Posted in Kelakuan Remaja Tua

Mojang Priangan versi KPA ITB

Kangen banget sama lagu ini! yang versi angklung KPA ITB pastinya! hehehe..

Lagu ini pernah dimainin di acara jamuan makan malamnya S-2 Elektro buat tamu-tamu mereka dari Belgia. Kebetulan saudara kembarku (Teh Detri Margita.red) *ngaku-ngaku* * tapi emang beneran mirip :p * yang waktu itu ngundang kami buat main di acara tersebut. Kalau gak salah acaranya itu di gedung Campus Centre Timur, di ruang Galeri, basement.

Kami (tim KPA ITB) diminta untuk mengisi di sesi saat tamu-tamu makan malam. Pas intro pertama dimainkan, dengan suara mulusnya Puspa SR-04, mendadak bule-bule yang lagi ngambil makan malam pada balik badan dan perhatiannya tertuju pada penampilan kami di panggung. yaa.. gak panggung-panggung banget sih.. tepatnya tempat buat kami tampil, hehehe..

Wiiss.. berasa ngebius bule-bule Belgia! ntah kenapa rasanya pede dan bangga banget mainin lagunya… hihihihi…

Lagu ini juga bikin merinding… ntah karena Puspa yang nyanyiin dengan aransemen suara angklungnya yang enakeun (kalo dimainin di panggung yah!) atau karena makna liriknya.. Pokoknya pertama denger lagu ini, rasanya bangga banget jadi orang Sunda! hahahaha…

Aku suka banget pas musiknya masuk ke bagian ‘reff’ atau ‘chorus’. Pas masuk bagian itu, suara angklungnya kudu smooth, gak boleh putus antara nada satu dengan nada lain alias suara angklung satu dengan suara angklung yang lain yang berbeda nada. Nah disitu kesan merindingnya dapet! *buat aku lho! hihihi.. 😉

Ini sekilas cuplikan lagu yang dibawakan oleh temen-temen KPA ITB. Nemunya video pas lagi latihan.. dengan suara Puspa sebagai vokalis tentunya.. tapi, ini versi mix Mojang Priangan sama Ayam Den Lapeh! hihihihi.. :p

Selamat Menikmati… ^__^

Liriknya:

Angkatna ngagandeuang,
Bangun taya karingrang,
Nganggo sinjang dilamban,
Mojang Priyangan.

Umat imut lucu,
Sura seuri nyari,
Larak-lirik keupat
Mojang Priyangan.

* (2x)
Diraksukan kabaya,
Nambihan cahayana,
Dangdosan sederhana,
Mojang Priyangan…..

Mojang anu donto,
Matak sono nu némpo,
Mun tepung sono ka …
Mojang Priyangan.
(balikan deui ka *)

Gareulis maranis,
Disinjang lalenjang,
Éstu surup nu némpo,
Mojang Priyangan … mojang priyangan …
Mojang Priyangaaaann….

Posted in Cerita Hidup, Melancholische Seite, Nasib Gadis di Rantau Orang

Untuk Saudariku tersayang…

Saat aku terjatuh, terhempas ke dalam jurang kefuturan, kamu datang tuk mengulurkan tangan agar aku tidak terjatuh semakin dalam..

Saat aku tidak bisa berpikir jernih, putus asa, terpuruk, tak berdaya, bahkan terpikir untuk mengakhiri segalanya, kamu mengingatkanku akan siksa kubur.. “Pede banget! Udah banyak yah bekel pulangnya?” “Mau jawab apa ke Malaikat Munkar Nakir?” dan itu yang membuatku berpikir berjuta-juta kali.

Kamu hadir saat aku kesepian, butuh saudara.. bukan saudara yang mengasihani.. bukan saudara yang hanya bisa berkata “sabar yaa..” karena kamu tahu kalau aku pasti akan melakukan itu.. Tapi kamu hadir untuk membuatku berpikir,,, berpikir jauuuuh ke depan… bukan berpikir tentang apa yang aku dapatkan di dunia.. tapi berpikir apa yang aku bawa di akhirat.. Yaa.. kamu yang mengajakku berpikir tentang kehidupan akhirat yang akan aku jalani.. Cita-cita akhirat yang membuat hancur ambisi-ambisi nafsu dunia.. Kamu yang menyadarkan aku kalau hidup ini hanya mencari ridho Allah.. bukan harta dan kedudukan dunia.

