Posted in Berbagi Tidak Merugi, Catatan Hati di Setiap Sujudku, Melancholische Seite

Dakwah Kami Dari Dana Kami Sendiri…

Dari uang-uang lusuh ini kami biayai ide-ide besar kami..

Tak peduli ‘sumur’ kami lagi kering, tetap kami sisih-sisihkan..

Mungkin dari celengan ini tak akan sampai 2T, tapi kami yakin ia bak tongkat Musa..

Allah-lah yg akan mencukupkannya, bukan hanya 2-3T, bahkan seluruh perbendaharaan dunia ini, Dia akan bukakan..

Karena kami juga yakin dakwah ini big boss-nya Allah, kami cuma pelaksana di lapangan, terlalu sering dalam agenda-agenda dakwah kami…

Saat kami kekurangan dana, kami berdoa, “Ya Allah, ini mau ada agenda dakwah, tapi dananya kurang, tolong tambahin Ya Robb.”… Lalu ada saja jalan keluar yang Dia berikan..

Kami ingat wejangan presiden kami, IDE-lah yang melahirkan sumber daya, bukan sebaliknya..

Kepada para penuduh, (baik via media cetak atau elektronik), tolong siapkan bukti-bukti, bila tak selesai di dunia, Allah pastikan selesai kelak di Mahsyar..

Jangan sampai anda wahai penuduh menjadi muflis, pahala habis malah ditambahi dosa mereka yang anda tuduh..

Tapi seperti kata guru kami dalam kumpulan suratnya, kami akan terus berjuang demi kejayaan bangsa ini.. Tak peduli kami terus difitnah dicaci..

Salam Cinta Kerja dan Harmoni..

Amsa AbdaHu

Sumber: Dakwah Kami Dari Dana Kami Sendiri

————————————————————————————————————————————————————–

Waktu saya baca artikel di atas, saya nangis!

Sebenarnya sudah muak denger media berita yang isinya fitnah daripada kebenaran.. bongkar-bongkar urusan pribadi orang, bahkan berani menyimpulkan sesuatu padahal itu masih sebuah prasangka.. TEGA SEKALI!

Lebih tega lagi ketika mempermasalahkan DANA DAKWAH.. andai mereka tahu kalau memang setiap agenda dakwah yang kami selenggarakan menggunakan uang-uang hasil keringat kami sendiri.. uang-uang lusuh yang kami kumpulkan dalam sunduk.. bahkan ada yang rela memberikan uang lima puluh ribunya untuk masuk ke dalam sunduk, padahal dikantong tersisa lima ribu rupiah untuk makan hari itu.

Itu semua bukan karena hipnotis, bukan karena dalam kondisi tidak sadar.. tapi karena kesadaran penuh diri yang rendah ini bahwa amalan kebaikan kami dicatat Allah! sadar penuh bahwa Allah Maha Adil dalam timbangan keadilan!

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (Q.S. Al Anbiya: 47)

Sadar penuh bahwa bekal kami untuk akhirat masihlah sedikit…

Hanya berharap penuh Allah ridho dengan apa yang kami lakukan.. hanya berharap penuh akan ampunan dan rahmat dari Allah SWT..

Bukan karena siapa, bukan karena apa lembaganya, tetapi karena hati-hati kami yang terpaut kepada Allah SWT.

Ya.. itu saja.. hanya itu saja…

 

Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Our Beloved Aunt Wedding Party (Bi Kiki- Om Ino) #The Hasan Djaja Big Family

It has been held on May 19th 2013 at Oktroi Plaza KemangMHM_1130520154336

Queen of this day

Bi Kiki

The Bride and Groom

MHM_1130520154041

IMG_20130520_155400

Kiki and Ino

———————————————————————————————————————————–

Hasan Djaja Family

Hasan Djaja Big Fam-1

Say “Kikiiiiiiii……”

Hasan Djaja Family-2

Hasan Djaja Family-3

Mom, Her Aunt and Cousins

Hasan Djaja Family-4

Mom and Her Cousins

Hasan Djaja Family-5

Mom, Her Brother and Cousins

Hasan Djaja Family-6

Aki Suluhudin Noor’s Family

Hasan Djaja Family-7

Mom and Her Cousins

Hasan Djaja Family-8

Mom and Her Cousins

Hasan Djaja Family-9

Cousins and Aunts

1369048816437

Cousins

Yogi (Yogi Pranata)-Me-Neneng (Fiji Marchreit)-Putri (Pratiwi Sundora Putri)-Dati (Dati Sacia Ilya)-De’Iya (Dwityasari Anindhita Noor)-Eka (Eka Radhitya Noor)

1369048549105

Cousins

Neneng (Fiji Marchreit)-Me-Dati (Dati Sacia Ilya)-Putri (Pratiwi Sundora Putri)

mhm_1130520153655.jpg Me and My Sexy Aunt (Via Happianie)

1369048558198

Me and Mom

MHM_1130521152422

Cousins

Yogi (Yogi Pranata)-Me-Eka (Eka Radhitya Noor)-De’Iya (Dwityasari Anindhita Noor)

Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Ketika Koko ‘CARI JODOH’ Buat Dedenya

Hari ini gak ada angin, ga ada hujan.. karena Kota Jakarta emang lagi panas-panasnya juga, Koko Rully kirim pesan via whatsapp.

