Posted in kyky belajar, Mari Membaca

DO’A-DO’A

DO’A SETELAH SHALAT TARAWIH

Ya Allah SWT jadikanlah kami sempurna dengan keimanan kami. Melaksanakan kewajiban-kewajiban kami. Memelihara sholat-sholat kami. Senantiasa meminta apa-apa yang Engkau miliki. Berharap terhadap ampunan-Mu. Senantiasa berpegang teguh terhadap petunjuk-Mu dan berpaling terhadap perbuatan sia-sia.

Ya Allah SWT jadikanlah kami orang-orang yang zuhud terhadap dunia. Senang terhadap akhirat. Ridha terhadap ketetapan-Mu. Syukur terhadap segala nikmat. Sabar terhadap semua cobaan, serta ikut di bawah bendera Nabi Muhammad SAW di hari kiamat nanti.

Ya Allah SWT jadikanah kami termasuk orang yang menikmati danau Rasulullah. Orang yang masuk surga. Selamat dari neraka. Menikmati kursi kehormatan di surga. Beristri dengan bidadari-bidadari dan berhias diri dengan emas dan intan permata surga.

Ya Allah SWT jadikan kami orang yang bisa menikmati makanan surga. Meminum susu dan madu jernih. Dengan mangkuk periuk dan gelas dari permata. Bersama orang-orang yang Engkau beri kenikmatan dari para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang syahid dan orang-orang yang sholeh. Mereka itu menjadi sebaik-baik teman. Demikian itu adalah keutamaan dari Allah SWT dan cukuplah bagi Allah SWT Dzat Yang Maha Tahu.

Ya Allah SWT jadikanlah kami di malam yang mulia dan penuh daengan berkah ini menjadi orang yang berbahagia yang diterima segala amalnya. Janganlah Engkau jadikan kami orang yang celaka yang tidak diterima amalnya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah ke pangkuan junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Keluarganya dan seluruh sahabatnya. Dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi-Mu, Robb sekalian alam. Aamiin.

 

DO’A SETELAH SHALAT

Dengan nama Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah SWT Tuhan seru sekalian alam, yang telah memenuhi dan menyempurnakan segala nikmat-Nya. Ya Allah SWT Tuhan kami, bagi-Mu segala puji yang sesuai dengan kebesaran dan keagungan kekuasaan-Mu.

Ya Allah SWT, berilah kami rasa takut kepada-Mu yang dapat menghalangi dengan rasa takut itu antara kami dan bermaksiat kepada-Mu. Berilah kami ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami dengannya ke surga-Mu. Berilah kami keyakinan yang dapat meringankan musibah dunia yang menimpa kami.

Ya Allah SWT, berilah kami kepuasan dengan pendengaran-pendengaran kami, penglihatan-penglihatan kami, kekuatan-kekuatan kami selama Engkau memberi hidup kepada kami. Dan jadikanlah semua itu yang mewarisi kami (jangan sampai Kau tinggalkan semua itu sebelum kami meninggal). Balaslah orang yang berbuat aniaya kepada kami, tolonglah kami dalam menghadapi musuh-musuh kami. Dan janganlah Engkau menimpakan cobaan dalam agama kami, janganlah Engkau menjadikan dunia ini menjadi tujuan utama kami dan jangan pula dijadikan puncak pengetahuan kami, serta janganlah Engkau jadikan orang yang tidak mempunyai rasa belas kasihan kepada kami menjadi pemimpin kami. Dengan rahmat Engkau wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya Allah SWT, satukanlah hati-hati kami. Perbaiki jiwa-jiwa diantara kami. Tunjukkanlah kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan menuju cahaya terang. Jauhkanlah kami dari perbuatan keji baik yang nampak maupun yang tidak nampak darinya. Berkahilah kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, hati-hati kami, istri-istri kami, anak keturunan kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang.

Ya Allah SWT, janganlah Engkau kuasakan musuh-musuh itu atas diri kami, dan jadikanlah pembalasan kami atas siapa saja yang menganiaya kami, dan menangkanlah kami atas siapa saja yang memusuhi kami.

 

Selamat beri’tikaf.. ^__^

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

HARI RAYA IDUL FITRI

Rangkaian ibadah pada Bulan Ramadhan diakhiri dengan Idul Fitri. Id secara etimologis (bahasa) berarti kembali. Dan fitri berarti terbuka atau fitrah. Sedangkan secara stilah Idul Fitri ialah kembali erbka (makan minum) setelah berpuasa atau kembali kepada fitrah setelah mengalami masa training dan pembersihan selama bulan Ramadhan.