Saat aku menghadapi kepergian Emak (nenek) yang bersamaan dengan masuknya papa ke rumah sakit karena penyakit jantung, kamu salah satunya yang memberiku kekuatan.. Kuat untuk menjalani setiap detik takdir yang Allah berikan. Tetap berpikir jernih,, dan tegar untuk tidak terlalu banyak menangis, karena kehidupan masih harus terus berlanjut…

Percaya atau tidak, cuma dengan kamu,, hanya sama kamu, aku bisa bertukar pikiran tentang cita-cita akhirat. Ingin seperti apa ketika dibangkitkan nanti? Ingin berbaris di golongan umat mana nanti? Ingin seperti apa di Yaumul Hisab nanti? Apakah akan mendapatkan syafa’at Rasulullah SAW nanti? Itu yang membuat kita saling mendoakan, saling menguatkan saat salah satu dari kita mulai melabil.

Dan ketika sudah kembali kuat, kekuatan itulah yang menjadi bahan bakar semangat untuk melakukan segala sesuatu yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia. Sama-sama mencari ridho Allah dengan mengarungi takdir sebagai Gadis Rantau. Bukan dunia yang kita kejar, tapi ridho Allah dan akhiratlah yang kita kejar..

Mendapati berita kepulangan Ayahmu secara tiba-tiba, hatiku hancur.. tapi tentu saja hatimu jauh lebih hancur, saudariku..

Menjadi gadis rantau di tengah kepulangan Ayahmu tentu bukan perkara mudah! Tapi, diujung telepon sana, aku masih mendengar suaramu yang  biasa-biasa saja.. kamu bilang, “Gak perlu terlalu banyak menangis, yang penting saat ini adalah doa.” Subhanallah.. bukan hati yang terluka dan dirundung duka yang kutemui, tapi hati yang penuh keikhlasan dan ketegaran di tengah kesibukanmu mencari tiket pesawat Medan menuju Bandung.

Saudariku… aku sangat bangga padamu. Kamu memberikan panutan hidup yang baik untukku. Panutan hidup bagaimana menjadi seorang muslimah tangguh, tegar dan shalihah. Akhlaqmu adalah cermin bagaimana Ayah mendidikmu. Aku sangat yakin, insha Allah, Allah memberikan tempat istirahat yang sangat nyaman untuk ayah.. Yakin, insha Allah, Ayah akan mudah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir… Karena aku tahu, Beliau memiliki seorang putri yang  hebat.. Putri yang shalihah, yang akan selalu mendoakan Ayahnya dan akan menjadi pendamping terbaik untuk Ibunya di dunia.

Saudariku, aku mencintaimu karena Allah…

Dedicated to

Rahmania Budiharjo

Posted in Kelakuan Remaja Tua

Mission Impossible ala KPA ITB

Inget banget waktu mainin lagu ini, rasanya puaaass banget!

Karena sebelumnya lagu ini kami bawakan di acara Pekan Raya Jakarta (PRJ) dengan area panggung outdoor,, jadi mainin angklungnya kudu keras dan sekenceng mungkin hentakannya..

Kemudian, saat kami mengisi acara untuk perlehatan Wisuda ITB, lagu Mission Impossible ini kami mainkan kembali dengan teknik yang sama dengan sewaktu di PRJ. begitu dimainkan di Sabuga yang notabene indoor, suara angklungnya jadi terkesan megah, menggelegar gituuu….

Eh, nemu videonya.. ternyata ada yang upload, hehehe..

NB: di videonya sih ga terlalu terdengar menggelegar, hehehe… :p

 

dan ini versi lebih bagusnya dari temen-temen KPA ITB yang lain..

