Posted in kyky belajar, Mari Membaca

SHALAT TARAWIH

PENGERTIAN SHALAT TARAWIH

Tarawih berarti QIYAMU RAMADHAN di awal malam. Ada yang mengatakan tarawih di Bulan Ramadhan, karena orang-orang beristirahat di antara setiap dua salam. Pada Hadist Aisyah ra, dia pernah bertanya:

“Bagaimana shalat Rasulullah SAW pada Bulan Ramadhan?” Dia menjawab: “ Pada Bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan lebih dari sebelas rakaat: beliau mengerjakan shalat empat rakaat, dan jangan tanyakan baik dan panjangnya, kemudian beliau mengerjakan empat rakaat lagi, dan jangan tanyakan tentang baik dan panjangnya, dan setelah itu mengerjakan tiga rakaat…” (Muttafaqun’alaih)

Dalam hadist di atas menunjukkan ada perbedaan antara empat rakaat pertama dan empat rakaat kedua serta tiga rakaat terakhir. Beliau mengucapkan salam pada keempat rakaat itu di setiap dua rakaat. Hadist Aisyah ra, dia bercerita:

“Rasulullah SAW pernah mengerjakan shalat pada suatu malam dengan sebelas rakaat yang ditutup dengan shalat witir satu rakaat.”

Dalam lafadz Muslim disebutkan: “Beliau mengucapkan salam setiap dua rakaat dan mengerjakan shalat witir satu rakaat.” (HR Muslim)

HUKUM SHALAT TARAWIH

Dari Abu Hurairah ra, dia bercerita, Rasulullah SAW menganjurkan para sahabat untuk melakukan qiyamul lail tanpa menyuruh mereka dengan keharusan. Beliau bersabda:

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, dia akan diberi ampunan atas dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaqun’alaih)

Imam Nawawi mengatakan: Para ulama telah sepakat untuk menyunahkan shalat tarawih, yakni Sunnah Mu’akad.

KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH

Jika seorang Muslim melakukan Qiyam Ramadhan dengan keyakinan bahwa hal itu sebagai suatu kewajiban yang disyariatkan oleh Allah sembari membenarkan apa yang disabdakan Rasulullah SAW serta apa yang dibawanya, dibarengi dengan harapan memperoleh pahala seraya berharap qiyamul lail yang dilakukannya itu benar-benar tulus ikhlas karena Allah SWT dengan tujuan mencari keridhaan Allah dan ampunan-Nya, niscaya pahala yang besar itu dia dapatkan.

DISYARIATKAN BERJAMA’AH DALAM MENUNAIKAN SHALAT TARAWIH DAN QIYAMU RAMADHAN SERTA MENEMANI IMAM SAMPAI PULANG

Dari Abu Dzar ra, dia bercerita, Rasulullah berkata:

“Sesungguhnya barangsiapa melakukan qiyamul lail bersama imam sampai imam itu pulang, maka Allah akan menetapkan baginya qiyam satu malam penuh.”

BERSUNGGUH-SUNGGUH MELAKUKAN QIYAMUL LAIL PADA 10 HARI TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa pada Bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosanya yang telah berlalu. Dan barangsiapa bangun pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosanya tang telah berlalu.” (Muttafaqun’alaih)

Dari Aisyah ra, dia bercerita:

“Jika masuk sepuluh hari terakhir, Rasulullah SAW menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan memperkuat ikatan kain.” (Muttafaqun’alaih)

Dalam Hadist Abu Dzar ra, disebutkan: “Pada malam kedua puluh tujuh, Rasulullah SAW mengumpulkan keluarga dan istri-istrinya serta orang-orang, lalu beliau melakukan qiyamul lail bersama mereka.” (HR Ahmad-Abu Dawud)

 WAKTU SHALAT TARAWIH

Waktu Shalat Tarawih adalah setelah Shalat Isya’ dan Shalat Sunnah Rawatibnya.

RAKAAT SHALAT TARAWIH

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat malam itu dikerjakan dua rakaat dua rakaat. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian takut datangnya waktu Subuh, maka kerjakanlah satu rakaat saja sebagai Witir bagi shalat yang telah dikerjakan.” (Muttafaqun’alaih)

Jika seseorang mengerjakan shalat dua puluh rakaat dengan tiga rakaat shalat witir, atau tiga puluh enam rakaat dengan tiga rakaat shalat witir, atau empat puluh satu rakaat, semua boleh dilakukan. Tapi, lebih baik adalah yang dikerjakan Rasulullah SAW, yaitu tiga belas rakaat atau sebelas rakaat. Hal ini berdasarkan Hadist Ibnu Abbas, dia bercerita:

“Rasulullah SAW pernah mengerjakan shalat pada suatu malam sebanyak tiga belas rakaat.” (HR Muslim)

“Hadist Aisyah ra, dia bercerita: “Rasulullah SAW tidak pernah lebih dari sebelas rakaat, baik pada Bulan Ramadhan, maupun bulan-bulan lainnya.” (Muttafaqun’alaih)

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

One thought on “SHALAT TARAWIH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s