Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Tidak Bisa Belajar Bahasa Mandarin Lagi

Sore ini Laoshi ketemu dengan saya. Kami membicarakan tentang les mandarin yang saya ikuti. Dengan berat hati Laoshi mengatakan bahwa saya tidak bisa belajar Bahasa Mandarin lagi di kelas seperti biasa. Hal ini dikarenakan ada yang tahu saya les Mandarin sama Laoshi.

Dari awal saya mengajukan diri sebagai murid, saya bilang saya mau private sama Laoshi. Gak papa bayar sendiri. Karena saya merasa tanggung sekali dulu pernah belajar tapi sekarang tidak karena tidak lagi difasilitasi oleh perusahaan. Jadilah saya mengajukan diri kepada Laoshi yang lain yang saya kenal. Ketika saya mengajukan diri, Laoshi senang sekali, karena dia merasa muridnya makin kesini makin sedikit, jadi dia senang saya ikut bergabung. Bahkan Laoshi memberi free untuk saya.

Kemudian Laoshi mengajak saya gabung dengan kelas yang sudah ada. Muridnya cuma 3 orang saja. Saya senang karena dengan begitu saya bisa fokus. Laoshi pun senang karena punya murid baru yang mau belajar, walau Laoshi tidak mau nambah banyak murid lagi. Buat Laoshi sedikit murid itu bagus, gampang mengontrol perkembangan muridnya.

Dengan kelas yang ini saya senang-senang saja, walau kadang suka disepet karena tidak mengisi presensi. Karena kan saya pikir saya ini murid tamu alias private, dan presensi yang disebar adalah presensi untuk coorporate perusahaan lain. Sampai kemarin ada yang mempermasalahkan keberadaan saya kepada Laoshi. Untuk kebijakan, akhirnya Laoshi bilang ke saya untuk tidak ikut belajar Bahasa Mandarin di kelas yang biasa. Karena saya sudah tahu dari awal ada gelagat-gelagat masalah itu, akhirnya saya terima dengan lapang dada.

Saya bilang gak papa ke Laoshi. Sedih sih sebenarnya… Laoshi pun menghibur saya dan berkata supaya saya tidak bersedih hati. Laoshi masih mau mengajarkan Bahasa Mandarin khusus untuk saya di lain hari. Kendala yang muncul sekarang adalah tempat. Kantor sudah mulai mati lampu pukul 6 sore, jadi akan sulit untuk “bergerilya” belajar Bahasa Mandarin. Laoshi mengusulkan untuk memakai Lampu Darurat kecil untuk saya belajar. Belajar sampai malam juga tidak apa-apa, asal saya semangat belajarnya. Huhu.. saya jadi terharu dengan ketulusan Laoshi mengajar saya.. Sampai segitunya Laoshi ingin saya bisa berbahasa Mandarin. Saya jadi harus semangat untuk mencari waktu dan tempat atau lampu darurat bahkan untuk saya belajar Bahasa Mandarin di kantor.. Semoga saja bisa dapet aliran listrik darurat di kantor, hehehe..

Abis itu saya sholat deh.. lapor deh ke Allah.. karena aselinya cengeng, jadinya saya nangis sendiri, hihihi…

Abis sholat saya ketemu Cici Dokter.. Cici nanya kenapa wajah aku jelek banget sore ini.. yaah, jadinya saya curhat deh ke Cici.. dan puk puk puk.. jadi pelukan deh sama Cici, eheew… *cengeng  :p

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s