Posted in Sein Seit

Selamat!

Menang Droplet

Alhamdulillah, menang… yeay!

tapi hadiahnya belum bisa diambil karena harus hubungi panitianya via LINE dan hape pintarnya lagi di rumah sakit, yuuk! wkwkwk

Posted in Sein Seit

Fitur Anti Baper

Ceritanya kemarin lagi menggeje sama Dania, nungguin Pak Ustadz yang tak kunjung datang… maklum, sudah dua minggu di-PHP in karena Pak Ustadz yang udah mulai masuk kuliah lagi, jadi jadwal kelas bahasa arabnya berantakan..

“Ini seriusan Pak Ustadz bakal mau datang? udah mau maghrib lho!” kata Dania

“Yaudah sih yah, kamu kirim pesan aja sama Ustadz.. tanya lagi dimana… hape aku mati nih!” kataku

“Ih malas bener.. kamu aja nih yang tanya.. pake hape aku aja!” (sambil ngasih hape) kata Dania.

“Halo Pak Ustadz, sudah dimanakah perjalanannya?” ketikku

“Eh, lupa nulis namaaa!!!” kataku

“Ari kamuuuu!! jangan sampe doi ngira itu aku yang ngetiiikk!!” kata Dania

“Hahahahaha… baiklah…” (sambil ambil hape Dania lagi) kataku.

“Eh, Neng.. kok di hape kamu gak ada centang biru sih? Gak diupgrade apah aplikasinya?” kataku lagi.

“Ha ha ha ha… aha! ini ada triknya, sist! aku matiin fitur centang birunya, biar orang gak bisa tau aku sudah baca atau belum..” kata Dania.

“Apaaah?? kok aku baru tau sih fitur itu? baru yah?” kataku

“Iih.. sudah lama kalii.. kamu kemana aja, neng?!” kata Dn ania

“Haaa ya ampuuunn!!! Duh! Aku dulu pernah nanya ke temenku kenapa di kolom chat kami gak ada centang birunya.. trus aku bilang dia belum upgrade si aplikasinya.. trus dengan bijaknya dia bilang “gak papa ga usah diupgrade.. saya memang jadul” Haa.. ya ampuunn.. aku udah nuduh dia gak upgrade, ternyata.. kayaknya aku tau sekarang dia pakai apa.. aaaaaa!!! malu bangeett deh aku sekarang!!!” panikku.

“Ha ha ha ha.. makanya sist.. dipasang aja.. biasanya kan suka sampe bikin baper gitu kalo tulisan kita kaga centang biru karena kaga dibaca-baca.. mending sekarang dipasang tu fitur.. buat ngurangin rasa baper, hahaha… lagian abis tulis pesan yaudahlah yaa.. bisa kamu tinggal… gak usah ngarep dibalas-balas segala.. #ehh (kalo yg ini baper beneran :p )” kata Dania.

“Ha ha ha ha.. bener jugak! bikin lelah ajaa.. hahahaa” kataku.

Yeay! sekarang udah gak ada centang biruu… say goodbye to Baper! :p

Posted in Sein Seit

AYO HIDUP!

“Kringg…. halo kyky, bisa ke kantor aku gak?” terdengar suara dari ujung telepon sana dari salah satu senior kampus yang bekerja di BPLH Kota Bandung.

Begitu tiba di kantor, aku menerima satu lembar kertas yang berisi daftar kajian tahun 2016. “Ada 5 kajian yang jadi kelanjutan kajian yang kamu pegang kemarin, kajian ini berakhir di Juli 2016,, yaa Agustus lah kamu dan tim masih bisa presentasi..” kata senior tersebut.

“Ya Allah.. aku harus ngapain biar bisa idup???” batinku. Yak, setelah kemarin dapat pengumuman kalau status kontrakku sebagai sekretariat di salah satu forum tampak tidak akan diperpanjang, mengingat dana forum sudah tidak memadai dan belum ada support dana lagi. Alhasil, Februari akan menjadi bulan terakhir aku bekerja paruh waktu sebagai sekretariat. Lalu,, kemudian,, aku kan harus hidup yah? Walau kemarin senang karena bisa mengembalikan idealisme untuk menorehkan satu karya untuk Kota Bandung walau hanya bentuk satu kajian, tapi.. dunia realistis kembali membanting mentalku untuk harus bekerja keras berpikir gimana harus hidup!

Ah iya, kajian yang lagi aku kerjain itu Petunjuk Teknis Pemilahan Sampah di Sumber.. hmm.. bahasa mudahnya sih bikin tahapan-tahapan gimana orang bisa memilah sampah sisa makanan (organik) dan anorganik dari rumah, lalu si sampahnya akan tetap selamat terpilah di TPS hingga TPA dengan sistem yang dibentuk. Nanti hasil dari kajian ini akan diajukan dalam Rencana Peraturan Walikota..

