengandalkan kartu debit untuk melakukan transaksi…

Pagi ini mama bercerita tentang salah seorang temannya yang sama-sama aktif di kelompok terapi Reiki-Linchi. Beliau adalah seorang penjual jajanan anak sekolah, bersuamikan seorang tukang becak. Sampai saat ini beliau masih suka minder kalau diajak jalan-jalan bareng. Pernah suatu hari diajak makan di restoran, beliau terlihat bengong dan diam.. duduk memandangi makanannya, makan secukupnya saja. Diajak ke mall-pun, beliau juga bengong, seolah-olah ga percaya kalau beliau bisa masuk ke mall, sampai-sampai beliau minta dicubit tangannya,,“saya ga lagi mimpi kan?”

Mungkin memang terlihat lebay..berlebihan sekali! kok bisa ada orang yang ga pernah masuk mall jaman sekarang!
tapi ini benar-benar kenyataan, kyky..! dan orangnya ada di hadapan kamu saat itu. Yaa.. masih ada saudara kita yang untuk masuk ke mallpun ga pernah terlintas di pikirannya,, untuk makan di restoranpun harus mikir beratus-ratus kali…! Sedangkan kamu? dalam sekejap saja 100 ribu bisa kamu raih, dalam sekejap pula uang itu melayang, menghilang entah kemana… berpuluh-puluh nominal angka silih berganti seliwar seliwer di tabungan kamu..! begitu mudahnya menapakkan kaki di mall, makan sesuka hati, mengikuti hawa nafsu karena kebiasaan yang selama ini kamu lakukan untuk diri kamu sendiri!

Jadi inget kata-kata papa.. Jarang sekali manusia yang mau mengukur diri,,apalagi ngukur diri tentang keuangan… terlena dengan fasilitas yang ada, tidak sadar bahwa semua fasilitas itu lama-lama tidak baik untuk diri sendiri, apalagi ketika Allah memberikan sedikit ujian keuangan untuk kita.. kebanyakan kita ga siap dengan ujian itu, lalu merasa kehilangan berlebihan terhadap harta,, syukur-syukur kalau bisa ngambil hikmah atas ujian itu..kalau ternyata melakukan hal-hal keji seperti korupsi, nilep uang, nyopet, ngerampok, dan lain-lain? Yaa…memang diri ini butuh mengaji! Mengaji diri untuk menjadi manusia yang kalau dikasih rizki dia bersyukur,, dikasih ujian juga bersyukur plus tawakkal, karena semua yang ada di dunia ini cuma titipan Allah..bukan hak milik!

Yaah.. meski hidup serba berkecukupan, alangkah lebih baik jika kita mengarahkan rasa syukur kita ke hal-hal yang lebih mengasah sensitifitas batin untuk mengkaji kembali keuangan kita, menilik kembali pola hidup kita, dan mengajarkan diri untuk senantiasa berbagi dengan sesama.

Hidup berkecukupan itu anugerah,, cukup hidup itu pilihan. Memilih bagaimana kata cukup itu diharfiahkan dalam kehidupan sendiri.

Menjadi pengelola keuangan yang cerdas,,, cukup untuk lahir,, cukup untuk batin…
Hayoo..jangan sia-siakan uang 100 ribunya…\^o^/ (huehehhehe…siap, mam!)

Posted in Melancholische Seite

Spesial for my Rasulullah SAW

di penghujung waktu 12 Rabiul Awal ini, aku tuliskan sesuatu untuk Rasul kesayanganku, idolaku, pembimbing hidupku, teladan hidupku,,,

 

Illa hadhrotin nabbiyyil mushthofaa rosuulillaahi shollallaahu ‘alaihi wasallam, Wa’alaa aalihii wa ashhaabihil kiroom, syaiul lillaahi lahumul..

“Teruntuk kepada junjungan Nabi yang terpilih, utusan Allah, semoga Allah mencurahkan kesejahteraan dan keselamatan atasnya, keluarganya, dan para sahabatnya yang mulia..”


Allohumma sholli wasallim wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadinin nuuridz dzaatii, wassirris saarii, fii saa-iril asmaa-i wash shifaat

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat, kesejahteraan, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, cahaya Dzat dan cahaya yang mempunyai rahasia dalam seluruh nama dan sifat.”


Allohumma sholii wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqo, walkhootimi limaa sabaqo, wan naashiril haqqi bil haqqi, wal haadii ilaa shiroothikal mustaqiim, shollalloohu ‘alaihi wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii haqqo qodrihii wamiqdaarihil ‘azhiim

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam serta keberkahan kepada junjungan kami, Muhammad, pembuka sesuatu yang terkunci, penutup sesuatu yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran, penunjuk ke jalanMu yang lurus. Semoga Rahmat Allah senantiasa tercurah kepadanya, keluarganya dan para sahabatnya sesuai dengan derajat dan kedudukan yang tinggi.”

 

Allohmma sholii sholaatan kaamilataw wasallim salaaman taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil ladzii tanhallu bihil ‘uqodu watanfariju bihil kurob, watuqdhoo bihil hawaa-iju watunaalu bihirroghoo-ib, wahusnul khowaatimi wayustasqol ghomaamu biwajhihil kariim, wa’alaa aalihii washohbihii fii kulli lamhatiw wanafasim bi’adadi kulli ma’luumillak

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami, Muhammad, yang dengan itu Engkau lepaskan segala ikatan yang membelenggu, dihilangkan dari segala kesusahan, ditunaikan semua hajat dan tercapai segala keinginan, serta meninggal dunia dengan akhir yang baik, mendapat curahan air dari awan berkat wajahMu yang mulia, juga kepada keuarga dan para sahabatnya, dalam setiap kedipan mata dan tarikan nafas, sebanyak pengetahuan yang Engkau miliki.”

 

Washollallahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa’alaa aalihii washohbihii wasallam. Walhamdulillahi robbil’alamiin.

“Ya Allah, limpahkanlah selalu rahmat kepada Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”