Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Our Lunch Today: Kami (Tidak) Berbeda-1

Jakarta, 21 Juni 2013

Hari ini saya seperti biasa makan siang sama Cici Sari, Cici Yulia, dan Koko Rully. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba Bapak Sekretaris Perusahaan ajak kami makan bersama di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Jadilah kami pergi bersama Bapak Sekretaris Perusahaan dan satu anak buah beliau yang namanya Edward.

Saat akan pergi, kami berpapasan dengan salah satu Ibu Komisaris Grup Perusahaan. Bapak Sekretaris Perusahaan memperkenalkan rombongan yang dibawa. Bapak memperkenalkannya sebagai rombongan dokter perusahaan,, yaa karena Cici Sari, Cici Yulia dan Koko Rully adalah dokter perusahaan. Dan karena saya merasa bukan, akhirnya saya agak sedikit menjauhkan diri dari rombongan. Daa bukan orang penting juga sih sayanya, hehe. Tapi di luar dugaan, Bapak Sekretaris Perusahaan memanggil nama saya untuk ikut diperkenalkan. Hii..saya kira bapak gak akan memperhitungkan saya dalam rombongan karena bukan orang penting, ternyata beliau memperhatikan itu.😀

Untuk masuk ke Gedung BEI harus memakai kartu akses gedung tersebut. Jadilah kami harus menyerahkan KTP ke bagian keamanan. Ketika di bagian penukaran KTP dengan kartu akses, tiba-tiba Ci Yulia bilang dia gak bawa KTP,, jadi saya kasih pinjam SIM saya untuk kartu akses Ci Yulia. Sambil bercanda, Ci Sari bilang, “Ntar kalo dipanggil Rizky Ayu, lu nyahut ya, Pao! Haha” (Pao adalah panggilan kesayangan Ci Yulia). Dan saya baru sadar kalau… kami berbeda! Ci Yulia kan gak pake jilbab! *tepok jidat!

Saat menuju pintu masuk, kami mengalami kendala. Kartu akses yang kami dapatkan tidak bisa membuka pintu masuknya. Dan ternyata oh ternyata.. kami salah meletakkan posisi kartu aksesnya! Kami meletakkan kartu akses tepat di tanda panah hijau, seperti yang kami lakukan di Gedung AG. Tapi ternyata kartu akses harus diletakkan di bagian hitam pintu masuk, wkwkwk.. Bapak Sekretaris Perusahaan yang sudah masuk terlebih dahulu senyum-senyum menertawakan kami yang kuper😄

Setelah berhasil masuk, kami mengikuti kemana Bapak Sekretaris Perusahaan melangkah. Saya yang sebenarnya lagi program irit agak sedikit was-was kalau-kalau Bapak ngajaknya ke restoran mahal. Sambil ngikutin langkah rombongan, sambil mikir anggaran rumah tangga😛

Akhirnya langkah rombongan tertuju pada sebuah restoran cina. Shanghai Garden namanya. Waduw! Sekarang mah bukan perkara harga lagi, tapi perkara saya bisa makan atau gak ini mah! Saya pun memperlambat langkah kaki yang tadinya sejajar dengan Cici Sari dan Cici Yulia. Saya berpikir untuk kabur sebenarnya, hahaha.. Habisnya daripada semua orang gak jadi makan gara-gara saya, mending saya yang mengundurkan diri. Dan saya berpikir toh Pak Sekretaris Perusahaan gak akan sadar kalau saya gak ada, karena saya bukan orang penting, ehehehe.. Tapi tetap aja saya gak boleh kabur! Kalau saya kabur karena alasan gak ada makanan yang bisa saya makan, saya perkirakan Cici Sari pasti akan pergi menyusul saya dan ikutan gak makan dengan rombongan atau menyusul saya dan meminta Bapak Sekretaris Perusahaan ganti restoran biar saya bisa makan. Padahal Cici Sari adalah salah satu orang kepercayaan Bapak Sekertaris Perusahaan. Huhu, cici saya yang satu ini emang (kebaikannya) luar biasa canggih deh  buat saya! Akhirnya saya mikir sambil memperlambat langkah.

Karena langkah yang lambat inilah saya jadinya berada di posisi sejajar dengan Koko Rully dan Edward. Karena curiga, Koko nanya..

Koko Rully: “Kenapa kamu, ky?”

Saya: “Koko..bapak ngajaknya ke restoran cina nih.. gimana donk? Curiga aku gak bisa makan..”

Koko Rully: “Lha kan ada Ci Sari disitu.. kamu makan aja apa yang Ci Sari makan. Kan Ci Sari vegetarian.”

Saya: “Tapi Ci Sari kan masih bisa makan makanan yang ada arak ato sakenya.. sedangkan aku gak bisa, ko.. Apa aku kabur aja yah? Ato aku minum aja deh nanti disana.”

Edward: “Yaudah, teh.. Lu pesen aja nasi dan lauk pauknya.. Biar gw dan koko yang makan lauk pauk punya lu..hahaha..” (Teteh adalah panggilan Edward untuk Saya)

Koko Rully: “Haha, benar tuh kata Edward! Kamu makan nasi sama kecap asin aja, lauknya kita yang makan, hahahaha…”

Saya: (-_-“)

Dan akhirnya saya memutuskan untuk ikut masuk ke dalam restoran.

Di dalam restoran ternyata banyak konsumen yang berjilbab! “Alhamdulillah pertanda ini restoran aman buat pesan makanan, hihihi..” sambil masang muka senyum senang ke Koko dan Edward ^__^v

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s