Koko Rully: “Ky, kamu orang Palembang, bukan?”

Saya: “Bukan, Ko! Aku orang Sunda, galur murni 100 persen,, tapi… lahir dan besar di Balikpapan..”

(poin tempat kelahiran menjadi hal yang penting, mengingat selalu saja orang tidak percaya kalau aku orang Sunda, karena gak keliatan penampakan Sundanya, hehehe..)

Koko Rully: “Ya ampun! aku kira kamu orang Palembang..”

Saya: ” Hahaha.. emang ada apa Ko nanya suku?”

Koko Rully: “Aku mau ngenalin kamu sama temenku,, seniorku,, angkatan 2001,,ย (aku dan Koko cuma beda setahun) dokter lho.. mau ambil spesialis bedah dia..” *sambil masang emote ketawa

Saya: “WHAT? Kokoooo!!! Ampuuuunn!! Ampuuuunnn!!!” *seketika ketakutan tapi sambil ketawa juga XD

Koko Rully: “Ayolaaah,, ganteng kok! Mirip Choky Sitohang!” *sambil masang emote ngerayu

Saya: “Ampuunn kooo!! ampuuunn!!” *sambil ketawa sebenarnya, hahaha..

Koko Rully: “Kok ampun sih?! Ini aku serius! Halal kok! Seiman..!” *promosi makin gencar “Nih aku kirim fotonya..” *eeeaaa…

Berhubung kamar kosan sinyalnya emang gak bagus, jadi kiriman fotonya gak bisa didonlot XD

Koko Rully: “Aku kasih nomor hapenya yaa.. biar kamu kenalan langsung aja sama orangnya..” *sambil masang emote ketawa

Saya: “He??? kenapa aku yang harus mulai kenalan?” *sewot

Koko Rully: “Yaudah, aku kasih nomor hape kamu boleh ga? Ganti dooonk profil picturenya… foto yang cantik gituu..” *sambil ngerayu

Saya: “Kan profil pictureku kan udah sesuai, Ko…” *sambil ketawa

Koko Rully: “Itu kan kucing gendut!! bukan foto kamuu… Ayo donk dede.. ganti profil picturenya yang cantik…”

Saya: “Lha.. fotonya udah pas kok, Ko.. Kucing endut, tukang makan, hobi tidur, pemalas, tapi manis..” *pede jaya! XD

Koko Rully: (bari males gitu emotenya) “Iyaa deeeeh yang maniiiisss!!”

Saya: “Hahahhaa… hmm… kalo aku pribadi, kenalan bolehlah.. tapi untuk tahap serius, aku punya cara sendiri, Ko.. Aku akan serahin tahap serius ini ke Guru Ngajiku… mau ketemu dimanapun orangnya, inshaa Allah akan aku arahkan ke Guru Ngajiku.. ^_^ ”

Koko: “Hoo gituu…hhmm…”. . . . “Ky, gak jadi deh.. orangnya kayaknya nyari yang satu suku deh..hahaha.. maaf yaa.. nanti aku cari lagi deh..” *sambil masang emote nyengir

Saya: “Hahaha.. it’s Ok, koko… aku juga nanggepinnya sambil ketawa geli kok! hahahahaa… thanks Ko, udah bikin aku ketawa sampe sakit perut malam ini! Aku rikues yah buat pencarian selanjutnya, hahahhaa…”

Koko: “Hahaha.. aku juga aselinya ngakak kok, hahahaa… boleh boleh boleh”

Walo isi ceritanya ketawa-ketawa mulu sama Koko, tapi pada akhirnya JODOH itu bukan hanya perihal HALAL, tapi THAYIB juga… hihihi.. piss ah! ^__^v

Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Sekolah Akupuntur

Hari ini Cici Sari kasih tahu saya kalau besok kami pergi ke tempat Sekolah Akupuntur…

Hhmm.. sebenarnya tawaran ini sudah dua bulan Cici berikan ke saya. Cici mau sekolah akupuntur di Cina, tapi beliau malas kalau sendirian, ga ada penyemangat.. maka diajaklah saya untuk ikut untuk belajar Bahasa Mandarin.. “Hah? Cina?” Yang kebayang di benak saya pertama adalah biaya.. saya gak punya uang untuk biaya hidup dsana, apalagi sekolah..