Posted in Berbagi Tidak Merugi, kyky belajar, Mari Membaca

Membiasakan Bersedekah

Kisah yang sangat inspiratif… aplikasinya bisa dilakukan sejak sekarang, pola mendidiknya bisa jadi bekal untuk rumah tangga nanti..

Semoga bermanfaat! ^__^

———————————————————————————————————————————————-

Oleh Abi Sabila

Hasan, bocah lima tahun yang baru duduk di kelas TK, merasa heran dengan kebiasaan Bundanya, mengumpulkan uang pecahan seribu, lima ribu dan sepuluh ribuan. Uang-uang itu disimpan di sela-sela buku, di halaman yang terpisah. Tidak seperti kebiasaan Bunda menyimpan uang, buku tersebut sepertinya sengaja Bunda simpan di tempat yang mudah untuk mengambilnya sewatku-waktu. Karena penasaran, Hasan pun bertanya.

“Bunda, untuk apa uang-uang itu? Kok, dipisah-pisah?”

“Ini untuk bekal kita di akhirat, sayang!” jawab Bunda sambil sekali lagi memastikan jumlah uang di tangannya. Tiga puluh satu lembar pecahan seribu, empat lembar pecahan lima ribu dan dua lembar pecahan sepuluh ribu. Pas. Bunda terlihat lega.

“Bekal di Akhirat? Memangnya kapan kita ke Akhirat, Bunda?”

Belum sempat Bunda menjawab, dengan polos Hasan kembali bertanya.

“Akhirat itu di dekat Mekkah ya, Bunda?”

Mendengar pertanyaan sang buah hati, Bunda tersenyum. Anaknya memang kritis, sekaligus menggemaskan. Bunda meraih putra tunggalnya, mendudukan di pangkuannya dan mencium kepalanya dengan penuh kasih sayang. Harum wangi shampoo balita tercium dari rambut sang bocah yang masih agak basah.

“Sayang…Akhirat itu bukan dekat Mekkah. Akhirat itu tidak di dunia ini. Alam Akhirat itu akan kita jumpai setelah kita mati.” Bunda mencoba memberi penjelasan yang bisa dipahami oleh bocah lima tahun itu.

“Kata Pak Ustadz, orang mati nda mbawa bekal apa-apa selain amal, Bunda! Untuk apa Bunda nyiapin uang-uang ini?” Hasan memprotes, menuntut penjelasan yang lebih bisa ia pahami.

“Betul sayang. Yang dibawa orang meninggal hanyalah amal. Seluruh harta, keluarga dan juga jabatan ia tinggalkan. Dan uang-uang ini tidak akan kita bawa kecuali setelah kita sedekahkan. Pahala dari sedekah inilah yang akan kita jadikan bekal nantinya.”

Hasan terlihat antusias mendengarkan penjelasan Bunda. Perlahan ia turun dari pangkuan Bundanya. Ia duduk tepat di sebelah Bunda, menunggu penjelasan berikutnya.

“Sebenarnya ini ide Ayah, sayang. Berawal dari membaca sebuah tulisan, Ayah kemudian mengajak Bunda untuk mempraktekan, menyisihkan sebagian dari rezeki yang Ayah dapatkan untuk diberikan kepada mereka yang hidupnya kurang beruntung.”

“Jadi Bunda memisah-misahkan uang ini untuk disedekahkan?” Hasan mulai paham. Kedua matanya terlihat berbinar-binar.

“Betul! Sebelum Bunda membagi-bagi uang yang Ayah berikan, Ayah selalu mengingatkan agar selain memisahkan anggaran untuk kita makan, bayar sekolah, bayar listrik, beli pulsa, dan lain-lain, termasuk juga uang jajan kamu, Bunda juga harus menyiapkan anggaran untuk kita sedekahkan. Mengikuti contoh yang diberikan dalam tulisan itu, Ayah dan Bunda sepakat untuk memisahkan uang-uang ini untuk sedekah harian, mingguan dan bulanan. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi setidaknya Ayah dan Bunda belajar untuk membiasakan bersedekah, setiap hari.”

“Aku nda pernah lihat ada orang minta-minta datang ke rumah kita, Bunda?”

