Posted in kyky belajar, Mari Membaca

HARI RAYA IDUL FITRI

Rangkaian ibadah pada Bulan Ramadhan diakhiri dengan Idul Fitri. Id secara etimologis (bahasa) berarti kembali. Dan fitri berarti terbuka atau fitrah. Sedangkan secara stilah Idul Fitri ialah kembali erbka (makan minum) setelah berpuasa atau kembali kepada fitrah setelah mengalami masa training dan pembersihan selama bulan Ramadhan.

 

HUKUM DAN DISYARATKANNYA “IDUL FITRI”

Hari Raya Idul Fitri disyariatkan pada tahun pertama hijriyah. Seperti dilaporkan Anas ra, adalah mereka (penduduk Madinah) memiliki dua hari raya, hari dimana mereka bermain dan bergembira, sampai Rasulullah bertanya:

Apakah tujuan dan ati dua hari raya ini? Mereka menjawab: pada zaman jahiliyah dulu kmai bermain pada dua hari raya ini. Rasulullah  SAW berkata: Sesungguhnya Allah SWT telah mengganti dua hari raya itu dengan hari raya yanglebih baik, yakni hari raya “ Idul Fitri” dan hari raya “Idul Adha”. (HR Nasai-Ibnu Hibban)

Hukum Shalat Idul Fitri adah Sunnah Mu’akad yaitu sunnah yang sangat dipelihara dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Dalil yang menunjukkan atas disyari’atkannya shalat Idul Fitri antara lain:

  1. Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2
  2. Hadist Mutawattir, bahwa “Rasulullah SAW shalat Idul Fitri yang pertama pada tahun kedua Hijriah sebagaimana dilaporkan oleh Ibnu Abbas.” (HR Bukhari-Muslim)
  3. Ijma ulama, para ulama disyariatkannya shalat Idul Fitri.

 

WAKTU SHALAT IDU FITRI

Para ulama sependapat bahwa “Waktu shalat Idul Fitri sejak terbit matahari Syawal hingga sebelum Syawal (dzuhur), seperti waktu shalat dhuha. (HR. Ahmad)

“Disunnahkan agar menyegerakan Shalat Idul Adha dan mengakhiri sedikit Shalat Idul Fitri.” (HR Syafi’i)

Hikmahnya untuk shalat Idul Adha agar waktu menyembelih hewan qurban lebih panjang. Sedangkan untuk Idul Fitri waktu menyalurkan zakat lebih luas.

 

TEMPAT SHALAT IDUL FITRI

Para ulama sepakat bahwa tempat shalat Idul Fitri untuk Makkah yang afdhol dilaksanakan di Masjid Al-Haram. Dan untuk luar Makkah, ada dua tempat:

  • Jumhur ulama (kebanyakan ulama) melihat bahwa yang afdhal dilaksanakan di tanah lapang (bukan masjid), kecuali dalam keadaan darurat atau uzur syar’i seperti hujan, maka dilaksanakan di masjid seperti dilaporkan Abu Hurairah (HR Abu Daud dan Al Hakim)
  • Ulama Mahzab Syafi’i, melihat bahwa pelaksanaan shakat Idul Fitri lebih afdal di Masjid, sebab masjid adalah tempat yang paling mulia. Kecuali apabila masjidnya sempit maka yang afdhal di tanah lapang jika ada, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW (HR Bukhari-Muslim)

Dengan tetap menjaga prinsip ukhuwah dan menyadari bahwa kita berada dalam suasana hari raya Idul Fitri masalah perbedaan pendapat tentang pelaksanaan Idul Fitri tidak perlu dipertentangkan, yang menjadi masalah adalah jika ummat Islam tidak melaksanakan shalat Idul Fitri.

 

TATA CARA SHALAT IDUL FITRI

Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat. Syarat dan rukun Shalat Id mengikuti syarat dan rukun shalat wajib. Setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama disunnahkan membaca takbir sebanyak tujuh kali takbir. Dan pada rakaat kedua, lima kali takbir tidak termasuk takbir ketika bangkit dari sujud (rakaat pertama) ke rakaat kedua (takbiratul qiyam) dilakukan dengan mengangkat kedua tangan setiap takbir. Tata cara ini sebagaimana dilaporkan Amar bin Syuaiban (HR. Ahmad, Ibu Majah, Abu Daud, Daruquthi).

Do’a diantara takbir membaca:

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

“Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.”

Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala. Dalam riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan,

“Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”

Shalat Idul Fitri dilakukan sebelum khutbah, sebagaimana dilaporkan Ibnu Umar, “Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Ustman melaksanakan shalat Idul Fitri sebelum Khutbah Idul Fitri.” (HR Bukhari dan Muslim). Riwayat yang sama juga dilaporkan oleh Abu Said.