Akhirnya Cici nemu sekolah akupuntur di Jakarta. Beliau tetap ajak saya, tapi kali ini sekolah akupuntur.. saya tertarik, tapi ketika lihat harganya… saya mundur.. jelas karena biaya.. karena bingung gimana nolaknya, saya bilang saya harus diskusi dengan mama dan istikharah.. dan Cici memberi waktu.. akhirnya saya menolak dan jelaskan saya gak punya biaya.. diluar dugaan Cici bilang Cici mau biayain sekolah saya dan saya bisa cicil semampu saya setiap bulan.. *Masha Allah..

Lama saya memberi jawaban, saya pikir Cici sudah daftar dan mulai belajar.. karena gak ditanya juga jadi saya gak menyinggung perihal akupuntur..

Beberapa hari yang lalu Cici bilang kalau kelasnya sudah dimulai dan Cici belum mendaftar.. Saya kaget! Ternyata Cici selama ini nunggu jawaban dari saya. Merasa bersalahlah saya..

Saya sebenarnya juga istikharah selama ini.. tapi yang dimunculkan adalah ya tawaran ini lagi.. saya konsultasi ke dua teman dekat saya yang saya yakin mereka kenal sekali diri saya, apalagi perihal keuangan. Mereka bilang ambil jika Cici masih gak keberatan untuk biayain saya. Sayapun memberanikan diri lagi untuk menjelaskan perihal keuangan saya dan kemampuan saya membayar yang menjadi lebih sulit pasca musibah bulan lalu. Dan… diluar dugaan saya… Cici sama sekali tidak mempermasalahkan ini..

Ya Allah… kenapa ada orang sebaik iniii yaaaah??? Kalau dipikir, siapa saya? Adik bukan, keluarga bukan, saudara bukan, dan perbedaan kami begitu jelas mulai dari ras hingga agama.. saya gak habis pikir kenapa Allah kasih saya sahabat yang amat sangat baik seperti ini.. bahkan Cici pernah bilang ke saya,

“Kita harus ingat hutang kita ke orang lain, tapi hutang orang lain ke kita jangan terlalu diingat.. bahkan kalauย  kita punya rizki lebih, kita yang traktir mereka..”ย 

“Rizki mah kalau emang milik kita gak akan kemana.. kalau bukan, ngapain kita pusing?”

Rasanya… saya malu sekali sama Cici.. Beliau jauh lebih baik dari saya dalam hal Akhlaq..

Ya Allah.. walaupun kami berbeda agama, tetapi anugerahkanlah kebahagiaan dan rizki yang melimpah buat Cici, suami Cici, dan keluarganya.. Akhlaqnya begitu mulia, sesuai dengan namanya.. Sari Dewi..

Bismillah,, pasca hafalan saya selesai, langkah hidup selanjutnya sekarang adalah sekolah sambil bekerja.. semoga kalaupun diterima di sekolah ini, saya bisa menjalankan dan belajar sebaik mungkin.. karena ini amanah dari Cici..

*sebenarnya pengen meluk Cici sambil nangis… tapi maluu.. abisnya Cici bilang “biasa aja kalii..” huhuhu.. :((

Posted in Cerita Hidup, Melancholische Seite, Pulang ke Rumah Allah

Dear Mamah Yuyun.. #part.3

Mamah.. satu bulan selama Mamah gak ada.. rasanya hampa.. sampai detik ini suka gak percaya aja kalau semuanya terjadi begitu cepat.. tapi inshaa Allah Ayu ikhlas, Mah..

Mamah.. ada hadiah buat Mamah.. tepat di hari ini.. pukul 22.21 tadi, Ayu sudah menyelesaikan hafalan juz 30 Ayu, Mah..
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah

Semoga jadi amal sholeh yang bisa meringankan kehidupan Mamah di alam Qubur yaah..

Dan ini juga hadiah spesial dari hati untuk yang tak terucap..