 

HUKUM DAN DISYARATKANNYA “IDUL FITRI”

Hari Raya Idul Fitri disyariatkan pada tahun pertama hijriyah. Seperti dilaporkan Anas ra, adalah mereka (penduduk Madinah) memiliki dua hari raya, hari dimana mereka bermain dan bergembira, sampai Rasulullah bertanya:

Apakah tujuan dan ati dua hari raya ini? Mereka menjawab: pada zaman jahiliyah dulu kmai bermain pada dua hari raya ini. Rasulullah  SAW berkata: Sesungguhnya Allah SWT telah mengganti dua hari raya itu dengan hari raya yanglebih baik, yakni hari raya “ Idul Fitri” dan hari raya “Idul Adha”. (HR Nasai-Ibnu Hibban)

Hukum Shalat Idul Fitri adah Sunnah Mu’akad yaitu sunnah yang sangat dipelihara dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Dalil yang menunjukkan atas disyari’atkannya shalat Idul Fitri antara lain:

  1. Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2
  2. Hadist Mutawattir, bahwa “Rasulullah SAW shalat Idul Fitri yang pertama pada tahun kedua Hijriah sebagaimana dilaporkan oleh Ibnu Abbas.” (HR Bukhari-Muslim)
  3. Ijma ulama, para ulama disyariatkannya shalat Idul Fitri.

 

WAKTU SHALAT IDU FITRI

Para ulama sependapat bahwa “Waktu shalat Idul Fitri sejak terbit matahari Syawal hingga sebelum Syawal (dzuhur), seperti waktu shalat dhuha. (HR. Ahmad)

“Disunnahkan agar menyegerakan Shalat Idul Adha dan mengakhiri sedikit Shalat Idul Fitri.” (HR Syafi’i)

Hikmahnya untuk shalat Idul Adha agar waktu menyembelih hewan qurban lebih panjang. Sedangkan untuk Idul Fitri waktu menyalurkan zakat lebih luas.

 

TEMPAT SHALAT IDUL FITRI

Para ulama sepakat bahwa tempat shalat Idul Fitri untuk Makkah yang afdhol dilaksanakan di Masjid Al-Haram. Dan untuk luar Makkah, ada dua tempat:

  • Jumhur ulama (kebanyakan ulama) melihat bahwa yang afdhal dilaksanakan di tanah lapang (bukan masjid), kecuali dalam keadaan darurat atau uzur syar’i seperti hujan, maka dilaksanakan di masjid seperti dilaporkan Abu Hurairah (HR Abu Daud dan Al Hakim)
  • Ulama Mahzab Syafi’i, melihat bahwa pelaksanaan shakat Idul Fitri lebih afdal di Masjid, sebab masjid adalah tempat yang paling mulia. Kecuali apabila masjidnya sempit maka yang afdhal di tanah lapang jika ada, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW (HR Bukhari-Muslim)

Dengan tetap menjaga prinsip ukhuwah dan menyadari bahwa kita berada dalam suasana hari raya Idul Fitri masalah perbedaan pendapat tentang pelaksanaan Idul Fitri tidak perlu dipertentangkan, yang menjadi masalah adalah jika ummat Islam tidak melaksanakan shalat Idul Fitri.

 

TATA CARA SHALAT IDUL FITRI

Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat. Syarat dan rukun Shalat Id mengikuti syarat dan rukun shalat wajib. Setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama disunnahkan membaca takbir sebanyak tujuh kali takbir. Dan pada rakaat kedua, lima kali takbir tidak termasuk takbir ketika bangkit dari sujud (rakaat pertama) ke rakaat kedua (takbiratul qiyam) dilakukan dengan mengangkat kedua tangan setiap takbir. Tata cara ini sebagaimana dilaporkan Amar bin Syuaiban (HR. Ahmad, Ibu Majah, Abu Daud, Daruquthi).

Do’a diantara takbir membaca:

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

“Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.”

Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala. Dalam riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan,

“Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”

Shalat Idul Fitri dilakukan sebelum khutbah, sebagaimana dilaporkan Ibnu Umar, “Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Ustman melaksanakan shalat Idul Fitri sebelum Khutbah Idul Fitri.” (HR Bukhari dan Muslim). Riwayat yang sama juga dilaporkan oleh Abu Said.

