Posted in Berbagi Tidak Merugi, Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Kakek Manis Di Penghujung Tahun 2011

Jakarta, 31 Desember 2011

Hari ini adalah hari libur sebelum esok akan menjalani hari kerja (karena piket) di hari pertama di tahun 2012. Agenda hari ini adalah liqo mandiri di Masjid Agung Sunda Kelapa. Seperti biasa, ritual pagi sebelum pergi adalah mencuci pakaian terlebih dahulu dengan harapan pakaian akan kering ketika pulang nanti.

Suasana kosan yang sepi membuatku leluasa untuk menggunakan kamar mandi berlama-lama untuk mencuci. Maklum, penghuninya sebagian besar adalah Non Muslim sedang libur panjang, hehe.. Aku kira hari ini matahari akan bersinar benderang terang, ternyata pagi ini dimulakan dengan gerimis rintik-rintik yang aku temui saat menjemur pakaian.

“Waduw! Udah jam 10 ajah!” Pikirku aku akan datang terlambat tampaknya. Mana PR hapalan hadist belum disiapkan pula! “Masha Allah!!!” *tepokjidat!

Setelah mencuci, bergegas aku siap-siap berangkat liqo. Naik busway tampak lebih baik mengingat aku gak hapal jalan-jalan di Ibukota. Berdasarkan petunjuk salah seorang saudari se-liqo-an, aku turun di Halte Halimun. Duduk manis, kadang berdiri merapat di tiang bus, mulutku komat kamit sambil membaca buku kecil Hadist Arba’in.

Sesampai di Halte Halimun, aku masih harus berjalan kaki menuju Masjid Agung Sunda Kelapa. Di dalam suasana kota yang cukup lenggang, di bawah gerimis hujan yang membasahi Ibukota *mulai lebay.. :p aku harus berjalan di atas jalan yang becek dan membasahi sepatuku yang mulai usang karena aku ajak berlari mengejar Kopaja setiap hari…“Aduuh! kotor nih kaus kakinya! andai aja boleh bawa mobil ke Jakarta, pasti aku gak perlu jalan berbecek-becek ria disini!” gerutuku. Tapi bersyukur juga sih karena kaus kakinya warna hitam, jadi gak keliatan kotor karena becek, hehehe…

Di tengah perjalanan dengan suasana hati yang menggerutu, aku lihat di depanku ada sosok kaki yang jauh lebih kotor dari kakiku. Kaki yang penuh dengan guratan, mengenakan sendal jepit, dan bagian belakang celana panjang yang kotor karena cipratan sendal jepit. Kaki itu berjalan penuh semangat walau lambat, menopang tubuh yang sedang memanggul dua bakul yang berisi Tahu… Yaah, di depanku adalah seorang kakek pedagang Tahu Gejrot.

Kaki yang kotor, celana yang kotor, kaki dengan sendal jepit… mengingatkanku pada sosok Bapak (Kakek). Dulu, sering banget menemukan Bapak dengan kaki yang kotor berlumuran lumpur dan celana panjang hitamnya yang usang karena bapak bekerja sebagai pedagang ikan dengan kolam miliknya. Setiap aku menemui beliau, setiap aku mencium tangan beliau, tercium wangi ikan di tangan yang keras dan kasar karena kapalan… “Ya Allah.. rindu sekali momen-momen itu… Aku rindu mencium tangan itu.. tangan yang kasar, namun lembut ketika membelai wajahku… tangan yang keras, namun lembut saat memperbaiki gayaku membawa Al Qur’an…. Kaki yang kasar dan penuh kapalan, namun sigap setiap adzan berkumandang… Kira-kira Bapak lagi apa yah sekarang? Hanya berharap Engkau memberikan kehidupan yang bahagia untuk beliau bersama Emak disana, ya Allah…” tak terasa air mataku meleleh.

Duh! Jadi ingat kaki! Ketemu Kakek Pedagang Tahu Gejrot! Kufur nikmat banget yah aku! Astaghfirullah! >_<

Apa yah yang dapat dilakukan untuk sosok kakek di depan? Jadi tergoda untuk melakukan sesuatu yang membahagiakan hati… Ingin sekali membasuh kaki beliau yang kotor dengan tissue yang kupunya.. tapi nanti kotor lagi! Memberi sedekah dengan cuma-cuma, beliau bukan pengemis, Kynoy! Gak liat apa bakul segede-gede gaban yang beliau panggul?! “krucuk,krucuk..” (suara perut yang lapar krn belum makan) Ahaa! Beli Tahu Gejrotnya ajaaaa!!! ^__^v

Dengan semangat’45 aku bergegas menghampiri Kakek Pedagang Tahu Gejrot tersebut. “Kakek, aku boleh beli Tahunya gak?” kataku. “Oh, boleh…” kata Kakek, sambil mengarahkan ke tempat yang kering yang terlindungi pohon. Senyumnya mengembang sumringah, manis sekali! Kayaknya gak ada yang bisa ngalahin senyum manis Sang Kakek… Cowok Cakep? Lewat daaahh!! hihihihi..😄

Sambil duduk di trotoar usang, aku menunggu kakek yang sedang asik meracik bahan Tahu Gejrot sambil mengajak ngobrol beliau.

Kakek, sudah tua, tapi semangat juang hidupnya masih terpancar hebat.. semangat nyari rizkinya juga hebat! “Usia seperti ini seharusnya istirahat di rumah, menikmati suasana teduh dari gerimis hujan, menikmati teh hangat.. Tapi kakek… disini sama aku di pinggir jalan, melayaniku dengan Tahu Gejrotnya di bawah pohon di tengah gerimis hujan..” pikirku menerawang sambil menatap Sang Kakek.

Kakek yang semangat, walau geraknya melambat, tapi tetap semangat! Sejenak aku terhanyut dengan gerak gerik Sang Kakek.. Tangan beliau gemetaran karena usia.. Bahkan ketika mengambil cabe rawit saja gemetaran dan ups! satu cabe jatuh di jalan. Ntah knapa aku sedih banget pas cabenya jatuh.. Bagiku, cabe segitu gak ada artinya, tapi bagi Kakek itu adalah modal dagangnya… “Ya Allah.. gantikan 1 cabe itu dengan berjuta-juta rizki untuk Kakek…” tak terasa air mata meleleh lagi *cengeng banget yak?! hehehe…

Tangannya kembali gemetaran saat meracik bumbu, mengambil air gula dalam botol-botol yang sudah beliau kemas, memotong tahu satu demi satu dan memasukkannya ke dalam plastik. Ada sedikit guratan kecewa saat beliau tahu aku hanya membeli satu porsi, namun kecewa itu tak tampak jika dilihat sekilas, karena beliau tetap tersenyum. Dan karena ingin sekali melihat senyum beliau yang paling manis sekali lagi, gak ada salahnya kan memberikan kebahagiaan rizki yang tak diduga untuk Sang Kakek?! ^___^

Katakanlah “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yan terbaik. (Q.S Saba: 39)

Hanya berharap Allah selalu melindungi dan membahagiakan Sang Kakek, layaknya Allah melimpahkan kasih sayangNya untuk Bapak…

Dan akupun bergegas meluncur ke Masjid Sunda Kelapa…. ^___^

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s