“Ya, mungkin saja. Kamu sekarang kan sudah sekolah, jadi tidak tahu kalau ada peminta datang ke sini. Atau, kalaupun kamu di rumah, mungkin mereka datang saat kamu sedang tidur. Tapi yang jelas, Ayah dan Bunda berusaha untuk membiasakan bersedekah. Bisa kepada pengemis yang datang ke rumah, pengamen ataupun anak jalanan yang Bunda temui di jalan saat akan dan dari pasar atau mengantar jemput kamu ke sekolah.”

“Uang ini diberikan kepada mereka semua, Bunda?”

“Ya, tapi tidak sekaligus. Kan tadi Bunda sudah bilang, ada anggaran untuk sedekah harian, biasanya Bunda berikan kepada orang yang pertama kali datang atau Bunda temui di jalan. Kemudian sedekah mingguan, ini kalau kita sedang mengikuti pengajian setiap Minggu pagi. Biasanya Bunda atau Ayah akan memberi sedekah kepada lebih dari satu orang. Kamu ingat kan, banyak orang yang tidak memiliki penghasilan tetap yang memanfaatkan pengajian untuk mencari penghasilan. Tapi kita tidak perlu mempermasalahkan, bagaimanapun itu ladang amal buat kita. Dan yang terakhir, anggaran sedekah bulanan biasanya Ayah atau Bunda serahkan kepada majelis taklim atau mushola, tergantung kira-kira mana yang lebih membutuhkan. Atau kadang juga Ayah dan Bunda membaginya sama, untuk majelis taklim dan juga mushola” panjang lebar Bunda menjelaskan. Dari matanya yang berbinar, Bunda yakin buah hatinya bisa menerima penjelasannya.

“Kalau misal dalam sehari ada dua pengemis datang, bagaimana Bunda?” bocah kecil nan mengemaskan itu kembali bertanya, tanpa Bunda duga sebelumnya.

“Kalau ada, Bunda kasih dua-duanya. Terkadang dalam sehari tidak ada pengemis yang datang. Juga Bunda tidak pergi ke pasar sementara kamu berangkat sekolah ikut Ayah, jadi uang hari ini dikumpulkan untuk hari berikutnya. Ketika ada dua orang atau lebih yang Bunda temui, uang itu Bunda berikan. Tapi kalau Bunda sedang tidak ada uang receh, sementara ada peminta yang datang lagi, Bunda akan bilang baik-baik, minta maaf. Tapi setidaknya untuk hari itu kita sudah bersedekah. Selagi belum bisa menambah jumlah yang akan disedekahkan, minimal kita berusaha untuk istiqomah bersedekah.”

“Kata Pak Ustadz, kalau kita rajin bersedekah rejeki kita akan bertambah ya, Bunda?”

“Ya, betul! Bertambah jumlahnya, terutama juga barokahnya. Amin, insya Allah!”

“Kapan-kapan, aku saja yang ngasih sedekahnya ya, Bunda?” pinta Hasan. Kedua matanya berbinar, terlihat bersemangat.

“Insya Allah!” jawab Bunda sambil kembali memeluk dan mencium buah hatinya dengan penuh kasih sayang.

Sumber: Membiasakan Bersedekah

Posted in kyky belajar, Mari Membaca

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Dzulhijjah biasanya disebut Bulan Haji, Bulan Haram, dan termasuk dari 4 bulan yang disucikan, dimana Allah melipat gandakan pahala untuk orang-orang yang mengerjakan amal shalih.

Dzulhijjah merupakan bulan mulia, karena umat Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci dan hanya 1 yang dikumandangkan,

“Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. Laa syarika laka.”