 

KHUTBAH IDUL FITRI

Pelaksanaan khutbah Idul Fitri setelah shalat Id seperti dilaporkan oleh Ibnu Umar bin Said. (HR. Bukhari- Muslim). Hukum Khutbah ‘Idul Fitri dan mendengarkannya adalah sunnat seperti yang dilaporkan oleh Abdullah bin Said (HR Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah). Dan yang paling afdhal mengikuti seluruh rangkaian shalat/khutbah Idul Fitri dari awal sampai akhir. Dan seperti pada shalat Jum’at, khutbah Idul Fitri terdiri dari dua khutbah.

 

HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN PADA WAKTU HARI RAYA

  1. Mengisi malam Idul Fitri dengan ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT, seperti dzikir, shalat, qira’atul Qur’an, tasbih, istighfar dan sebagainya. Lebih afdhal menghidupkan malam Id semalam suntuk, seperti dilaporkan Ubadah bin Shamit (HR Ath-Thahari dan Daruquthni), tentunya kalau kuat, tanpa mengorbankan ibadah-ibadah wajib seperti, shalat isya dan shalat Subuh tepat pada waktunya dengan berjama’ah. Menghindarkan acara hura-hura, takbiran sambil menabuh beduk yang justru mengganggu (tidak khusyu), memutar kaset takbiran sementara orangnya tidur dan lain-lain, yang bertentangan dengan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.
  2. Mandi (HR Ibnu Majah), memakai wangi-wangian/parfum (HR Baihaqi), bersiwak (menggosok gigi), memakai sebaik-baik pakaian.
  3. Bersegera (berpagi-pagi) menuju tempat shalat Idul Fitri dengan tenang dan penuh ketulusan. Dan lebih afdhal berjalan kaki sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti dilaporkan oleh Ali bin Abi Tholib (HR Tirmidzi).
  4. Makan (sarapan) sebelum berangkat Idul Fitri.
  5. Membayar zakat fitrah sebelum berangkat shalat Idul Fitri (batas akhir pembayaran zakat fitrah). Sekalipun zakat fitrah boleh saja dibayar beberapa hari sebelum Idul Fitri (HR Abu Daud, Ibnu Majah, Daruqutni, Al-Hakim)
  6. Bergembiralah dan menggembirakan sesama muslim dan lebih mempererat tali ukhuwah di antara kaum muslimin.
  7. Disunnahkan juga agar jalan ketika pergi dan jalan ketika pulang tidak sama. Seperti yang dipraktekkan Rasulullah SAW seperti dilaporkan oleh Jabir (HR Bukhari)

 

IDUL FITRI BAGI KAUM WANITA DAN ANAK-ANAK

Sebagaimana halnya kaum pria, kaum wanita dan anak-anakpun disunnatkan menghadiri shalat Idul Fitri. Begitu halnya orang-orang tua, gadis perawan, wanita-wanita haid dan nifas. Seperti dilaporkan oleh Ummu Athiyah (HR Bukhari-Muslim)

Adalah Rasulullah SAW keluar bersama istri putri-putrinya untuk melaksanakan Idul Fitri dan mendengarkan khutbah. (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan Ibnu Abbas). Adapun untuk wanita haid dan nifas cukup mendengarkan khutbah tidak ikut shalat.

 

ADZAN DAN IQAMAT

Tidak disyariatkan adzan dan iqomat pada waktu Idul Fitri dan Idul Adha seperti dilaporkan Ibnu Abbas dan Jabir. (HR Bukhari-Muslim)

 

SHALAT QABLIYAH DAN BA’DIYAH

Tidak ada satu riwayatpun bahwa Rasulullah dan sahabatnya mengerjakan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah pada waktu shalat Idul Fitri. (HR Jama’ah dari Ibnu Abbas)

Kecuali kalau shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid, maka tetap disunnahkan tahiyatul masjid.

 

BERGEMBIRA PADA HARI RAYA IDUL FITRI

Ummat Islam disunnahkan untuk bergembira dan menggembirakan orang lain pada Hari Raya Idul Fitri. Dengan memakai pakaian yang terbaik merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya, makan minum yang halal dan tidak isrof (berlebihan), saling berjabat tangan (kecuali antara pria dan wanita yang bukan muhrim), saling berkunjung, saling memberi/mengirim ucapan selamat (bermaaf-maafan) dan saling bertukar hadiah dalam batas-batas yang wajar. Hal ini menunjukkan hikmah ajaran Islam yang selalu menjaga keseimbangan (tawazun).