Sekarang,, inshaa Allah akan siap menghadapi takdir-takdir Allah selanjutnya, Mah.. Ayu gak tahu apa.. tapi setidaknya.. jikapun ditakdirkan untuk pulang juga seperti Mamah, inshaa Allah dalam keadaan sudah menunaikan janji Ayu ke Allah, Mah.. Semoga saja ketika dipanggil pulang, nanti Mamah baris di barisan umat Rasulullah.. semoga Ayu juga bisa baris disana.. karena Ayu juga gak tahu jatah hidup Ayu sampai kapan di dunia.. apakah akan sampai pada masa menjadi seorang istri, ibu, atau nenek? Wallahu’alam.. cuma bisa Tawakkal ilallah saja, Mah.. ๐Ÿ™‚

image

Posted in Cerita Hidup, Melancholische Seite, Pulang ke Rumah Allah

Dear Mamah Yuyun.. #part.2

Dua hari menjelang Mamah pulang dipanggil Allah.. rasa hati gelisah tidak berujung.. hati teh rasanya ada yang hilang, sedih, tapi gak tahu apa.. cuma ingin pulang ajah ke Bandung.. ketemu Mamah Ayi.. ketemu Mamah Yuyun..

Ayu sempat kepikiran pulang minggu depannya ajah.. kan Ayu sabtu ini piket kerja, Mah.. Kalau minggu depan kan gak.. biar waktunya lebih lamaan dikit ketemu Mamah.. dan,hehe.. biar uangnya cukup juga sih, Mah.. hehehe..

Tapi kok yah hati Ayu gak enak sama sekali.. Ayu tulis ajah status galau di LINE.. Ayu pikir mungkin ini pengaruh psikologis haid saja..

Hari Jum’atnya Ayu ijin sama Mamah Ayi buat gak pulang ke Bandung minggu ini.. alasannya supaya bisa ikut ngaji, supaya bisa setor hafalan..

Hari Sabtu Mamah Ayi nelepon, minta Ayu pulang ke Bandung.. Mamah Ayi bilang Mamah Yuyun sudah gak bisa ngomong, sesak nafas,, dengar berita Mamah, rasanya sesak sekali Mah dada Ayu.. tanpa berpikir panjang, gak mikirin uang cukup atau gak buat hidup minggu depan, lepas kerja, Ayu langsung pulang ke Bandung. Ayu turun di Pasteur dan langsung ke RSHS.

Sepanjang jalan nafas Ayu sesak Mah.. tapi lebih sesak lagi kalau membayangkan kondisi Mamah.. sepanjang jalan Ayu dzikir aja Mah..

Setiba di kamar Mamah.. ya Allah ya Robbi.. kaki Ayu lemas Mah.. lihat Mamah susah sekali bernafas.. kondisi Mamah sadar, tapi sulit untuk berbicara.. Mamah Ayi lagi baca Yassin di dekat telinga Mamah. Dan.. Maaf Mah.. Ayu nangis.. Ayu gak kuat liat kondisi Mamah.. meski berkali kali Bi Via bilang Ayu gak boleh nangis di depan Mamah, tapi maaf sekali Mah.. Ayu gak kuat.. tapi Ayu berusaha untuk tetap tenang supaya Mamah juga hatinya tenang..

Maghrib tlah tiba, Ayu minta Mamah Ayi dan Papah Agus sholat maghrib, biar Ayu yang dampingi Mamah Yuyun..

Ketika semua orang sholat maghrib, Ayu kan sama Mamah yah.. maaf yah Mah.. Ayu gak kuat.. Ayu nangis Mah.. Tapi Ayu harus jaga emosi, kan Ayu harus gantiin Mamah Ayi buat bantu Mamah biar ingat Allah.. Ayu cuma kepikiran muroja’ah hafalan.. tapi kacau sekali pikiran Ayu, Mah.. Lalu Ayu ucapkan Tasbih, Tahlil, Tahmid, Hamdalah, Takbir di telinga Mamah.. sambil mengusap kening Mamah.. genggam tangan kanan Mamah.. Ayu berusaha untuk terus mengucap itu semua di telinga Mamah.. tapi maaf Mah.. suara Ayu hilang karena Ayu gak bisa tahan rasa sakit menahan air sedih di dada.. Ayu coba untuk pejamkan mata dan mulai ucap lagi.. tapi Ayu segera membukanya lagi, karena Ayu takut itu menyakitkan hati Mamah.. Ayu tarik nafas, dan memulai lagi.. sambil menatap mata Mamah.. Ayu berucap Syahadat.. Gak tahu Mah.. Ayu cuma kepikiran itu.. cuma Syahadat yang ada diingatan Ayu, Mah.. Pelan pelan Ayu mengucapkannya di telinga Mamah.. berusaha agar suara Ayu jelas di telinga Mamah, menatap mata Mamah.. mengelus kening Mamah.. menggenggam tangan Mamah.. Maaf Mah.. air mata Ayu keluar..

Terus pelan-pelan mengucap syahadat di telinga Mamah..melihat Mamah yang nafasnya tersengal-sengal, berusaha mengucap Allah, dan dijeda dengan ekspresi Mamah kesakitan luar biasa.. Maaf Mamah.. Ayu nangis..

