Posted in Nasib Gadis di Rantau Orang

Bersediakah kamu…

Setelah sekian lama berjuang sendirian, jauh dari kehidupan kondusif

Berusaha mengulang,

Menjaga untuk konsisten mendengarkannya setiap hari,

Berlatih diri untuk konsisten dari ketergantungan televisi,

Berusaha melantunkannya ulang,

Mengalami jatuh bangun mengulangnya dan mengulangnya lagi meski konsentrasi sering terpecah, raga letih bekerja, hati sering sekali merasa lelah menghadapi ujian-ujian, dan diri yang masih jauh dari kategori layak disapa dengan “Ukhti”..

Kini saatnya… memutuskan untuk memilih siapa yang akan menjadi penopang diri untuk melesatkan cita-cita hati, cita-cita yang akan dipersembahkan di akhirat nanti, meski baru sedikit.. dari sekian ayat-ayat cinta dari sang Illahi…

“Bro, bersediakah kamu untuk aku jadikan sebagai penegak hapalanku? Tempat aku menyetor dan mengukur seberapa jauh perjuangan cita-cita yang aku lakukan selama ini?” *nyengir*

pintaku kepada Indah Widya Astuti, salah seorang sahabat terdekat, yang lagi sama-sama berjuang untuk menjadi pribadi yang konsisten ditengah lenggak lenggoknya Ibukota😀😀😀

“Oke, dude!” jawabnya

^____^

bismillahirrohmannirrohiim…

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

2 thoughts on “Bersediakah kamu…

    1. hihihi.. ajeng bisa aja..
      soalnya ibu murobbiyah pernah menyebutkan beberapa kriteria untuk seseorang “pantas” dipanggil ukhti… dan aku merasa belum pantas, hehe..😀

      *sebenarnya kriteria itu disebutin sama ibu buat memotivasi putri2nya supaya amalan yaumiyah-nya terus meningkat, hihihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s