 

PASCA RAMADHAN

Ummat Islam hendaknya berupaya melestarikan nilai-nilai dan amaliyah Ramadhan yang telah dibina selama sebulan penuh dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya dengan melaksanakan puasa sunnah selama 6 hari pada bulan Syawal.

Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Our Lunch Today: Kami (Tidak) Berbeda-2

Sampai di dalam restoran, Bapak Sekretaris Perusahaan memesan tempat untuk 10 orang. Di luar dugaan tiba-tiba salah satu Direktur Perusahaan datang dan bergabung. Waduh! Salah rombongan nih saya! >_<

Suasana tiba-tiba mendadak resmi. Semua orang pada megang Gadget masing-masing. Begitu pula saya yang lagi keki, jadinya ikutan sok sibuk dengan handphone. Karena semua orang ‘sibuk’, tiba-tiba Pak Direktur nyeletuk, “Yaudah kita makan di meja masing-masing saja! Masak satu meja makan semuanya sibuk sama handphone!” Gara-gara ditegur gitu, kami semua serempak menyimpan gadget kami masing-masing, hehe..

Kemudian kami memesan makanan kepada pelayan restoran. Seperti biasa, Cici Sari memberikan notifikasi paling panjang kepada pelayan restoran. “Gak pake MSG, gak pake kaldu, gak pake bawang, dan gak pake bakso, sosis, kornet, sarden, apapun yang mengandung unsur hewani!” Karena kami semua di meja sudah sering sekali makan dengan Cici Sari, kami pun sudah hapal apa saja yang akan dinotifikasikan Cici Sari kepada pelayan restoran. Dan seperti biasa, Pak Direktur dan Pak Sekretaris Perusahaan ngegoda pesanannya Cici Sari. Kemudian Bapak Direktur cerita banyak tentang petualangan beliau waktu muda. Dan suasana meja makanpun menjadi hangat kekeluargaannya.

Hampir semua makanan yang dipesan sudah keluar, tetapi tinggal pesanan saya yang belum keluar. Sayapun masih sabar menunggu makanan saya keluar. Tiba-tiba Cici Sari memanggil pelayan restoran dan menanyakan makanan pesanan saya. Karena terlalu lama, akhirnya Bapak Direktur nanya,

Pak Direktur: “Kamu orang pesan makan apa sih?”

Saya: “Pesan nasi goreng teri medan, Pak!”

Pak Direktur: “Makanya kalau pesan itu tanya menu yang paling laris apa, biasanya itu stoknya paling banyak dan paling fresh.”

Saya: “Iya nih, Pak! Salah strategi. Terinya masih beli di Medan soalnya, ehehehe..”

Pak Direktur: “Salah! Karena pesanan kamu orang gak laris, jadi mereka taruh bahan bakunya di freezer paling bawah. Mereka masih ngubek-ngubek freezernya! hahahaa… Hati-hati lho manatau udah kadaluarsa! :p ”

Saya: “Yee..bapak! Emangnya restoran gak punya sistem cek stok gudang!” (protes, karena saya dulu manager restoran :p )

Karena sudah sering dicerewetin sama Cici Sari, akhirnya pelayan restorannya mengeluarkan pesanan makanan saya. XD

Saat saya mau makan, Bapak Sekretaris Perusahaan nanya, “Teri medannya ada gak, Ky?” Dengan senyum sumeringah saya jawab, “Ada, Pak! Hehe..”

Setelah hampir semua penghuni meja selesai makan, tiba-tiba datang dua orang penting di Grup, yang pastinya belum saya kenal. Mereka ikut gabung makan bersama kami. Salah satunya saya familiar, pernah papasan di lift kantor. Agak membuat saya minder pas satu lift waktu itu. Eee..ini malah satu meja makan sekarang! XD

Selesai makan, Bapak Direktur beranjak duluan dari meja dan menuju kasir. Ternyata makan siang hari ini ditraktir Pak Direktur! Alhamdulillaaaah…. ^__^v

Bapak Direktur, Bapak Sekretaris Perusahaan dan dua orang penting di Grup tadi duluan meninggalkan restoran. Tinggal Saya, Cici Sari, Cici Yulia, Koko Rully dan Edward yang belakangan meninggalkan restoran. Dan kami sempat foto-foto dulu ^__^v

Ci Yulia-Aku-Ci Sari

Ci Yulia-Aku-Ci Sari-Koko Rully

Edward-Ci Yulia-Aku-Ci Sari

Dalam perjalanan kembali ke kantor, ketika kami berada di beranda Pacific Place Jakarta, banyak sekali kaum ekspatriat. Di beranda Pacific Place, angin berhembus kencang sekali, sehingga orang yang mengenakan rok harus memegangi roknya. Di depan saya ada Wanita bule yang memakai rok mini dan roknya tiba-tiba berkibar ke atas. Spontan saya teriak,“KOKO TUTUP MATA!” dan jawabannya Koko, “Aku gak perlu tutup mata kali!” (sambil masang tampang bete)

Koko: “Aku kan gak perlu naik haji. Jadi boleh donk liat!”

