Posted in kyky belajar, Mari Membaca

MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah SWT, di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, di dalamnya penuh dengan rahmah, ampunan, dan pembebasan dari api neraka, bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang sholeh. Pada Bulan Ramadhan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen dan sekaligus sarana yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam Bulan Ramadhan ini.

Untuk mendekatkan sasaran tersebut, kiranya perlu menyambut tamu Allah SWT yang agung ini dengan mengadakan pembekalan ruhani dan pengetahuan tentang Bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Diantara bekal-bekal yang harus dimiliki dalam menyongsong bulan mulia ini adalah:

 

MEMPERSIAPKAN PERSEPSI YANG BENAR TENTANG BULAN RAMADHAN

Untuk memberikan motivasi beribadah di Bulan Ramadhan dengan optimal, sebelum Ramadhan datang Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya guna memberikan persepsi yang benar dan mengingatkan betapa mulianya Bulan Ramadhan. Dalam sebuah Hadist yang panjang Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Salman ra. Beliau berkata: Rasulullah berkhutbah ditengah-tengah kami pada akhir Sya’ban, Rasulullah bersabda: Hai manusia, telah menjelang kepada kalian bulan yang sangat agung, penuh dengan barokah, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan dimana Allah SWT telah menjadikan puasa di dalamnya sebagai puasa wajib, qiyamul lailnya sunnah, barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan amalan wajib tujuh puluh kali pada bulan lainnya… dst.” (HR Ibnu Huzaimah, beliau berkaya: hadist ini adalah hadist shahih)

 

MEMBEKALI DIRI DENGAN ILMU YANG CUKUP

Sasaran dari ibadah puasa adalah untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita. Untuk itu, ibadah puasa harus dilakukan dengan tata cara yang benar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Banyak orang berpuasa yang tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar, dan banyak orang shalat malam, tidak mendapat apa-apa dari shalatnya kecuali begadang.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah)

“Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta (dalam berpuasa) dan tetap melakukannya, maka Allah SWT tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhari)

Dari dua hadist di atas bisa disimpulkan bahwa membekali diri dengan segala ilmu yang berkaitan dengan puasa Ramadhan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kita melalui Bulan Ramadhan yang mulia ini.

 

MELAKUKAN PERSIAPAN JASMANI DAN RUHANI

Sebelum masuk Bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar banyak melakukan ibadah puasa di Bulan Sya’ban. Dengan banyak berpuasa di Bulan Sya’ban berarti kita telah mengkondisikan diri, baik dari sisi ruhiyah maupun jasadiyah. Kondisi ini akan sangat positif pengaruhnya dan akan mengantarkan kita dalam menyambut Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amalan yang disunnahkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak fisik dan proses penyesuaian terlalu lama seperti banyak terjadi pada orang yang pertama kali berpuasa, misalnya lemas, badan terasa panas, tidak bersemangat, banyak mengeluh, dsb.

 

MEMAHAMI KEUTAMAAN-KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan diciptakan Allah SWT penuh dengan keutamaan dan kemuliaan. Maka mempelajari dan memahami keutamaan dan kemuliaan tersebut akan memotivasi kita untuk lebih meningkatkan amal ibadah kita. Diantara keuramaan dan kemuliaan Bulan Ramadhan adalah

a. BULAN KADERISASI TAQWA DAN BULAN DITURUNKANNYA AL-QUR’AN

Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqarah: 183)

“Bulan Ramadhan bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil) maka barangsiapa mendapatkannya hendaklah ia puasa.” (QS Al-Baqarah: 185)

 

b. BULAN PALING UTAMA, BULAN PENUH BERKAH

Rasulullah SAW bersabda:

“Bulan yang paling utama adalah Bulan Ramadhan, dan hari yang paling mulia dalah Hari Jum’at.”

Dari Ubaidah bin Shamit, bahwa ketika Ramadhan tiba, Rasulullah bersabda: “Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah SWT akan memberikan naungan-Nya kepada kalian, Dia turunkan rahmat-Nya. Dia hapuskan kesalahan-kesalahan dan Dia kabulkan do’a. Pada bulan itu Allah SWT akan melihat kalian berlomba melakukan kebaikan. Allah SWT akan membanggakan kalian di depan malaikat. Maka perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah SWT, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah SWT.” (HR Tabrani)

 

c. BULAN AMPUNAN DOSA, BULAN PELUANG EMAS MELAKUKAN KETAATAN

Rasulullah SAW bersabda:

“Antara shalat lima waktu dari Hari Jum’at sampai Jum’at lagi, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa kecil apabila dosa-dosa besar dihindarkan.” (HR Muslim)

“Barangsiapa puasa karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, ia akan diampuni semua dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari-Muslim)

“Apabila Bulan Ramadhan telah datang pintu surge dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu.” (HR Bukhari-Muslim)

 

d. BULAN DILIPATGANDAKANNYA AMAL SHALIH

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, Allah SWT berfirman: “Kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Ia tinggalkan nafsu syahwat dan makanannya semata-mata karena Aku.” Orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan ketika berbuka, dan ketika berjumpa Rabb-nya. Bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah SWT lebih wangi daripada bau parfum misik.” (HR Muslim)

Rabb-mu berkata: “Setiap perbuatan baik (di Bulan Ramadhan) dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Puasa untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai dari api neraka, bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah SWT lebih wangi dari parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang sedang berpuasa, maka hendaklah kamu katakan: “Saya sedang puasa.” (HR Tirmidzi)

 

e. BULAN JIHAD DAN KEMENANGAN

Sejarah telah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih Ummat Islam. Ini membuktikan bahwa Bulan Ramadhan bukan merupakan bulan malas dan bulan lemah, tapi Bulan Ramadhan adalah bulan jihad dan kemenangan.

Perang Badar yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai YAUMUL FURQAN. Ummat Islam meraih kemenangan besar pada tanggal 17 Ramadhan tahun 10 Hijriah dan saat itu juga gembong kebathilan Abu Jahal terbunuh. Pada Bulan Ramadhan, FATHU MAKKAH (Pembebasan Kota Mekkah) yang diabadikan oleh Al-Qur’an sebagai FATHAN MUBINA, terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 Hijriah.

Perang Ain Jalut menakhlukkan tentara Mongol terjadi pada Bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 25 Ramadhan tahun 658 Hijriah. Andalusia (Spanyol) ditakhlukkan oleh tentara Islam dibawah pimpinan Tariq bin Ziyad juga terjadi pada Bulan Ramadhan, yaitu pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriah.

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s