Posted in Sein Seit

Bila Hati Sebening Embun

Sumber: Era Muslim

oleh Ineu

Rasa takjub kerap menjalari hati setiap kulihat air bening itu berkilauan di dedaunan atau rerumputan saat matahari mulai menyapa pagi. Biasanya segera kuhampiri benda-benda dimana bulir memukau itu berada. Kutatap lama atau terkadang muncul isengku, menepuknya. Bersorak riang hati bila si bulir bening bernama embun itu kutemukan menempel di daun talas. Rasa heran sering melingkupi lipatan-lipatan otakku saat melihat daun talas yang tetap terlihat kering walau disinggahi sang embun. Kugerak-gerakkan daun talas itu, dan sang embun mengikuti gerakan itu dengan lincah.

Selarik memori di masa kecil kala kulihat embun, ternyata tak berubah hingga kini. Sang embun selalu berhasil memukau mataku. Entahlah, keberadaannya di antara dedaunan, bunga maupun rerumputan selalu mengalirkan kesejukan di mataku dan kilau beningnya yang memantulkan cahaya sebagaimana cermin, menghadirkan rasa takjub memenuhi rongga hati.

Saudaraku, adakah engkau pun mengalami hal yang sama dengan yang kurasakan kala memandangi embun? Kalau ternyata engkau belum pernah memperhatikannya, cobalah sekali waktu. Engkau bisa menemukan wajah sang embun di pagi hari atau bisa saja dengan browsing foto-fotonya, dan rasakanlah sensasinya.

Bila kita perhatikan bagaimana embun terbentuk, kurasa ada sesuatu yang menarik untuk kita pelajari darinya. Embun biasanya terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang. Menurut teorinya, embun terbentuk ketika udara yang berada di dekat permukaan tanah menjadi dingin mendekati titik dimana udara tidak dapat lagi menahan semua uap air. Kelebihan uap air itu kemudian berubah menjadi embun di atas benda-benda di dekat tanah. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembaban tinggi.

Coba kita perhatikan lagi, jika kita ibaratkan kehidupan embun itu pada manusia, kita bisa menemukan orang-orang yang menyejukkan hati kita biasanya bisa dipastikan orang tersebut memiliki hati sebening embun. Dia dapat kita pastikan adalah orang-orang yang sanggup mengendalikan hatinya untuk selalu dalam “suhu yang dingin” alias tenang dalam menghadapi segala hal. Dia akan selalu berusaha mengendalikan suhu hatinya itu lebih dingin dari keadaan yang berkecamuk di sekitarnya sehingga hatinya bening bagai embun..

Kebeningan hatinya ibarat cermin yang memantulkan cahaya-Nya. Tutur kata dan tingkah laku orang-orang demikian biasanya tak beranjak dari lingkar kebaikan yang tak dapat terbendung lagi pada pribadinya sendiri sehingga orang-orang di sekitarnya akan merasakan kesejukan dari kebeningan embun hatinya. Seperti dikatakan Imam Ghazali, bahwa hati manusia ibarat cermin, sedangkan petunjuk Tuhan bagaikan nur atau cahaya. Dengan demikian jika hati manusia benar-benar bersih niscaya ia akan bisa menangkap cahaya petunjuk Ilahi dan memantulkan cahaya tersebut ke sekitarnya.

Orang-orang berhati sebening embun, mereka akan mampu melihat dunia dengan terang benderang karena di anugerahi bashirah (pandangan hati) yang selalu menuntunnya berbuat kebajikan. Dan bashirah akan memunculkan sifat : keberanian, murah hati, penolong, menahan nafsu, sabar, penyantun, konsisten, suka memaafkan, gembira, senang bekerja sama dengan orang lain, tenang, dan sifat-sifat mulia serta terhormat lainnya.

***

Menjadi pribadi berhati sebening embun bukanlah suatu hal yang mudah. Diperlukan riyadhah/latihan yang terus menerus untuk menempa diri dan mengendalikan suasana hati ketika berhadapan dengan berbagai persoalan hidup serta mengendalikan gejolak jiwa saat berhadapan dengan godaan nafsu. Tetapi yakinlah saudaraku, bila tempaan demi tempaan itu membuat hati kita menjadi sebening embun yang dirasakan sejuknya oleh sekitar, maka bisa jadi akhir hidup kita bisa seindah muslimah tersebut.

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s