Dalam surah Al Fajr 1-4, Allah bersumpah demi 4 waktu:

“ By the dawn. By the ten nights. And by the even and the odd (off all the creations of Allah). And by the night when it departs.” ( Q.S. Al Fajr [ The Break of The Day or The Dawn]: 1-4)

” Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.  Demi genap, demi ganjil. Dan malam apabila ia berlalu.” (Q.S. Al Fajr: 1-4)

  1. Untuk waktu fajar, yaitu 1/3 malam terakhir hingga waktu Fajar.
  2. 10 yang malam, yaitu 10 malam di Bulan Dzulhijjah dari tanggal 1-10 Dzulhijjah
  3. Dan yang genap dan yang ganjil. Ada yang mengatakan yang dimaksud adalah Bulan Ramadhan. Ada pula yang mengatakan ini masih termasuk Bulan Dzulhijjah. (mohon koreksinya 🙂 )
  4. Dan malam bila tlah berlalu, yaitu 1/3 malam terakhir

4 waktu tersebut adalah waktu-waktu dimana Rabb berada paling dekat dengan hambaNya.. Momen-momen dimana kita bisa curhat sepuas-puasnya ke Allah. Minta ampunan ke Allah,, Minta keridhoan Allah akan setiap jalan yang diambil,, Minta petunjuk hidup sama Allah agar selamat dunia akhirat,, Dengan segala kerendahan diri dan Allah adalah Tuhan Yang Maha Agung.

 

Hadist Rasulullah dalam riwayat Bukhari vol. 2 Hadist nomor 86:

“Dari Ibnu Abbas ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda “Tiada hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi hari-hari itu, yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah tidak juga jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?” Rasul menjawab: “Tidak juga dengan jihad, kecuali seorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, serta tidak kembali, gugur sebagai syahid.”

Dalam bahasa Inggrisnya kurang lebih seperti ini:

“Narrated Ibn Abbas ra: The Prophet SAW said, “No good deeds done on other days are superior to those done on these (first ten days of Dhulhijjah).” Then some Companions of the Prophet SAW said, “Not even Jihad?” He replied, “Not even Jihad, except that of a man who does it by putting himself and his property in danger (for Allah’s sake) and does not return with any of those things.”

Dalam Hadist tersebut, Allah menyamakan amal shalih umat Muslim di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah dengan umat Muslim yang pergi berjihad dengan jiwa dan hartanya, namun tidak pulang lagi, melainkan syahid, meninggal dalam jihad, Subhanallah… 🙂

Allah mengistimewakan amal shalih hambaNya di Bulan Ramadhan serta Allah mengistimewakan amal shalih hambaNya di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Kalau Bulan Ramadhan waktunya lama, 1 bulan, dan kondisinya kita shaum selama 1 bulan, sedangkan bulan Dzulhijjah hanya 10 hari dan kita tidak diharuskan untuk shaum di 10 hari tersebut. JADI AYO KITA BERSEMANGAT UNTUK PERBANYAK AMAL SHALIH DI 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH!!! CUMA 10 HARI LHOOO!!! ^___^

Apa aja amalan-amalan yang sebaiknya ditingkatkan di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah??

1. Memperbanyak Takbir, Tahlil, Tahmid

Dikutip dari HR Ahmad dan Al Baihaqi

“Dari Ibnu Umar berkata Rasulullah SAW bersabda Tiada hari-hari dimana amal shalih yang lebih utama di sisi Allah dan paling dicintaiNya melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah. Perbanyaklah pada hari itu dengan Tahlil, Takbir, dan Tahmid.”

Biasanya kalau habis sholat kita biasanya Tahlil, Takbir dan Tahmid (berdzikir),, Nah kalau sudah masuk 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah alangkah utamanya kita perbanyak Tahlil, Takbir, dan Tahmid juga. Misalnya dalam perjalanan dari kosan ke kantor, dari pada bengong, hatinya kosong, mending dipakai buat berdzikir… Bahkan saat sedang cuci piring, hatinya diupayakan untuk tetap berdzikir. Hmm.. jadi inget bapak office boy yang nyuci piring sambil muroja’ah.. Subhanallah.. 🙂

“Berkata Imam Al Bukhari, Ibnu Umar ra dan Abu Hurairah. Pada hari 10 pertama Bulan Dzulhijjah, pergi ke pasar bertakbir. Dan manusia mengikuti takbir keduanya.”