Kejadian itu terus menerus terulang.. Ayu lihat mulut Mamah mengucap kata Allah, sembari menunjukkan ekspresi kesakitan yang luar biasa..

Terus menerus Ayu mengucap syahadat di telinga Mamah.. dan Ayu melihat Mamah ngeluarin air mata.. Ayu usap air mata Mamah.. dan Mamah kembali menunjukkan ekspresi kesakitan luar biasa..

Mamah.. maaf Ayu nangis..
Mamah.. maaf Ayu nangis..
Mamah.. maaf Ayu nangis..

Syahadat, syahadat dan syahadat yang berusaha Ayu ucapkan di telinga Mamah.. mengusap air mata mama.. yang belakangan Ayu sadari.. itu air mata kesedihan tanda perpisahan kita.. tatapan sedih Mamah karena kita akan berpisah..

ya Allah.. Mamah hamba sedang menghadapi Sakaratul Mautnya.. ya Allah.. ya Allah..

Ritme jantung Mamah mulai melemah, Ayu langsung panggil perawat, semua perawat sigap dengan semua alat yang disiapkan untuk menginduksi agar jantung Mamah normal kembali.. Perawat suruh Ayu untuk sebut Allah di telinga Mamah.. sambil Ayu bantu perawat pasang alat oksigen ke rongga pernafasan Mamah.. Allah, Allah, Allah, Allah..

Allah… Allah.. Allah.. Mamah hamba ya Allah.. Mamah hamba.. izinkan hamba punya sedikit waktu saja ya Allah untuk berucap sesuatu ke Mamah.. untuk minta maaf, untuk katakan hamba sayang Mamah, ya Allah… Allah.. Allah..

Seketika perawat meminta Ayu dengan cepat untuk memanggil Papah Agus dan Mamah Ayi, Mah.. Ayu lari, Mah.. cari Papah Agus, cari Mamah Ayi.. langsung Ayu tarik beliau berdua ke ruangan Mamah.. dan begitu tiba, dokter bilang Mamah sudah tidak ada..

Mah.. lemas Mah rasanya.. tapi Ayu harus waras! Ayu harus tetap sadar! Karena Ayu takut Mamah Ayi pingsan.. dan benar saja.. Mama kandung Ayu histeris dan jatuh.. Ayu waktu itu sigap bopong Mamah Ayi, Mah.. Ayu marahin aja Mamah Ayi.. Mamah Ayi gak boleh histeris, gak boleh gak ikhlas! Semua sudah jadi ketentuan Allah.. kita cuma bisa tawakkal! Walau sedih juga harus marahin mama kandung sendiri, tapi kan Ayu gak mau Mamah Yuyun susah disana karena Mamah Ayi gak ikhlas.. waktu Mamah Ayi bilang badan Mamah masih panas dan Mamah Ayi histeris bilang kalo Mamah masih hidup, lagi-lagi Ayu marahin Mamah Ayi, Mah.. bilang gak boleh bersikap seperti itu..

Alhamdulillah Mah.. Mamah Ayi gak lama histerisnya.. Ayu langsung beresin semua barang Mamah ke mobil.. sambil nunggu Indi dan Dimas ke RSHS. Ayu masih harus menahan rasa sedih Ayu lantaran Papah Agus terlihat linglung.. Ayu peluk Papah Agus.. baru Papah Agus bisa nangis, Mah.. beliau gak bisa ekspresikan rasa duka ke sembarang orang rupanya.. Alhamdulillah Papa Agus ikhlas dan bisa koordinasiin anak-anaknya dari Balikpapan ke Bandung tanpa harus berekspresi sedih.. biar mereka sampai dulu dan lihat Mamah langsung..

Sungguh bangganya hati ini Mah.. berkali kali Uwa Oni berkata Mamah anak sholihah, Mamah anak sholihah, Mamah anak sholihah.. Emak meninggal, Bapak meninggal, Uwa Sobirin, Uwa Enah meninggal semua Mamah yang urus.. Allah.. mulia sekali Mamah Yuyun..

Setelah semua tenang, akhirnya Ayu baru bisa nangis, Mah.. sambil meluk jasad Mamah.. Ayu nangis sekenceng-kencengnya.. Ayu gak akan tanya ke Allah kenapa Ayu yang Allah takdirkan bimbing sakaratul maut Mamah.. tapi akan amat sangat menyesal kalau saat itu Ayu gak pulang ke Bandung, Mah.. Ayu pulang untuk Mamah.. untuk dampingi dan menikmati deti detik perpisahan kita, Mah..

Sakaratul maut itu sakit sekali.. penyakit Mamah itu sakit sekali.. tapi sekarang Mamah udah gak sakit lagi.. Mamah udah kumpul sama Bapak, sama Emak, sama Uwa Enah dan Uwa Sobirin..

