Posted in Cerita Hidup, Melancholische Seite, Nasib Gadis di Rantau Orang

Muhasabah diri

Hidup ini,, ga ada yang bisa nebak.. Gak ada yang tahu apakah esok hari matahari akan bersinar terang menyinari bumi atau malah mendung? Apakah esok masih bisa kita temui ataukah mata ini akan terpejam selamanya, pulang ke rahmatullah…? wallahu’alam..

Siapa yang bisa mengira kalau sepulang dari Umroh akan kehilangan sosok ayah? Bahkan selang beberapa bulan kemudian kehilangan seorang nenek.. Yaa, itu yang  terjadi dengan salah seorang saudara saya di dalam kelompok jama’ah Umroh satu minggu yang lalu.

Siapa yang nyangka kalau akhirnya saya kehilangan seorang nenek untuk kedua kalinya. Setelah saya kehilangan Emak yang membuat hati saya hancur berkeping-keping, kembali saya kehilangan seorang nenek dari saudara saya itu. Selama kami menjalankan Umroh, saudara saya sering menitipkan neneknya kepada saya yang membuat saya merasa pergi Umroh dengan Emak.. Dan saya sadari kalau itu jawaban dari doa saya… Permintaan saya memang sangat mustahil, tapi Allah memberikan saya seorang nenek pengganti selama saya ibadah Umroh. Kini, saya kehilangan sosok nenek lagi…

Dalam perjalanan pulang dari Bandung ke Jakarta, siapa sangka dari sekian mobil yang lalu lalang, ada satu mobil travel yang mengalami kecelakaan dan korbannya adalah orang yang saya kenal.. Padahal di malam yang sama saya juga sedang dalam perjalanan Bandung-Jakarta dan tiba di Jakarta dengan sehat wal’afiat.

Dengan jam yang berbeda, dalam jasa travel yang sama, setiap penumpang memiliki takdir yang berbeda.. Tidak ada yang tahu apakah akan tiba di Jakarta dengan selamat… Tidak dengan kamu, tidak juga dengan saya.. Karena itu, ketika saya memejamkan mata dalam perjalanan, saya upayakan untuk bersyahadat…

Dalam suatu pembicaraan antara saya dengan Mbak Rahma, saya mengungkapkan kesedihan saya karena tidak bisa berlebaran Idul Adha bersama keluarga tahun ini. Mbak rahmapun demikian, dia juga gak bisa merayakan Idul Adha bersama keluarga. Kami sama-sama Gadis Perantauan..

Setelah satu minggu berlalu, ternyata Allah memiliki takdir sendiri. Takdir yang jauh di luar pemikiran kami berdua. Allah memberikan kami kesempatan untuk berlebaran di Bandung bersama keluarga… dengan satu tujuan yang sama, untuk Ayahnya Mbak Rahma.

Jadi ingat sms dari Pak Wardono, salah seorang  dosen saya di Biologi ITB, “Allah itu Maha Sempurna dalam mengatur segalanya, ky!” Dan kesempurnaan memang hanya milik Allah SWT.

Allah,, padaMulah hamba berserah.. padaMu jugalah hamba berpasrah…

hanyalah padaMu, hanyalah untukMu, hidup kan dijalani…

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s