Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Hati

Hari ini saya ga sengaja ketemu dengan salah seorang senior kampus… seperti biasa, kami nostalgia masa kampus dan saling bertukar berita.. pembicaraan mulai mengarah kepada siapa orang yang lagi ada di hati saya, hahaha.. “ah, kenapa saya yang ditanya sih? saya masih menata langkah2 agar hati yang saya putuskan untuk siapa itu diridhoi Allah..” #bijak #asik ,,, sangking ‘kepo’ nya senior saya ini, sampai-sampai beliau klik ‘add friend’ ke orang tersebut, wkwkwk

Tiba-tiba senior saya bercerita perihal rumah tangganya… cerai.. kata pertama yang keluar dari bibirnya… berbagai macam konflik yang didera.. mulai dari ketidaksepakatan dalam keputusan memiliki anak atau tidak sehingga ‘kebobolan’ punya anak, lalu lepas beasiswa ke luar negeri, hingga satu yang tidak bisa diterima adalah perselingkuhan…

Sekilas saya langsung teringat dengan percakapan antara saya dan priska (dalam posting Pulang, Nak.. Sudah Saatnya Anak Gadis Bapak Pulang Ke Rumah ). Sebagai sesama anak gadis yang memutuskan untuk kembali ke rumah orang tua, kami membahas fenomena perilaku manusia seusia kami dalam berumah tangga.. yaa.. masalah perselingkuhan juga kami bahas.

Saya jadi mempelajari, dari sisi wanita yah,, sebenarnya wanita itu bisa lho punya ruang maaf yang sangat besar,, bisa lho punya semangat 45 setelah jatuh dari keterpurukan.. tapi bisa juga menjadi rapuh,, bisa menjadi racun untuk sesamanya,, bisa menjadi keras menjadi batu, sehingga terlihat Independent.. (bukan berarti saya berpendapat bahwa wanita independent itu hatinya keras bagai batu, lho!) Tapi… saya belajar bagaimana uniknya Allah menciptakan hati wanita… sebagai orang yang pernah mengalami jatuh tersungkur lalu berjuang untuk bangkit lagi, saya (sedang) memahami betul bagaimana Allah menciptakan hati saya..

Yang saya sesali dalam percakapan kami adalah ketiak beliau berkata bahwa dia tidak lagi sholat………. baginya, agama adalah urusan pribadi setiap orang… dan keputusan untuk tidak sholat adalah keputusan beliau yang ‘diminta’ untuk dihormati…

Seketika,, hati saya terasa sakit.. saya bukan orang yang baru punya teman seperti ini.. selama saya hidup di Jakarta, saya punya banyak teman yang seperti ini.. tapi yang ini membuat saya sakit.. mungkin kejadian ini bersamaan dengan masa futur saya.. bisa jadi juga karena rasa kehilangan saya akan saudari muslimah saya.. bisa jadi juga ketakutan dari hati saya yang mulai muncul,, takut menjadi manusia yang sama seperti beliau… seterpuruk-terpuruknya hidup, Allah lah tempat kita kembali.. bukan menjadi semakin menjauh dariNya…

Yaa muqallibal quluub tsabit qalbi ‘aladinik.. doa yang selalu saya ucapkan di tahiyat akhir sholat,, saya sadari maknanya begitu mendalam.. tidak lagi merasa diri ini menjadi nyaman dengan titel Muslimah yang saya sandang.. karena kalau tidak saya jaga, saya bisa saja akan kehilangan iman itu dalam hati saya.. Yaa Rabbana…

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s