Posted in kyky belajar, Mari Membaca

Tadabur QS Al Waqi’ah 1-15

Alhamdulillaaaah… akhirnya ada kesempatan juga buat nulis Tadabur Q.S. Al Waqi’ah ditengah-tengah kerjaan kantor yang saaaaangat padat banget! (hehehe.. bahasanya lebay, tapi aselinya emang bener padat, ehe ehe ehe..😀 )

Sebenarnya ini adalah PR Liqo Bandung saya, udah lama dipending dan minta dispensasi sama Teteh Murobbiyah, hehehe.. Dan saya baru bisa menulisnya sekarang,, jadi ngerjain PR plus ngisi blog ceritanya😀😀😀 Soalnya kan sayang kalau ilmunya gak di-share 😀

Dalam Surah Al Waqi’ah ini membahas tentang Hari Kiamat.. Saya jadi ingat pertama kali saya I’tikaf waktu SMA di Masjid Habiburrahman Bandung. I’tikaf disana memang sungguh dahsyat! Raka’at tarawihnya banyak dan setiap malam mencapai 1 juz! Subhanallah… Waktu itu malam ke-27. Saat Imam membaca Surah Ar-Rahman, saya masih bisa menangis tersedu-sedu dalam sholat.. maklum, masih ABG, baru hijrah juga, jadi lagi semangat-semangatnya mendalami Islam.. Semua sekitar saya menangis saat dibacakan Surah Ar Rahman. Di rakaat selanjutnya, Imam membaca Surah selanjutnya.. Waktu itu saya gak tahu itu Surah apa.. Tapi sebelah saya nangisnya makin kenceng sampai sesengukan.. Saat itu saya merasa bersalah karena saya bener-bener buta sama Surahnya.. “Haduuh! Ampun Allah! saya gak tahu ini surah apaan??!! Ampuun! Ampuun!” :( Yang ada saya nangis dalam sholat bukan karena Surahnya, melainkan karena saya takut sama Allah karena bodoh, heuheu.. Selesai sholat saya langsung samber Al Qur’an, nyari tahu surah apa barusan,, dan ternyata.. “Yaah… pantessaaan!! Surah Al Waqi’ah! heuheu..”

Tadabur Q.S. Al Waqi’ah ini akan saya bagi menjadi beberapa postingan, karena bahasannya 1 Surah euuy.. bisi kelamaan bacanya..😀

Oke, mari kita ulas Surah Al Waqi’ah.. ^__^

———————————————————————————————————————————————————————–

Surah Al Waqi’ah terdiri dari 96 ayat..

Bismillahirrahmannirrahiim

“Apabila terjadi hari kiamat, (1). terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal) (2). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), (3). apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dasyatnya, (4). dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, (5). maka jadilah ia debu yang beterbangan, (6). dan kamu menjadi tiga golongan. (7). Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu (8). Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu (9). Dan orang-orang yang paling dahulu beriman (10). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah) (11). Berada dalam surga-surga keni’matan (12). Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, (13). dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian (14). Mereka berada di atas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, (15).”

 

Asbabunnuzul QS. Al Waqi’ah 13-14

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ayat ke 13-14 yang berbunyi, “Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian” dirasa berat bagi para sahabat. Maka dari itu, turunlah ayat ke 39-40 yang berbunyi, “Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.” Dengan demikian, surga akan seimbang antara orang yang terdahulu dan orang yang kemudian. (Lubabun Nuqul: 186)

 

Tafsir At Tabari QS. Al Waqi’ah 13-15

Maksud dari ayat “Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu” yakni kebanyakan dari umat-umat terdahulu.

Maksud dari ayat “Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian”, sedikit dari golongan umat Muhammad SAW. Umat Muhammad SAW adalah umat yang terakhir, karena mereka adalah akhir umat di dunia ini.

Abu Ja’far Ath Thabari mengatakan berkaitan ayat 15 adalah bersandarkan kepada ranjang-ranjang yang dipintal, dimasukkan satu sama lain, ada juga pendapat lain, ranjang-ranjang yang dihiasi dengan emas dan permata. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Sufyan, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, ia berkata, dihiasi dan ditaburi lapisan emas. Pendapat lain menyebutkan dihiasi dengan durr dan safir, pendapat ini dikuatkan dengan riwayat Ikrimah

Sumber: Tafsir At Tabari, Jilid XXII, 2001: 291-292

 

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al Waqi’ah 13-15

Allah menjelaskan golongan terdahulu yang mendekatkan diri kepada Allah. Kebanyakan dari mereka adalah golongan yang lebih dahulu masuk Islam, dan hanya sedikit dari golongan selanjutnya. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai makna dari “golongan terdahulu” dan “golongan selanjutnya”. Ada yang mengatakan, golongan terdahulu adalah umat-umat terdahulu, sedangkan golongan selanjutnya adalah umat yang ada sekarang.

Mujahid dan Hasan Basri menceritakan bahwa Rasulullah bersabda sebagai berikut: “Kami adalah golongan kemudian dan golongan paling dulu masuk surga di akhirat” (HR Abu Hatim). Inilah pendapat yang diikuti oleh Ibnu Jarir.

Imam Abu Muhammad bin Abi Hatim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ketika ayat “Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan  kecil dari orang-orang yang kemudian” turun, para sahabat nabi resah. Kemudian, turun ayat 39-40 di surah ini, “Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian”.

Lalu Rasulullah bersabda sebagai berikut, “Aku berharap kalian menjadi seperempat dari penghuni surga, sepertiga penghuni surga, bahkan kalau bisa setengah dari penghuni surga. Dan setengahnya dibagi-bagi oleh mereka.” (HR Ahmad).

Sumber: Al Misbah Al Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Katsir, 1999: 1069-1070

 

Khazanah Pengetahuan QS. Al Waqi’ah: 8-9

Orang Beriman Takut Balasan Neraka

Orang-orang yang menginginkan agar kesalahannya diampuni dan diganti dengan kebaikan di akhirat hendaknya selalu melakukan perbuatan yang sangat diridhoi Allah. Untuk tujuan itu, hendaknya ia selalu ingat perhitungan pada Hari Pengadilan.

Tentunya menjadi jelas bagaimanakah seseorang seharusnya berbuat, misalnya jika kepadanya diperlihatkan perbuatan-perbuatan buruknya yang telah ia kerjakan semasa hidupnya, kemudian diingatkan bahwa ia seharusnya berbuat benar agar diampuni. Karena neraka yang ada disisinya akan selalu mengingatkannya tentang kehidupan yang kekal abadi dari siksaan Allah, ia akan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh hati nuraninya. Ia akan berhati-hati dalam menjaga sholatnya sehingga dalam kehidupan di dunia ini, perbuatan buruk bagi orang-orang yang melakukan amal sholeh, takud kepada Allah dan Hari Pengadilan, bagaikan orang yang melihat neraka, lalu dikembalikan ke dunia atau bagaikan mereka selalu melihat api neraka di sisinya sehingga ia segera melakukan kebaikan.

Orang-orang yang beriman ini merasa yakin tentang akhirat dan mereka sangat takut dengan azab Allah dan berusaha sekuat tenaga menjauhinya.

Sumber: Harun Yahya, 2005, Iman Yang Sempurna

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s