 

KHUTBAH IDUL FITRI

Pelaksanaan khutbah Idul Fitri setelah shalat Id seperti dilaporkan oleh Ibnu Umar bin Said. (HR. Bukhari- Muslim). Hukum Khutbah ‘Idul Fitri dan mendengarkannya adalah sunnat seperti yang dilaporkan oleh Abdullah bin Said (HR Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah). Dan yang paling afdhal mengikuti seluruh rangkaian shalat/khutbah Idul Fitri dari awal sampai akhir. Dan seperti pada shalat Jum’at, khutbah Idul Fitri terdiri dari dua khutbah.

 

HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN PADA WAKTU HARI RAYA

  1. Mengisi malam Idul Fitri dengan ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT, seperti dzikir, shalat, qira’atul Qur’an, tasbih, istighfar dan sebagainya. Lebih afdhal menghidupkan malam Id semalam suntuk, seperti dilaporkan Ubadah bin Shamit (HR Ath-Thahari dan Daruquthni), tentunya kalau kuat, tanpa mengorbankan ibadah-ibadah wajib seperti, shalat isya dan shalat Subuh tepat pada waktunya dengan berjama’ah. Menghindarkan acara hura-hura, takbiran sambil menabuh beduk yang justru mengganggu (tidak khusyu), memutar kaset takbiran sementara orangnya tidur dan lain-lain, yang bertentangan dengan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.
  2. Mandi (HR Ibnu Majah), memakai wangi-wangian/parfum (HR Baihaqi), bersiwak (menggosok gigi), memakai sebaik-baik pakaian.
  3. Bersegera (berpagi-pagi) menuju tempat shalat Idul Fitri dengan tenang dan penuh ketulusan. Dan lebih afdhal berjalan kaki sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti dilaporkan oleh Ali bin Abi Tholib (HR Tirmidzi).
  4. Makan (sarapan) sebelum berangkat Idul Fitri.
  5. Membayar zakat fitrah sebelum berangkat shalat Idul Fitri (batas akhir pembayaran zakat fitrah). Sekalipun zakat fitrah boleh saja dibayar beberapa hari sebelum Idul Fitri (HR Abu Daud, Ibnu Majah, Daruqutni, Al-Hakim)
  6. Bergembiralah dan menggembirakan sesama muslim dan lebih mempererat tali ukhuwah di antara kaum muslimin.
  7. Disunnahkan juga agar jalan ketika pergi dan jalan ketika pulang tidak sama. Seperti yang dipraktekkan Rasulullah SAW seperti dilaporkan oleh Jabir (HR Bukhari)

 

IDUL FITRI BAGI KAUM WANITA DAN ANAK-ANAK

Sebagaimana halnya kaum pria, kaum wanita dan anak-anakpun disunnatkan menghadiri shalat Idul Fitri. Begitu halnya orang-orang tua, gadis perawan, wanita-wanita haid dan nifas. Seperti dilaporkan oleh Ummu Athiyah (HR Bukhari-Muslim)

Adalah Rasulullah SAW keluar bersama istri putri-putrinya untuk melaksanakan Idul Fitri dan mendengarkan khutbah. (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan Ibnu Abbas). Adapun untuk wanita haid dan nifas cukup mendengarkan khutbah tidak ikut shalat.

 

ADZAN DAN IQAMAT

Tidak disyariatkan adzan dan iqomat pada waktu Idul Fitri dan Idul Adha seperti dilaporkan Ibnu Abbas dan Jabir. (HR Bukhari-Muslim)

 

SHALAT QABLIYAH DAN BA’DIYAH

Tidak ada satu riwayatpun bahwa Rasulullah dan sahabatnya mengerjakan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah pada waktu shalat Idul Fitri. (HR Jama’ah dari Ibnu Abbas)

Kecuali kalau shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid, maka tetap disunnahkan tahiyatul masjid.

 

BERGEMBIRA PADA HARI RAYA IDUL FITRI

Ummat Islam disunnahkan untuk bergembira dan menggembirakan orang lain pada Hari Raya Idul Fitri. Dengan memakai pakaian yang terbaik merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya, makan minum yang halal dan tidak isrof (berlebihan), saling berjabat tangan (kecuali antara pria dan wanita yang bukan muhrim), saling berkunjung, saling memberi/mengirim ucapan selamat (bermaaf-maafan) dan saling bertukar hadiah dalam batas-batas yang wajar. Hal ini menunjukkan hikmah ajaran Islam yang selalu menjaga keseimbangan (tawazun).

 

PASCA RAMADHAN

Ummat Islam hendaknya berupaya melestarikan nilai-nilai dan amaliyah Ramadhan yang telah dibina selama sebulan penuh dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya dengan melaksanakan puasa sunnah selama 6 hari pada bulan Syawal.

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s