Saya: “Ya Allah! Aku lupa! Maaf yaa, Ko! Kita beda agama yah? hiii hiii hiiii” (sambil nyengir)

Koko: (-__-“)

Saya: “Yaa..tapi kan Ko, bukan yang naik haji aja kali yang gak bole liat.. yang belum naik haji juga gak bole liat..ehehe..”

Koko: (-__-“)

Mungkin karena tiap hari saya bersama Cici Sari, Cici Yulia dan Koko Rully jadi kami semua tidak merasa kalau kami berbeda. Pernah waktu itu saya bahas kalau saya berbeda dengan mereka semua. Baik ras, agama, maupun penampilan, karena hari itu banyak orang yang ngeliatin kami. Tapi setelah itu saya ditegur Koko. Koko bilang tidak ada yang beda dan tidak ada yang membeda-bedakan. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi menyinggung masalah itu kalau-kalau kami diliatin orang lagi.

Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Our Lunch Today: Kami (Tidak) Berbeda-1

Jakarta, 21 Juni 2013

Hari ini saya seperti biasa makan siang sama Cici Sari, Cici Yulia, dan Koko Rully. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba Bapak Sekretaris Perusahaan ajak kami makan bersama di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Jadilah kami pergi bersama Bapak Sekretaris Perusahaan dan satu anak buah beliau yang namanya Edward.

Saat akan pergi, kami berpapasan dengan salah satu Ibu Komisaris Grup Perusahaan. Bapak Sekretaris Perusahaan memperkenalkan rombongan yang dibawa. Bapak memperkenalkannya sebagai rombongan dokter perusahaan,, yaa karena Cici Sari, Cici Yulia dan Koko Rully adalah dokter perusahaan. Dan karena saya merasa bukan, akhirnya saya agak sedikit menjauhkan diri dari rombongan. Daa bukan orang penting juga sih sayanya, hehe. Tapi di luar dugaan, Bapak Sekretaris Perusahaan memanggil nama saya untuk ikut diperkenalkan. Hii..saya kira bapak gak akan memperhitungkan saya dalam rombongan karena bukan orang penting, ternyata beliau memperhatikan itu. 😀

Untuk masuk ke Gedung BEI harus memakai kartu akses gedung tersebut. Jadilah kami harus menyerahkan KTP ke bagian keamanan. Ketika di bagian penukaran KTP dengan kartu akses, tiba-tiba Ci Yulia bilang dia gak bawa KTP,, jadi saya kasih pinjam SIM saya untuk kartu akses Ci Yulia. Sambil bercanda, Ci Sari bilang, “Ntar kalo dipanggil Rizky Ayu, lu nyahut ya, Pao! Haha” (Pao adalah panggilan kesayangan Ci Yulia). Dan saya baru sadar kalau… kami berbeda! Ci Yulia kan gak pake jilbab! *tepok jidat!

Saat menuju pintu masuk, kami mengalami kendala. Kartu akses yang kami dapatkan tidak bisa membuka pintu masuknya. Dan ternyata oh ternyata.. kami salah meletakkan posisi kartu aksesnya! Kami meletakkan kartu akses tepat di tanda panah hijau, seperti yang kami lakukan di Gedung AG. Tapi ternyata kartu akses harus diletakkan di bagian hitam pintu masuk, wkwkwk.. Bapak Sekretaris Perusahaan yang sudah masuk terlebih dahulu senyum-senyum menertawakan kami yang kuper XD

Setelah berhasil masuk, kami mengikuti kemana Bapak Sekretaris Perusahaan melangkah. Saya yang sebenarnya lagi program irit agak sedikit was-was kalau-kalau Bapak ngajaknya ke restoran mahal. Sambil ngikutin langkah rombongan, sambil mikir anggaran rumah tangga 😛