Awal nerima kajian ini barengan dengan tawaran kembali ke perusahaan yang lama. Trus melepas tawaran kembali ke kantor lama cuma demi satu kajian, yang bikin harus menguatkan tekad dengan curhat ke Ko Edi dan Teh Gladys (peluk virtual satu-satu buat kalian berdua). Kajian ini nilainya lebih ke karya… lebih besar dari karya yang aku tuliskan untuk kawasan kesayanganku dulu (SCBD),, lebih kompleks, lebih rumit karena harus bisa masuk ke semua lapisan ekonomi masyarakat. Untuk satu Kota Bandung… Walo belum bisa sekolah lagi, tapi lahan berkaryanya terbuka untuk bisa lebih diaplikasikan langsung ke masyarakat luas.. seneng gak sih kalo karyanya bisa bermanfaat untuk banyak orang?? jawabannya ALHAMDULILLAH! SENENG BANGET! Walo suka diketawain sama teman sendiri karena nominal fee kerja berbulan-bulan di kajian bisa aku dapatkan dalam gaji di perusahaan lama setiap bulan, ha ha ha ha

Pasca ngerjain kajian, aku merasakan kembali bersemangat mengejar mimpi yang selama 1 tahun ini aku simpan baik-baik setelah memutuskan kembali pulang ke rumah orang tua. Godaan untuk kembali ke ibukota semakin menguat.. kembali menjadi Gadis Metropolitan yang bisa melakukan segalanya yang diinginkan, hahaha… Tapi… sekarang harus ditahan disini sampai Agustus.. aku harus cari uang kemana biar bisa hidup?

Sempat berpikir untuk kerja paruh waktu di restoran.. jadi koki kek, jadi waitress kek, jadi kasir kek, jadi supir kek.. yang penting bisa dapat uang, bisa sambil ngerjain kajian juga.. atau mungkin jadi tour guide yang kerjanya gak sering, tapi tetep dapat uang dan aku masih bisa ambil data buat ngerjain laporan kajian.. atau jaga toko sprei, kan udah pengalaman yak di tokonya Peipei di Tanah Abang.. atau apalah yang penting halal! byebye dulu deh sama titel, lulusan apa dan gengsi! Yang penting ada uang untuk bisa hidup bareng mama papa.

Tinggal bersama orang tua, bukan berarti tidak bisa berlari.. akan terus berlari,, dan akan tetap berlari,, hanya saja kecepatannya disesuaikan dengan kapasitas orang tua kita. Kalau waktu masih jadi Gadis Metropolitan Jakarta, masih bisa berlari kencang,, sekencang mungkin,, bahkan gak ada yang lagi ngejar juga tetap berlari (#ehh! #ups! #baper :p ). Sekarang, berlari bersama orang tua.. ada orang tua yang berada di punggungku,, di depan kursi dorong yang siap aku dorong.. Yah itulah gambaran kondisi yang selalu aku hidupkan dalam hatiku.. Bagai berlari dalam Tawaf dan Sa’i.. menggendong mamaku, dan mendorong kursi papaku dengan (berusaha) menghidupkan hati yang riang gembira.. hanya demi mendapatkan dua kata.. Ridho Allah.. 🙂

Bukan KEWAJIBAN anak perempuan untuk mejadi tulang punggung keluarga,, tapi anak perempuan punya HAK untuk memberikan lebih untuk keluarganya.. mari gunakan masa single ini untuk menoreh bakti ke keluarga..

SEMANGAT, KYNOY!!!

JIA YOU, MEI XIANG!!!

Tawakkal itu indah,, Tawakkal itu bahagia.. ^_^

Allah, besok masih bisa hidup yah! Janji?! Ok! Sip! Mmuah!

Posted in Sein Seit

Suami : Lelaki yang Setia pada Tuhannya

Memantapkan kembali visi rumah tangga yang akan dibangun

Pathfinder Journal

Apa yang harus dilakukan seorang laki-laki untuk jadi suami yang setia pada istrinya? Apa ia harus selalu hangat dan dekat? Apakah dalam hatinya harus ada cinta yang senantiasa indah seperti saat pertama kali saling jatuh cinta? Atau ia sekedar harus memastikan tidak ada wanita lain yang mengisi hatinya?

Apakah tanda kesetiaan itu berupa cinta yang diekspresikan setiap hari ? Atau berupa kerinduan dan keterpesonaan ? Ataukah setia itu berarti cintanya tunggal tidak terbagi ? Atau setia itu hanya nyata jika ia rela melakukan apapun demi menyenangkan hati istrinya ? Atau lima hal itu seluruhnya digabung tanpa dikurangi ? Apakah berarti ia harus menjadi laki-laki yang selalu sedang jatuh cinta, dengan cinta yang selalu indah, sambil teguh menjaga janji “hanya engkaulah wanita satu-satunya dalam hidupku” ?

Apakah esensi pernikahan adalah kisah ikatan cinta abadi antara dua manusia yang begitu indah dan telah sampai pada puncaknya?

View original post 860 more words