Seperti yang kita ketahui, Umar ra adalah sahabat Rasulullah yang paling tangguh. Di tengah umat Muslim adalah kaum minoritas, Umar dengan lantang berkata “Siapa yang mau anaknya menjadi yatim atau istrinya menjadi janda, maka hadapilah aku.” Dan di kisah ini umat Muslim sudah banyak dan Umar ra serta Abu Hurairah mengumandangkan Takbir di 10 hari pertama Dzulhijjah dengan terang-terangan dan manusia mengikuti takbir keduanya, padahal keduanya hanya pergi ke pasar. ^__^

2. Memperbanyak shaum sunnah. Khususnya shaum pada hari Arafah, yaitu hari ke 9 Dzulhijjah.

Bagi yang terbiasa shaum senin dan kamis, lakukan dengan sungguh-sungguh di 10 hari pertama Bulan tersebut. Begitupula dengan sudah terbiasa shaum Daud. Dan Shaum di hari Arafah, sebagai bentuk solidaritas kita kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalankan Wukuf di Padang Arafah. Shaum yang tidak boleh dilakukan (apapun alasannya) adalah Hari Tasyrik, yakni 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Nanti kalau sudah punya anak, upayakan anak-anaknya juga dibiasakan untuk melaksanakan Shaum Arafah. Secara umum kan kita hanya membiasakan Shaum Ramadhan saja ke anak-anak kita. Nah Shaum Arafah seharusnya sudah mulai dibiasakan juga.. *pesen Murobbiyah 😀 * Karena keutamaannya sungguh luar biasa!

“Dari Abu Qatadah ra berkata, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa Hari Arafah. Rasulullah SAW menjawab, “Menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan setahun yang akan datang.”

SUBHANALLAH! Shaum yang cuma 1 hari, di hari ke 9 bulan Dzulhijjah, bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun kedepan! (tentu saja dikerjakan dengan sungguh-sungguh). Kalau gak ada perubahan, Insha Allah kita akan shaum Arafah tepat di hari Sabtu, 5 November 2011.. ^__^

3. Memperbanyak amal shalih lainnya.

Seperti sholat sunnah, sedekah, infaq, dan amal shalih apa saja, karena Allah akan melipat gandakan pahalanya. 🙂

4. Melaksanakan Sholat Idul Adha, mendengarkan Khutbahnya dan Berqurban pada hari Nahar dan Tasyrik. Nahar itu adalah hari ke 10 Dzulhijjahnya, dan hari Tasyrik itu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Biasanya kalau di desa-desa, di perkampungan orang-orangnya masih mendengarkan khutbah selepas Sholat Ied, tapi di kota-kota besar tampaknya sudah mulai jarang. Selepas sholat banyak orang yang langsung bubar, sedikit sekali orang yang masih bertahan duduk untuk mendengarkan khutbah. Padahal amal shalih yang diperintahkan di 10 hari pertama Dzulhijjah adalah mendengarkan khutbah ba’da Sholat Ied.

“Dari  Ummu ‘Athiyah berkata, “Kami diperintahkan agar wanita yang bersih dan yang sedang haid keluar pada dua Hari Raya hadir menyaksikan kebaikan dan khutbah umat Islam dan orang yang sedang berhaid harus menjauhi tempat sholat.” (Muttafaq alaih)

Biasanya kan kalau salah seorang anggota keluarga baik ibu maupun anak perempuan, apalagi pembantu rumah tangga, kalau sedang haid malah diminta menjaga rumah, diminta untuk membereskan rumah, jadi waktu anggota keluarga yang lain selesai Sholat Ied mendapati rumahnya sudah bersih. Justru dari hadist di atas, khususnya untuk yang sedang haid pada saat pelaksanaan Sholat Ied, seharusnya datang untuk menghadiri dan mendengarkan khutbah, bukan hanya diam di rumah saja. Jadi segera berangkat ke lapangan juga, untuk mendengarkan khutbah.