Akhirnya langkah rombongan tertuju pada sebuah restoran cina. Shanghai Garden namanya. Waduw! Sekarang mah bukan perkara harga lagi, tapi perkara saya bisa makan atau gak ini mah! Saya pun memperlambat langkah kaki yang tadinya sejajar dengan Cici Sari dan Cici Yulia. Saya berpikir untuk kabur sebenarnya, hahaha.. Habisnya daripada semua orang gak jadi makan gara-gara saya, mending saya yang mengundurkan diri. Dan saya berpikir toh Pak Sekretaris Perusahaan gak akan sadar kalau saya gak ada, karena saya bukan orang penting, ehehehe.. Tapi tetap aja saya gak boleh kabur! Kalau saya kabur karena alasan gak ada makanan yang bisa saya makan, saya perkirakan Cici Sari pasti akan pergi menyusul saya dan ikutan gak makan dengan rombongan atau menyusul saya dan meminta Bapak Sekretaris Perusahaan ganti restoran biar saya bisa makan. Padahal Cici Sari adalah salah satu orang kepercayaan Bapak Sekertaris Perusahaan. Huhu, cici saya yang satu ini emang (kebaikannya) luar biasa canggih deh  buat saya! Akhirnya saya mikir sambil memperlambat langkah.

Karena langkah yang lambat inilah saya jadinya berada di posisi sejajar dengan Koko Rully dan Edward. Karena curiga, Koko nanya..

Koko Rully: “Kenapa kamu, ky?”

Saya: “Koko..bapak ngajaknya ke restoran cina nih.. gimana donk? Curiga aku gak bisa makan..”

Koko Rully: “Lha kan ada Ci Sari disitu.. kamu makan aja apa yang Ci Sari makan. Kan Ci Sari vegetarian.”

Saya: “Tapi Ci Sari kan masih bisa makan makanan yang ada arak ato sakenya.. sedangkan aku gak bisa, ko.. Apa aku kabur aja yah? Ato aku minum aja deh nanti disana.”

Edward: “Yaudah, teh.. Lu pesen aja nasi dan lauk pauknya.. Biar gw dan koko yang makan lauk pauk punya lu..hahaha..” (Teteh adalah panggilan Edward untuk Saya)

Koko Rully: “Haha, benar tuh kata Edward! Kamu makan nasi sama kecap asin aja, lauknya kita yang makan, hahahaha…”

Saya: (-_-“)

Dan akhirnya saya memutuskan untuk ikut masuk ke dalam restoran.

Di dalam restoran ternyata banyak konsumen yang berjilbab! “Alhamdulillah pertanda ini restoran aman buat pesan makanan, hihihi..” sambil masang muka senyum senang ke Koko dan Edward ^__^v

Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Tank Top Biru Muda

Tadi pagi Cici di kosan minta pendapat saya mengenai pakaian yang dia kenakan untuk ke kantor. Hari ini Cici pakai temanya casual, baju putih dipadupadan celana jeans dan sepatu kulit semi boot coklat. So far, oke… penampilannya gak ada masalah, baju putihnya semi kalong, celana jeansnya… juga okelah untuk ukuran Cici. Tapi.. ups! Baju putihnya menerawang bo! Spontan saya berkomentar kalau baju Cici menerawang!

Walau saya mengomentari baju Cici menerawang, tapi saya coba kasih alternatif padu padan apa yang cocok supaya secara fashion oke, tapi tetep ‘aman’. Saya kasih saran Cici supaya pakai Tank top.

Saya: “Pakai Tank top putih aja, Ci… biar gak menerawang banget..”

Cici: “Tapi Cici adanya Tank top hitam..”

Saya: (duh, gak matching donk yah?!) “Yang putih ato warna lain ada gak, Ci?”

Cici: “Warna orange ada sih..”

Saya: “Pakai yang orange aja, Ci.. masih masuk dengan warna sepatu Cici yang coklat muda.” 😉

Cici: “Ah tapi gak keliatan banget kok, Ky! Bagian depannya kan ada kantung baju, jadi gak kentara kok!”

Saya: “Iya, sih.. tapi belakangnya keliatan.”

Cici: “Ah, gak kentara kok!”

Yaaa… terjadilah debat pendapat perihal baju. Emang pada dasarnya Cici kekeuh, jadi saya harus mutar otak cari alasan supaya Cici mau pakai Tank top.

Saya: “Cici aktivitasnya kesorot lampu atau kena sinar matahari gak?”

Cici: “Mestinya sih gak! Kan Cici di ruang kerja, paling ke mobil buat makan siang. Udah!”

Saya: (Duh! musti nyari alasan lain!)