Mamah.. banyak sekali akhlaq mulia yang Mamah kasih contoh ke Ayu.. Mamah kasih liat gimana jadi orang sabar, jadi orang ikhlas, jadi orang yang gak mau merepotkan orang lain.. sampai jelang Mamah dipanggil Allah pulang aja Mamah masih minta maaf ke Mamah Ayi karena sudah dibantu bebersih, karena Mamah sudah tidak sanggup banyak bergerak.. Mamah juga masih sempat sholat Ashar.. padahal Allah sudah mengutus malaikat maut buat Mamah di Maghribnya..

Dulu waktu masih kecil.. kalau Ayu dan saudara-saudara yang lain gak sholat, Mamah Yuyun sukaย  marah.. Mamah malah bilang, “kalau anak-anak Mamah gak ada yang sholat, siapa yang nanti mau doain Mamah kalau Mamah sudah meninggal?” Dan sekarang.. inshaa Allah doa kami tertuju buat Mamah..

Lapangkan alam Quburย Mamah Yuyun ya Allah..

Sejukkan alam Quburnya..

Jauhkan dari siksa Qubur..

dan Bahagiakan Mamah Yuyun, Bapak, Emak, Abah, Mimih, Kakek dan Neneknya serta Uwa uwa hamba di alam Qubur beliau semua ya Allah.. aamiin!

 

Senyum Mamah Yuyun yang terlihat dari jasad Mamah ketika sampai di rumah Ayu menunjukkan kalau Mamah udah bahagia disana.. sudah gak sakit lagi..

Maaf yah Mah.. kalau Ayu nangis terus di samping jasad Mamah waktu itu.. kalau Ayu gak mau beranjak di samping jasad Mamah waktu itu..

Mamah.. Ayu sayang sekali sama Mamah..
sayang sekali sama Mamah..
sayang sekali sama Mamah..

Posted in Cerita Hidup, Melancholische Seite, Pulang ke Rumah Allah

Dear Mamah Yuyun.. #part.1

Tak terasa sudah 1 bulan Mamah Yuyun pulang.. batin ini rasanya masih gak percaya kalau mamah sudah tidak ada disisi kami lagi. Satu bulan Ayu baru berani nulis semua kenangan Mamah yang tidak akan pernah Ayu alami lagi.. semua hari-hari bersama Mamah. Semoga setelah nulis Ayu gak pingsan karena nangis yah, Mah.. he he..

Sejak tahu Mamah sakit di Balikpapan, Ayu berpikir dan semua orang berpikir Mamah sakit karena kecapean aja.. sampai akhirnya hasil tes tulang sumsum keluar, rasanya jantung ingin berhenti berdetak..karena Mamah Yuyun menderita Leukimia.

Fasilitas di Balikpapan belum memadai untuk penyakit Mamah.. Dokter kasih 3 rujukan tempat untuk Mamah dirawat. Mamah pilih untuk dirawat di RS Sardjito Yogyakarta, karena Mamah ingin dekat dengan Dimas, anak bungsu Mamah.

Tapi ketika disana, kesehatan Mamah turun drastis! Mamah butuh tranfusi darah. Papah Agus pontang panting cari darah sendirian,, karena kita memang ndak punya keluarga disana.. Ayu juga berupaya menghubungi siapa saja teman yang ada di Yogyakarta untuk bisa diminta darahnya. Alhamdulillah ada orang yang bersedia memberikan darahnya untuk Mamah.

Karena khawatir terulang lagi, Mamah Ayi dan Uwa Oni minta agar Mamah Yuyun dirawat di Bandung saja.. setidaknya banyak keluarga disini.. cari darah mudah karena banyak keluarga.. akses akomodasi dan transportasi mudah,, dan Mamah bisa istirahat total.

Ingin sekali rasanya diri ini ada di Bandung terus, Mah.. antar jemput Mamah berobat ke rumah sakit, jagain Mamah.. tapi apa daya, Ayu harus bekerja di Jakarta.. cuma bisa ketemu Mamah seminggu sekali. Tiap mau kembali ke Jakarta, rasanya ingin nangis kalau meluk Mamah.. tapi Ayu malu, Mah.. kan udah gede..hehe..

