Posted in Cerita Hidup, kyky belajar, Nasib Gadis di Rantau Orang

Adab Makan: Berdoa

Sejak kenal dekat dengan Cici, saya jadi punya kebiasaan positif, yaitu tertib berdoa saat mau makan.

Dulu hal ini agak sedikit diabaikan oleh saya. Lebih sering doa sekedarnya. Emang sih baca doa mau makan, tapi ngebut.. lalu makan! Lupa pula berdoa setelah makan, hehehe..

Sekarang, Karena setiap makan sama Cici dan Koko, kami biasanya menunggu semua anggota makan siap dengan makanan di meja, lalu kami berdoa bersama, walau doanya masing-masing (karena kami beda agama semua ^_^), kemudian kami makan bersama.

Kebiasaan ini juga gak hanya dicontoh Cici dan Koko, tapi juga dicontoh dari teman-teman kosan saya. Mbak Ade, Mbak Tantri, Mbak Wani yang kasih saya contoh. Sebelum makan, berdoa, dan makan bersama. Lagi-lagi doa masing-masing karena satu meja makan ada 4 agama disana, hehe..

Sering sekali saya merasa malu sama mereka, sama diri sendiri, apalagi sama Allah. Mau makan kok doanya gak khusyuk?! Gak bersyukur banget udah Allah kasih makan detik itu! Sedangkan orang terdekat sekitar saya yang beds agama yang kasih saya contoh bagaimana meluangkan waktu sejenak untuk berdoa dengan khusyuk sebelum makan. Kadang mereka jauh lebih khusyuk dari saya, heuheu..

Alhamdulillah, Allah baik banget kasih saya lingkungan yang beragam, yang justru malah mengajarkan saya bagaimana cara berterima kasih sama Allah dengan sungguh-sungguh, meski hanya di meja makan. ^_^

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s