Saya: “Cici nanti aktivitasnya keringetan gak? Soalnya kalo keringetan baju bagian punggungnya akan nempel ke badan.. jadinya menerawang deh..”

Cici: “Mestinya gak sih!… Udah yah, Cici pergi dulu! Bye!”

Cici: (balik lagi) “Yaa.. lumayan lah, Ky! Amal!”

Saya: (shock sih sebenarnya, tapi wajahnya tetap manis 😀 ) “Yaaa.. amal di Bulan Puasa..” (sambil nyengir)

Merasa gagal memberi saran ke Cici cukup sedih juga sih.. Soalnya ini kan Hari Jum’at, apalagi Bulan Ramadhan! Huff! Jadinya saya berdoa semoga hari ini tidak ada sodara-sodara Muslim yang terlalu memperhatikan baju Cici atau bahkan semoga Cici cuma bertemu wanita saja hari ini, walau sebenarnya mustahil sih! huff!

Eh kok yah dilalah Cici balik lagi…

Cici: “Ky, kayaknya Cici punya Tank top biru muda deh! Cocok kali yah pakai itu?”

Saya: “Cocok, Ciii!!! Cocooook!! Pas banget sama celana jeans birunya!” (semangat 45)

Gak lama, Cici masuk dan keluar lagi dengan baju yang didalamnya sudah dilapisi Tank Top biru.

Alhamdulillah… Allah baik banget! Ngubah hatinya Cici yang tadinya kekeuh jadi luluh mau pakai Tank top. ^_^

Sebenarnya saya sayang sama saudara-saudara yang sedang berpuasa, karena pasti akan tergoda kalau ngeliat bajunya Cici. Tapi saya jauh lebih sayang sama Cici, karena menjadi tidak ‘aman’ memakai baju itu. Kita kan tidak pernah bisa mengendalikan dan tidak akan tahu pemikiran orang. ^_^

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

MENGGAPAI LAILATUL QADAR

Diisyaratkannya ibadah shaum (puasa) Ramadhan kepda umat Islam oleh Allah SWT mempunyai tujuan agar umat islam dapat merealisasikan nilai taqwa. Untuk melengkapi nikmat tersebut Allah SWT memberikan kurnia berupa Lailatul Qadar pada satu malam di bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya kami telah menurunkan AlQuran pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala sesuatu. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS AlQadar: 1-5)

 

KEUTAMAAN LAILATUL QADAR

Ayat di atas jelas menunjukkan nilai utama dari Lailatul Qadar. Mengomentari ayat di atas, Anas bin Malik ra menyebutkan bahwa

“Yang dimaksud dengan keutamaan disitu adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawah AlQuran, dan dzikir serta amal sosial seperti shadaqah dan zakat yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa seribu bulan, (tentu di luar malam Lailatul Qadar).

Dalam sebuah riwayat, Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah SAW bahwa “Sesungguhnya Allah SWT mengaruniakan LAILATUL QADAR untuk umatku, dan tidak memberikan kepada umat-umat sebelumnya.

Berkenaan dengan ayat 4 surat Al-Qadar, Abdullah bin Abbas ra menyampaikan sabda Rasulullah, bahwa pada saat terjadinya Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi menghampiri hamba-hamba Allah SWT yang sedang qiyamul lail atau melakukan dzikir dan malaikat mengucapkan salam kepada mereka. Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka dan Allah SWT menerima taubat dari hamba-hambaNya yang bertaubat.

Dalam riwayat Abu Hurairah ra seperti dilaporkan oleh Bukhari, Muslim dan Baihaqi, Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan:

Barangsiapa yang shalat pada malam Lailatul Qadar, karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni semua dosa yang telah lalu.” (HR Bukhari)

Demikian banyaknya keutamaan Lailatul Qadar, Ibnu Al Syaibah pernah mengungkapkan Hasan Al Bahri, katanya “Saya tidak pernah tau adanya hari atau malam lebih utama di malam yang lainya, karena lailaul qadar lebih utama dari (amalan) seribu bulan.”

 

HUKUM MENGGAPAI LAILATUL QADAR

Memperhatikan pada arahan (taujih) Rasulullah SAW, serta contoh yang beliau tampilkan dalam upaya “menggapai” Lailatul Qadar “Barangsiapa mencari Lailatul Qadar, hendaklah dia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh” (HR Ahmad). Para ulama berkesimpulan bahwa berupaya menggapai Lailatul Qadar hukumnya sunnah.