Ayu ingat waktu kita mau jalan-jalan ke Lembang.. Ada Wenny dan Ka Khairil datang dari Balikpapan. Waktu itu Mamah pake baju merah, tapi jilbabnya hitam panjang. Mamah terlihat pucat,, apalagi memang Mamah sedang menahan rasa sakit dari serangan kanker itu. Untuk menghibur Mamah, Ayu sengaja pilihkan jilbab warna terang buat Mamah.. tapi Mamah bilang gak pede.. Akhirnya Ayu pilihkan jilbab hitam dengan hiasan bunga dan renda putih.. biar Mamah terlihat cantik.. ๐Ÿ™‚

Setelah jalan-jalan itu.. kesehatan Mamah semakin menurun.. Mamah harus masuk rumah sakit untuk tranfusi darah.

Dokter merujuk Mamah untuk masuk RSHS,, tapi RSHS penuh.. jadi harus nunggu. Ayu juga nanya-nanya ke teman mengenai prosedur pemesanan darah ke PMI buat Mamah kalau mendadak butuh darah. Alhamdulillah yah Mah.. ada temen Indi yang kerja di RSHS, jadi Mamah bisa cepat dapat kamar tanpa harus nunggu 1 bulan.

Pertama kali jenguk Mamah ke RSHS, Mamah pamer potongan rambut terbaru.. karya ibu yang nunggu pasien di kasur sebelah ^_^
Mamah bilang rambut Mamah rontok karena habis kemo.

Mamah sering banget bilang ke Mamah Ayi,, gak usah sering-sering ke rumah sakit.. karena jauh dari rumah.. Aah.. rasa tidak ingin merepotkan orang Mamah terlalu berlebihan.. mana mungkin Mamah Ayi ninggalin Mamah.. karena Mamah kan adik kesayangan Mamah Ayi..

Waktu jenguk Mamah kedua kalinya, Ayu bertekad buat jadi yang jagain Mamah di RSHS,, biar Papah Agus bisa istirahat.. karena setiap hari, sepanjang hari, Papah Agus gak pernah hilang dari sisi Mamah.. Ayu berusaha untuk jaga kondisi badan supaya tetap fit..Tapi apalah daya, Mah.. Ayu malah batuk.. Tapi Ayu tetap semangat buat jagain Mamah!

Dari Jakarta, Ayu udah packing, Mah.. dari baju sampai jaket, sikat gigi, odol.. semua barang yang akan Ayu pake buat jagain Mamah malam-malam di RSHS.

Inget banget, Mah.. malam itu kita makan berlima.. Ayu, Indi, Mamah Ayi, Papah Agus dan Mamah Yuyun.. Kita makan di kamar inap Mamah, tapi gelar tikar, trus botraman.. Walo Mamah kondisinya lagi drop karena habis kemo, Mamah masih bisa makan sendiri.. bahkan ikut duduk lesehan di bawah, makan.. kayak lagi tamasya aja kita ya, Mah.. ^_^

Tapi Ayu sedih, Mah.. Ayu jadi gak bisa jagain Mamah karena Ayu batuk dan kondisi Mamah lagi drop.. abis kemo, leukosit Mamah dipangkas habis-habisan.. Mamah hampir gak punya sistem imun.. daripada Ayu nularin Mamah, akhirnya Ayu pulang sambil manyun.. Tapi Mamah malah meluk.. sambil bilang “Doain aja yaaah biar Mamahnya cepet sembuh..” huhu.. rasanya mau nangis Mah waktu itu.. ๐Ÿ˜ฆ

Mamah walau fisiknya drop, tapi masih bisa melakukan apa saja sendiri.. ke kamar mandi sendiri, mandi sendiri, bebersih sendiri.. Mamah gak pernah mau ngerepotin orang lain.. Waktu habis kita botraman, Mamah terima telepon dari Aki Rahmat.. Ayu lihat Mamah sedih banget, tapi campur senang.. Mungkin karena Emak dan Bapak udah gak ada kali yah, Mamah jadi gak punya orang tua buat curhat.. Jadi pas Aki Rahmat nelepon, kasi banyak nasehat, Mamah keliatannya seneng campur sedih.. Aki Rahmat pesan supaya Mamah jaga ibadah, banyak dzikir, tetap sholat, ngaji.. dan Mamah bilang Mamah masih ngaji, Mamah masih Dhuha, bahkan Mamah masih Tahajud 11 rakaat.. ya Allah Mah.. rasanya maluuu banget sama Mamah.. Ayu aja yang sehat gini, karena alesan capek kerja aja cuma bisa Tahajud 2 rakaat dan witir 1 rakaat.. ya Allah Mah.. maluu Mah.. maluu pisan sama Mamah..

Ketiga kalinya jenguk Mamah.. Mamah sudah dipindahkan ke ruang isolasi.. karena Mamah harus istirahat total. Bahkan keluar pengumuman resmi bahwa Mamah harus istirahat total.

