Posted in kyky belajar, Mari Membaca

Pohon di Dalam Hati

Di penghujung tahun ini… 1 pekan terakhir menuju tahun yang baru.. perkenankan saya berbagi tulisan yang saya peroleh dari website tempat saya menimba ilmu..

Selamat membaca ^__^

————————————————————————————————————————————————————————

Sumber: Era Muslim

by Anindya Sugiyarto

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk, dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Membaca dan menuliskan tulisan ini sungguh terasa dingin di dalam hati. Apa yang engkau cari tentang hakikat aqidah(keyakinan) dan pembersihan jiwa tersusun apik disini.

Begitu sederhana namun menyentuh, meskipun sebenarnya amat dalam. Bersiaplah mengarungi untaian kata-kata dari seorang Ulama dan ‘Alim beliaulah ibnu Qoyyim Al Jauziyyah. Sungguh benar firman Allah “ Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambanNya, hanyaah ulama”(QS Fathir:28).

Karena dengan ilmunya itu mereka tahu Rabb mereka, nama-namaNya, adzabNya dsb, yang dengan itu akan mengantarkan takutNya kepada Allah. Semoga Allah merahmati, membalasnya dengan kebaikan dan memberi pahala atas usaha beliau Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah.

Setahun adalah sebatang pohon, bulan adalah dahan-dahannya, hari adalah ranting-rantingnya, jam adalah dedaunannya dan nafas adalah buahnya.

Siapa yang nafasnya dalam keta’atan, maka buah pohon itu adalah manis, dan siapa yang nafasnya ada dalam kedurhakaan, maka buahnya pahit.

Waktu panen adalah pada hari kiamat, pada waktu panen itulah akan diketahui secara pasti apakah buah itu manis ataukah pahit.

Ikhlas dan tauhid adalah pohon di dalam hati. Dahan-dahannya adalah amal, buahnya kemanisan hidup di dunia dan kenikmatan yang kekal di akherat.. Sebagaimana buah-buah syurga yang tidak pernah terputus dan tidak sulit untuk dipetik, maka begitu pula buah tauhid dan ikhlas didunia.

Syirik, dusta, dan riya adalah pohon di dalam hati. Buahnya di dunia adalah ketakutan, kekhawatiran, kesusahan, kesempitan dada dan kegelapan hati. Buahnya di akherat adalah neraka dan azab yang pedih lagi kekal.

Allah telah menyebutkan dua pohon tersebut dalam surat Ibrahim 24-26 : “Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi ; tidak akan tetap(tegak ) sedikitpun(26), Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh(dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”(27).

Landasan kebahagiaan hamba itu ada tiga macam yang masing-masing mempunyai lawannya. Siapa yang kehilangan satu landasan ini, maka dia akan mendapatkan lawannya. Tiga landasan dan lawannya itu adalah :

  1. Tauhid lawannya syirik
  2. Sunnah lawannya bid’ah
  3. Keta’atan lawannya kedurhakaan

Tiga landasan ini mempunyai satu lawan, yaitu hati yang sama sekali kosong dari cinta kepada Allah dan apa yang ada disisiNya.

Wallahu a’lam bishawwab

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s