Tapi ada catatannya juga nih! Buat yang sedang haid dan ingin mendengarkan khutbah, jangan duduk di tengah-tengah shaff! Menjadi pemutus shaff sholat jama’ah lain. Kan sudah kita ketahui bersama kalau sholat itu shaffnya harus rapat dan rapi, agar tidak ditempati Syaitan. Nah, kalau orang yang sedang haid duduk di tengah-tengah jama’ah yang akan sholat, berarti dia menjadi pemutus shaff, meskipun waktu sholat nanti dia akan pindah dari tempat semula. Kalau dalam kondisi di lapangan, akan lebih ribet lagi untuk mengatur shaff yang bolong, apalagi kondisinya menjelang sholat. Dan efeknya bisa jadi mengganggu kekhusyukan sholat jama’ah yang lain. Jadi, sebaiknya untuk yang sedang haid, sejak awal mengambil posisi di luar barisan shaff. 🙂

5. Tetap melaksanakan Takbir dan berqurban di Hari Tasyrik.

Kalau di Idul Fitri, takbir hanya dikumandangkan pada malam jelang 1 Syawal hingga pelaksanaan Sholat Ied saja. Untuk Idul Adha, takbir tetap dikumandangkan hingga Hari Tasyrik berakhir.

Dan bedanya Idul Fitri dan Idul Adha juga adalah kalau Idul Fitri di subuh 1 syawalnya kita disunnahkan untuk makan dan minum sebelum Sholat Ied. Ini untuk membedakan bahwa hari itu sudah bukan Ramadhan lagi, melainkan sudah masuk 1 Syawal. Sedangkan Idul Adha, di 9 Dzulhijjah kita shaum, dan setelah subuh di 10 Dzulhijjah kita juga dalam kondisi shaum sampai selesai melaksanakan Sholat Ied, kecuali sebelum Adzan Subuh berkumandang kita masih boleh makan dan minum.

Mudah-mudahan minimal dengan lima amalan itu, kita bisa mengisi 10 hari pertama Dzulhijjah. Dan berharap Allah memberikan pahala yang setara dengan orang yang berjihad dan syahid. Ini merupakan penghargaan besar dan kemudahan luar biasa dari Allah, terutama untuk kita kaum Muslimah dan lebih-lebih yang sudah memiliki tanggungan keluarga, anak. Akan sulit untuk melakukan bahkan mendapatkan izin untuk turun berjihad dan syahid.

Insha Allah besok, 28 Oktober 2011, kita sudah masuk 1 Dzulhijjah,, Bismillah,, Ayo kita persiapkan sebaik-baiknya dan maksimalkan amal shalih kita untuk 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. 🙂 🙂 🙂

Wallahu a’lam bishshawaab.

Posted in Mari Membaca

Islamic Quote by Ust. M. Arifin Ilham-2

Sahabatku fillah, baca dengan penuh harap kepada ALLAH, lalu aminkan percikan doa Rasulullah ini (QS49:7-8),

” Ya ALLAH, tancapkan dihati kami kekuatan dan keindahan iman, ya ALLAH, hiasi hidup kami dengan kerendahan hati dan kemuliaan akhlak, ya ALLAH, selamatkan kami dari kekufuran, kemusyrikan, kefasiqan, kemunafikan dan keinginan berbuat ma’siyat, ya ALLAH, jadikanlah kami hamba – hambaMU yang terus menerus dalam bimbingan HIDAYAHMU …aamiin”.

Posted in Mari Membaca

Islamic Quote by Ust. M. Arifin Ilham-1

RASULULLAH bersabda,” Barang siapa menjaga tahajjud dengan sungguh – sungguh, maka ALLAH memberinya 9 KEMULIAAN, 5 di dunia dan 4 diakhirat.

Di dunia: 1. ALLAH jauhkan dari bencana, 2. Tanda kesholehan memancar di wajahnya, 3. Akan dicintai hamba ALLAH yang sholeh dan disegani manusia, 4. Bicaranya jadi hikmah, 5. Mudah faham Agama ALLAH.

Di akhirat: 1. Bangkit dengan wajah penuh cahaya, 2. Mudah saat hisab, 3. Seperti kilat menyambar melewati shirot, 4. Menerima catatan amal dari sebelah kanan.”

SUBHANALLAH…