Posted in Nasib Gadis di Rantau Orang

Liqo Mandiri di Akhir Tahun

Jakarta, 31 Desember 2011

(kelanjutan cerita Kakek Manis Di Penghujung Tahun 2011)

Setiba di Masjid Sunda Kelapa, aku bertemu dengan saudari-saudariku yang Subhanallah! Subhanallah, karena mereka semua adalah peneguh langkahku untuk tetap bertahan di kerasnya, ganasnya, glamournya kehidupan Ibukota.. xD    Perbedaan status pekerjaan, gak membuat mereka mengasingkanku ataupun aku memandang mereka sebelah mata. PNS vs SWASTA.. yaaa.. masing-masing pasti punya amanah dan tanggung jawab yang yakin Allah SWT sudah menempatkan pada takaran yang tepat.. Walau sesekali juga saling sirik-sirikan, hehehe… :p

Sesuai amanah Ibu Murobbiyah kami, liqo mandiri kali ini adalah setor PR! Setor hapalan Hadist dan Kultum tentang Tayamum yang dibawakan oleh Wanti. Kultum udah berasa materi, soalnya kalau ada yang belum dimengerti pasti dibahas, dan masing-masing memberikan pendapat, dan itu menjadi ragam ilmu pengetahuan yang berarti sekali buat kami. Walau ilmu terbatas, tapi setidaknya kami saling sharing ilmu yang kami punya mengenai Tayamum.. Dan intinya adalah Subhanallah! Allah memberikan begitu banyak kemudahan untuk kita dalam menjalankan Ibadah, dalam menjalankan amanah sebagai seorang hamba… Bodoh sekali jika hati ini masih bermalas-malasan untuk beribadah untuk Dia Yang Maha Pemberi Kenikmatan..

Selesai pembahasan dalam liqo, kami membahas tentang resolusi tahun 2012. Awalnya masing-masing masih agak malu mengungkapkan cita-citanya untuk tahun depan… tapi lama-lama.. lho? kok? hahahahaa.. ternyata sama semuaaa!!! xD  Yaa.. sudah dapat ditebak sodara-sodara apa cita-cita gadis-gadis kelahiran tahun 1986 dan 1987 di era masa kini dengan potensi diri yang sudah dapat mencukupi hidup sendiri namun masih hidup sendiri… hihihi… :”>

Berhubung di Masjid, jadilah kami banyak-banyak berdoa, semoga Allah berkenan mengabulkan permohonan kami yang seragam ini, aamiin! aamiin! aamiin yaa robbal’alamiin… :”> *hihihi.. standar gadis-gadis pengajian banget yah! :”> xD

Ngomong-ngomong tentang bahasan di atas.. tiba-tiba jadi nelangsa ajah.. Jadi inget nasihat dari Teteh Murobbiyahku yang di Bandung. Teteh Murobbiyahku memberi nasehat, “Kita adalah Muslimah, berbeda dengan perempuan yang lain. Dalam perihal pasangan hidup, kita tentu saja harus berupaya dan berusaha sebagai wujud keseriusan kita memohon kepada Allah. Kita adalah Muslimah, usaha yang kita lakukan adalah dengan BEBENAH DIRI, PERCANTIK AKHLAQ, dan MENAMBAH ILMU PENGETAHUAN. BEBENAH DIRI dengan memberikan hak fisik untuk tampil sehat, bersih, dan bugar. PERCANTIK AKHLAQ dengan memberikan hak hati untuk hidup sehat dengan perilaku keseharian kita yang mencerminkan seorang muslimah. Dan MENAMBAH ILMU PENGETAHUAN adalah hal yang paling penting, karena kelak kita adalah Madrasah bagi putra-putri yang diamanahkan oleh suami kita dan terutama Allah. Cerdas menjadi Istri, cerdas menjadi Ibu. Tanggung jawab seorang Ibu Rumah Tangga bukan sebuah hal yang sepele, Ibu Rumah Tangga itu adalah pengkader umat, Pengkader putra putrinya untuk menjadi manusia yang taat kepada Allah dan Rasul serta memberi manfaat untuk umat.”

“Bukan bersolek berlebihan, bukan berpenampilan berlebihan, bukan bertindak berlebihan.. Karena kita adalah Muslimah…” begitu nasehat Teteh Murobbiyah..

Inget nasehat ini, jadi ingat sebuah tulisan dari Era Muslim.. Menggelitik, karena ada ungkapan “memang jodoh di tangan Allah, tapi kalo nggak kita ambil, ya dia akan tetap berada di tangan Allah..”, hihihi… Tapi, Eits! Tunggu dulu! kelanjutan bahasan dari tulisannya adalah Bagaimana Amal Kebaikan dan Akhlaq yang Mulia menghantarkan kita kepada jodoh yang Allah takdirkan.

Perbanyak amal kebaikan, percantik Akhlaq, serta tetap Tawakkal kepada Allah akan menghantarkan kita kepada jodoh terbaik. Ingat ukhti-ukhtiku yang sholihah… Kita adalah Muslimah… Muslimah yang berjuang di tengah-tengah arus kehidupan Kota Jakarta… Muslimah yang terdidik dan terkader oleh hidup… Dimanapun kita berpijak dan berkarya, kita adalah Muslimah…🙂

Kualitas kedekatan hati-hati kita dengan sesama Muslim berbanding lurus dengan kualitas kedekatan hati kita dengan Allah..🙂

Setelah membahas resolusi, kembali ke alam nyata.. Liqo ditutup dengan rencana-rencana belanja, hihihi! Emang yah! Mental Ibu-ibu.. jelang akhir bulan..hihihi… Yang satu ingin ngerasain gimana pasar rakyat, yang satu ingin ngerasain gimana masuk Mall yang berkelas!  Lucu juga mendengar salah seorang saudariku berceletuk dengan logat Jawanya, “Eh, katanya kalau masuk ke Mall kayak Grand Indonesia gitu harus pakai pakaian terbagus yang kita punya yah?” Lalu aku jawab, “Gak juga tuh! Aku pede-pede ajah masuk Pasific Place  pulang kerja dengan wajah capek, muka kucel, dan kadang pake sendal jepit, hehehe..” “Lho? kok bisa tho?” sambungnya. “Yaa bisalaah.. wong kantorku di depan Pasific Place, hihihihi… Aah! sudah-sudah! ngapain juga mikirin kudu berpakaian berkelas kalau mau ke Mall.. Masuk mall mah masuk aja! Yang penting ada yang bisa dibeli opo nda disana?! Wis ah! Temeni aku ke Pasar Senen! Aku butuh pasar rakyat, yang mensejahterakan hidup dan dompetku!” kataku. hihihihi….

Karena masih berdebat masalah pasar dan bingung masalah jalan, akhirnya rencana belanja gagal total! Jadinya kami memutuskan untuk menunggu kajian akhir tahun Masjid Agung Sunda Kelapa yang diadakan ba’da ashar..

Yaaah.. beginilah sodara-sodara.. standar gadis-gadis pengajian banget yah! hihihihi… xD

Dedicated to my beloved sisters: Nenden, Dwi Resmiyarti, Sofia, Wanti, Deta, Tika, dan Citra

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s