Posted in Nasib Gadis di Rantau Orang

Rest in Peace, Bapak Kost..

Dalam 1 minggu ini saya dihadapkan dengan 2 berita duka dari orang sekitar dengan latar belakang keluarga Chinese,, salah satu ibu di kantor dan bapak kost saya. Waktu ibu kantor meninggal, saya tidak ikut melayat karena hanya orang terdekat di kantor dan petinggi saja yang datang.. sedangkan saat ini bapak kost saya yang meninggal,, saya wajib datang melayat.

Sudah 2 hari ini saya bedrest di kamar kost-an, menyerah dengan sakit radang tenggorokan yang saya obati dengan mengandalkan sistem imun.. (yaa beginilah anak biologi :p) walau sebenarnya Cici Dokter sudah kasih rujukan obat yang harus saya konsumsi via telepon😀

Ahad pagi sekitar jam 8 saya masih terbaring di dalam kamar kost-an, tiba-tiba dapat kabar kalo Om (panggilan untuk bapak kost) jatuh karena serangan jantung. Padahal jam setengah 8 itu teman kost saya masih lihat Om duduk di beranda rumah dan seperti biasa.. selalu memberikan senyum kepada setiap orang yang beliau kenal. Pagi itu Om mendadak kena serangan jantung. Posisi jatuh dari serangan jantungnya pun memperparah kondisi Om, karena Om jatuh dengan posisi kepala terbentur.. akhirnya Om tidak sadarkan diri. Semua penghuni rumah panik dan akhirnya Om dilarikan ke rumah sakit. Namun di tengah jalan nyawa Om sudah tidak tertolong lagi.. Sekitar setengah 9 Om dipanggil Yang Maha Kuasa.

Berita duka ini membuat seisi kost kaget. Yaa gimana ga kaget, wong kemarin-kemarin masih ketemu Om dalam keadaan sehat. Dan kost-an kami tepat di sebelah rumah Om.. jadi kami semua kenal dekat dengan Om dan merasa kehilangan. Bingung juga mau bantuin apa.. karena jenazah Om langsung disemayamkan di Rumah Duka, bukan di rumah. Dan setahu saya ada beberapa ritual khusus untuk jenazah beragama Buddha,, yang saya tahu cuma perhitungan hari penutupan peti jenazah, malam kembang dan penentuan hari dimakamkan. Itu juga saya tahu dari cerita meninggalnya ibu kantor.

Di mata anak kost Om itu orangnya ramah.. murah senyum.. suka menyapa. Saya masih ingat Om memanggil saya dengan nama ‘Keke’ padahal nama saya ‘Kyky’😀

Suasana kost semalam sepi.. masih rasa gak percaya aja dengan peristiwa ahad pagi.. Kami satu kost-an sepakat akan melayat di hari Selasa malam, satu hari sebelum hari malam kembang jenazah Om.

Jelang melayat jenazah Om, saya konsultasi dengan beberapa sahabat Chinese saya di kantor tentang apa saja yang bisa dan tidak boleh saya lakukan.. untuk menghormati keluarga almarhum Om, yang tentu saja yang tidak melanggar aturan syar’i.🙂

Oiya, saya juga konsultasi dengan Ibu Murobbiyah saya perihal pengucapan kata “Innalillahi” untuk berita duka untuk non muslim. Ibu bilang secara harfiah tidak apa-apa, karena pada dasarnya semua itu akan kembali kepada Allah. Dan luar biasanya lagi pas saya tilawah, saya seperti dituntun sama Allah untuk mendapat penguat jawaban dari Ibu. Saya menemukan Q.S. An Nur: 42,

“Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).”

Selamat jalan, Om.. dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi hati yang lapang dan ikhlas.🙂

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s