 

KAPANKAH TERJADINYA LAILATUL QADAR

Sesuai dengan fiman Allah SWT pada awal surat Al Qadar, serta pada ayat 185 surat Al Baqarah, dan hadis Rasulullah SAW maka para ulama bersepakat bahwa lilatul qadar terjadi pada malam bulan Ramadhan. Bahkan seperti diriwayatkan oleh Ibnu umar, Abu Dzar dan Abu Hurairah, Lailatul Qadar bukan sekali terjadi pada masa Rasulullah SAW saja, tetapi terus berlangsung pada setiap bulan Ramadhan dan untuk umat Muhammad SAW terjadi sampai hari kiamat.

Adapun tentang penentuan kapan terjadinya Lailatul Qadar, para ulama berbeda pendapat disebutkan disebabkan beragamnya informasi hadist Rasullullah serta pemahaman para sahabat tentang hal tersebut.

“Lailatul Qadar pada malam 17 Ramadhan malam diturunkannya Al-Qur’an.

Hal ini disampaikan oleh Zaid bin Arqam dan Abdullah bin Zubair ra (HR Ibnu Asy Syaibah, Baihaqi dan Bukhari dalam Tarikh)

  1. Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Diriwayatkan oleh Aisyah ra dari sabda Rasulullah SAW: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan(HR Bukhari, Muslim dan Baihaqi)
  2. “Lalilatul Qadar terjadi pada malam tanggal 21 bulan Ramdhan, berdasarkan hadist riwayat Abi Said al Khudri yang diaporkan oleh Bukhori dan Muslim.
  3. “Lailatul Qadar terjadi pada malam tanggal 23 Ramadhan, berdasarkan hadist riwayat Abdullah bin Unais al Juhany, seperti dilaporkan Bukhari dan Muslim.
  4. “Lailatul Qadar terjadi pada malam 27 bulan Ramadhan, berdasarkan hadist riwayat Ibnu Umar, seperti dikutip oleh Ahmad. Dan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Syaibah, bahwa Umar bin Khatab, Hudzaifah serta sekumpulan besar sahabat mengatakan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam 27 Ramadhan. Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, juga pernah menyampaikan kepada sahabat yang lebih tua, lemah, tak mampu qiyam berlama-lama meminta nasehat kepada beliau, kapan ia bisa mendapatkan Lailatul Qadar? Rasulullah kemudian menasehati agar ia mencarinya pada malam ke 27 bulan Ramadhan (HR Thabrani dan Baihaqi)
  5. Seperti dipahami dari riwayat Ibnu Umar dan Abi Bakrah yang dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim, terjadinya Lailatul Qadar mungkin berpindah-pindah pada malam-malam ganjil sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Sesuai dengan informasi terakhir poin f dan karena langkas serta pentingnya Lailatul Qadar, maka selayaknya setiap muslim berupaya selalu mendapatkan Lailatul Qadar pada sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

 

TANDA-TANDA TERJADINYA LAILATUL QADAR

Seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa Rasulullah pernah bersabda;

Pada saat terjadinya Lailatul Qadar itu, malam terasa jernih terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas, tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan terang benderang tanpa tertutup sesuatu awan.”

 

APA YANG PERLU DILAKUKAN PADA LAILATUL QADAR AGAR DAPAT MENGGAPAI LAILATUL QADAR

  1. Lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadhan, menjauhkan diri keseriusan beribadah. Dalam beribadah hendaknya mengikutsertakan keluarga. Hal itu yang dahulu dicontohkan Rasulullah SAW.
  2. Melakukan I’tikaf dengan sekuat tenaga.
  3. Melakukan qiyamullail berjama’ah, sampai dengan rakaat terakhir yang dilakukan imam.
  4. Memperbanyak do’a memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah SWT dengan lafal

Allahumma Innaka ‘afwa tuhibul afwa fa’fuanni

“Ya Allah ya Tuhan kami, Engkau adalah Maha Pengampun, Mencintai Ampunan, maka ampunilah diri saya.”

Hal inilah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah ra ketika beliau bertanya:

Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kedatangan Lailatul Qadar, apa yang mesti aku ucapkan? Rasulullah bersabda: “ Allahumma Innaka ‘afwa tuhibul afwa fa’fuanni”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

 

MENGGAPAI “LAILATUL QADAR” BAGI MUSLIMAH

Sebagaimana tersirat dari dialog Rasulullah dengan istri beliau Aisyah ra, maka dapat disimpulakn bahwa kaum muslimah pun disyariatkan melakukan optimalisasi ibadah yang memang diperbolehkan untuk dilakukan seorang muslimah.