Waktu jenguk yang ketiga, Ayu capek banget Mah.. habis nyetir dari pagi sampai malam.. lewat tol, ngebut lagi Mah.. nyampe 100km/jam,, biar semua amanah Ayu terlaksana dan Ayu masih punya waktu untuk Mamah..

Hari itu, Ayu baru jenguk Mamah sore.. rencananya Ayu jemput Papah Agus setelah ketemuan dulu dengan teman buat beli suplement peningkat sistem imun buat Mamah.. Ayu jenguk Mamah bareng Indah..

Ini pertama kali Ayu jenguk Mamah di ruang isolasi.. pertama lihat Mamah, Ayu shock Mah! Maaf Mah.. maaf.. Ayu shock lihat badan Mamah jadi kurus menguning.. Ayu udah berusaha untuk gak sedih lihat Mamah.. tapi kok yah air mata Ayu netes sendiri yah Mah? Hii… maaf yah Mah.. Maaf.. Ayu waktu itu sigap kok hapus air mata Ayu cepat-cepat.. tapi yaa keburu Mamah lihat sih.. jadi ajah Mamah bilang, “Kaget yah Mamah jadi kurus?” sembari Mamah tersenyum..

Hari itu Ayu harus setor hafalan, Mah.. Otak udah gak bisa mikir, kehabisan tenaga, tapi kan udah niat setor kan yah Mah.. jadi Ayu setor hafalan di ruang tunggu RSHS. Sesekali Ayu ke kamar Mamah buat minta makan, hehe.. Mamah kasih donat ubi ungu buat ganjel perut Ayu yang laper.. trus Ayu balik lagi deh ke ruang tunggu.. Ayu masih inget banget Mah.. waktu Mamah nanya kenapa bolak balik, ayu bilang Ayu mau setor hafalan.. trus Mamah senyum maniis sekali.. dan itu jadi penyemangat Ayu buat selesaiin setoran hafalan hari itu..

Abis setor hafalan, antar Indah pulang, Ayu balik ke RSHS buat jemput Papah Agus.. Papah Agus lupa beli Susu Beruang, jadi Ayu beliin dulu.. biar Mamah bisa minum besok.. Maaf yah Mah.. Ayu baru cuma bisa beliin Mamah Susu Beruang..

Hari itu juga Ayu dengar adik ipar Mamah nelepon.. nangis sambil minta maaf.. Mamah malah menenangkan hati adik ipar Mamah.. sembari juga mohon maaf lahir batin kalau Mamah juga salah selama menjadi kakak ipar.. Mamah bilang titip Mbah (ibu mertua Mamah).. rawat Mbah ke adik ipar Mamah..

Mbah yang selama ini sakit, hanya bisa berbaring di kasur, dirawat sama Mamah.. Mbah gak pernah bicara lagi.. Tapi ntah gimana beberapa hari yang lalu Mbah minta buat nelepon Mamah.. Mbah bicara sama Mamah.. Masha Allah Mah.. Mbah bilang Mamah orang baik, Mbah tahu Mamah lagi sakit.. ya Allah Mah.. rasanya Ayu merinding sekali.. buah kesabaran Mamah selama ini adalah ini.. ya Allah Mah.. iri sekali jadi Mamah.. punya hati yang begitu ikhlas dan sabar.. walau diri sendiri juga sedang sakit..

Sebelum Ayu pulang, Ayu tanya ke perawat apa saja obat yang Mamag konsumsi.. banyak sekali antibiotik yang diberikan buat Mamah.. dan… rasanya jantung ini berhenti berdetak waktu perawat bilang ada obat anti jamur buat Mamah.. Ayu tanya letak tumbuh jamur Mamah dimana.. dan ternyata di sel darah Mamah.. lemas Mah rasanya.. sungguh lemas.. membayangkan jamur yang sifat penyebarannya.begitu cepat ada di setiap sel darah Mamah dan itu mengalir di tubuh Mamah.. Tapi Ayu berusaha untuk gak terlihat habis nangis di hadapan Mamah.. karena Ayu ingin Mamah hatinya bahagia..

Beberapa hari sebelum Mamah pulang dipanggil Allah, Ayu kok rasanya gelisah banget.. Suplement yang Ayu pesan buat Mamah belum tiba.. Kesal sih Mah sebenarnya.. Tapi Ayu tahu kalau kesal sendiri gak ada artinya, apalagi marah-marah sama toko obatnya. Ini semua kan untuk kesembuhan Mamah.. semua harus dijaga sesuai apa yang Allah suka.. Allag gak suka Ayu punya penyakit hati marah, kesal.. Jadi Ayu nelepon toko obatnya dengan semaksimal mungkin jaga emosi.. semua demi Mamah.. biar Allah dengar doa Ayu, Mah.. biar Allah sembuhin Mamah..