Posted in Sein Seit

AYO HIDUP!

“Kringg…. halo kyky, bisa ke kantor aku gak?” terdengar suara dari ujung telepon sana dari salah satu senior kampus yang bekerja di BPLH Kota Bandung.

Begitu tiba di kantor, aku menerima satu lembar kertas yang berisi daftar kajian tahun 2016. “Ada 5 kajian yang jadi kelanjutan kajian yang kamu pegang kemarin, kajian ini berakhir di Juli 2016,, yaa Agustus lah kamu dan tim masih bisa presentasi..” kata senior tersebut.

“Ya Allah.. aku harus ngapain biar bisa idup???” batinku. Yak, setelah kemarin dapat pengumuman kalau status kontrakku sebagai sekretariat di salah satu forum tampak tidak akan diperpanjang, mengingat dana forum sudah tidak memadai dan belum ada support dana lagi. Alhasil, Februari akan menjadi bulan terakhir aku bekerja paruh waktu sebagai sekretariat. Lalu,, kemudian,, aku kan harus hidup yah? Walau kemarin senang karena bisa mengembalikan idealisme untuk menorehkan satu karya untuk Kota Bandung walau hanya bentuk satu kajian, tapi.. dunia realistis kembali membanting mentalku untuk harus bekerja keras berpikir gimana harus hidup!

Ah iya, kajian yang lagi aku kerjain itu Petunjuk Teknis Pemilahan Sampah di Sumber.. hmm.. bahasa mudahnya sih bikin tahapan-tahapan gimana orang bisa memilah sampah sisa makanan (organik) dan anorganik dari rumah, lalu si sampahnya akan tetap selamat terpilah di TPS hingga TPA dengan sistem yang dibentuk. Nanti hasil dari kajian ini akan diajukan dalam Rencana Peraturan Walikota..

Awal nerima kajian ini barengan dengan tawaran kembali ke perusahaan yang lama. Trus melepas tawaran kembali ke kantor lama cuma demi satu kajian, yang bikin harus menguatkan tekad dengan curhat ke Ko Edi dan Teh Gladys (peluk virtual satu-satu buat kalian berdua). Kajian ini nilainya lebih ke karya… lebih besar dari karya yang aku tuliskan untuk kawasan kesayanganku dulu (SCBD),, lebih kompleks, lebih rumit karena harus bisa masuk ke semua lapisan ekonomi masyarakat. Untuk satu Kota Bandung… Walo belum bisa sekolah lagi, tapi lahan berkaryanya terbuka untuk bisa lebih diaplikasikan langsung ke masyarakat luas.. seneng gak sih kalo karyanya bisa bermanfaat untuk banyak orang?? jawabannya ALHAMDULILLAH! SENENG BANGET! Walo suka diketawain sama teman sendiri karena nominal fee kerja berbulan-bulan di kajian bisa aku dapatkan dalam gaji di perusahaan lama setiap bulan, ha ha ha ha

Pasca ngerjain kajian, aku merasakan kembali bersemangat mengejar mimpi yang selama 1 tahun ini aku simpan baik-baik setelah memutuskan kembali pulang ke rumah orang tua. Godaan untuk kembali ke ibukota semakin menguat.. kembali menjadi Gadis Metropolitan yang bisa melakukan segalanya yang diinginkan, hahaha… Tapi… sekarang harus ditahan disini sampai Agustus.. aku harus cari uang kemana biar bisa hidup?

Sempat berpikir untuk kerja paruh waktu di restoran.. jadi koki kek, jadi waitress kek, jadi kasir kek, jadi supir kek.. yang penting bisa dapat uang, bisa sambil ngerjain kajian juga.. atau mungkin jadi tour guide yang kerjanya gak sering, tapi tetep dapat uang dan aku masih bisa ambil data buat ngerjain laporan kajian.. atau jaga toko sprei, kan udah pengalaman yak di tokonya Peipei di Tanah Abang.. atau apalah yang penting halal! byebye dulu deh sama titel, lulusan apa dan gengsi! Yang penting ada uang untuk bisa hidup bareng mama papa.

Tinggal bersama orang tua, bukan berarti tidak bisa berlari.. akan terus berlari,, dan akan tetap berlari,, hanya saja kecepatannya disesuaikan dengan kapasitas orang tua kita. Kalau waktu masih jadi Gadis Metropolitan Jakarta, masih bisa berlari kencang,, sekencang mungkin,, bahkan gak ada yang lagi ngejar juga tetap berlari (#ehh! #ups! #baper :p ). Sekarang, berlari bersama orang tua.. ada orang tua yang berada di punggungku,, di depan kursi dorong yang siap aku dorong.. Yah itulah gambaran kondisi yang selalu aku hidupkan dalam hatiku.. Bagai berlari dalam Tawaf dan Sa’i.. menggendong mamaku, dan mendorong kursi papaku dengan (berusaha) menghidupkan hati yang riang gembira.. hanya demi mendapatkan dua kata.. Ridho Allah..🙂

Bukan KEWAJIBAN anak perempuan untuk mejadi tulang punggung keluarga,, tapi anak perempuan punya HAK untuk memberikan lebih untuk keluarganya.. mari gunakan masa single ini untuk menoreh bakti ke keluarga..

SEMANGAT, KYNOY!!!

JIA YOU, MEI XIANG!!!

Tawakkal itu indah,, Tawakkal itu bahagia.. ^_^

Allah, besok masih bisa hidup yah! Janji?! Ok! Sip! Mmuah!

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s