Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Sedia Payung Sebelum Hujan atau Gali Lubang Tutup Lubang?

Sebenarnya tulisan ini mau dipublish minggu lalu.. tapi karena banyak kerjaan *sok sibuk :p * jadi ajah baru saya publish hari ini, hehehe… Yaa… kalo dipikir-pikir belum basi-basi amat sih bahasannya😀

——————————————————————————————————————————————————————

Jum’at 28 Oktober 2011

Hari ini saya berangkat kerja dengan menggunakan ojeg. Soalnya bawaan saya hari ini banyaaakk dan beraatt.. ada laptop, baju, handycam, dll yang akan saya bawa ke Bandung lepas pulang kerja nanti. Kalau naik kopaja pasti ribet, sudah dapat dipastikan saya akan berdiri dengan gembolan bawaan yang berat-berat, wedeeww..!

Perkiraan menggunakan ojeg menjadi salah satu solusi agar saya sampai ke kantor dengan ringan dan cepat  ternyata salah! Saat ojeg melaju, masuk ke putaran jalur lambat Semanggi-Sudirman, *jeglek! Macet ga gerak sama sekali! Lautan motor numplek-plek! Asap kendaraan ngebul dimana-mana, apalagi diperparah dengan kehadiran Bus Kopaja yang juga ikut nimbrung numplek disitu! Huiiih! Ga kebayang berapa besar emisi gas CO dan Timbal yang saya hirup! Pengen nangis rasanya! Hiks, hiks hiks!

Pelan-pelan motor ojeg saya bergerak.. saya sudah benar-benar gak kuat buat bernafas… “Saya butuh udaraaa segaaarrr!! Ya Allaah!! Helep!!” biasanya kalo kondisi udara banyak asap, saya memilih untuk mengatur ritme nafas dan pergerakan saya. Itu kalau situasinya saya bisa menghindar secepat mungkin dari tempat yang  gak kondusif tersebut.. tapi,,, inii… saya bener-bener pasrah! Udah ga bisa nafas sama sekali. Yaa sadar diri gak bisa nafas, saya perbanyak istighfar dan dzikir saja..

Ternyata penyebab macet totalnya jalur lambat Semanggi-Sudirman adalah adanya pemasangan Gorong-gorong di jalan tersebut. Saya sempat geli melihat tulisan yang tertera di banner pembatas jalan dan lubang untuk gorong-gorong, “PROYEK PENANGGULANGAN GENANGAN AIR”.

Saya berpikir, “Proyek penanggulangan genangan air kok dilakukan pas musim hujan?! “ Emang sih, proyeknya memang menjadi solusi untuk mengurangi bahkan menanggulangi munculnya genangan air, tapi kenapa harus dilaksanakan pas musim hujaaann? Inginnya Sedia Payung Sebelum Hujan malah lebih tepatnya menurut saya menjadi Gali Lubang  Tutup Lubang!

Kalau dilihat ya, masang gorong-gorong itu kan berarti perlu membongkar jalan dan menggali tanah dengan kedalaman sekian meter. Belum lagi tenaga untuk menggali dilakukan secara manual (mungkin ada yang pakai mesin juga, tapi pada saat di TKP saya tidak melihat😀 ). Menggali tanah dalam kondisi hujan, bisa jadi tanah yang digali masuk lagi ke dalam galian dan itu menurut saya malah menghambat pengerjaan. Coba dilakukan di musim kemarau, alangkah efektifnya pengerjaan penggalian lubang tersebut.

Saya jadi ingat dengan proyek yang hampir sama yang pernah saya tangani untuk dinilai lingkup lingkungannya. Saat inspeksi lapangan, saya melihat bagaimana proses penggalian tanah dengan menggunakan teknik manual. Ironis! Para pekerjanya tidak menggunakan perlengkapan standard safety yang diharuskan. Akses menuju ke dalam lubang saja menggunakan ‘tangga monyet’ dengan kedalaman lebih dari 7 meter. Kebayang, kalau terjadi kecelakaan gimana?

Lalu pada inspeksi tersebut saya sempat menanyakan mengenai aktivitas MCK para pekerja di lapangan. Ketika saya mendengar sendiri pernyataan dari mandornya, saya tercengang sekali! “Yaa.. kalau kepaksa-kepaksa banget yaa mereka buang air yaa di dalam (lubang galian), mbak!” dan waktu saya tanya berapa intensitasnya ternyata memang sebagian besar aktivitas tersebut dilakukan di dalam lubang galian pengerjaan! Innalillahi!

Sungguh heran! Proyek besar seperti itu tidak memperhatikan keselamatan pekerja, bahkan menurut saya tidak memperlakukan manusia layaknya manusia! Saya berpikir, “Ya Allah, segitu kerasnya yah hidup?! Tapi apa memang sampai membuat manusia tidak mendapatkan perlakuan yang layak seperti ini?!” Di dalam, banyak bapak yang bekerja keras, membanting tulang untuk keluarga. Istri dan anak-anak beliau-beliau menunggu di rumah. Entah berapa banyak kepala yang beliau-beliau tanggung dengan melakukan pekerjaan seperti ini. Kalau dilihat dalam pandangan manusia, bisa jadi pekerjaan ini bukanlah pekerjaan mulia. Tapi, kemuliaan manusia bukanlah manusia yang berhak menilainya, tapi hanya Allah sajalah yang berhak menilainya. Jika saja ada salah satu bapak atau katakanlah semuanya ternyata ibadahnya rajin, amal kebaikannya lebih tulus, saya yakin, beliau-beliau justru lebih mulia di mata Allah ketimbang direktur-direktur yang jarang ibadah dan riya dalam beramal, bahkan bisa jadi diri saya sendiri. Wallahu’alam.

Kembali lagi ke cerita proyek penanggulangan genangan air, mudah-mudahan saja bapak-bapak pekerjanya tidak mendapat perlakuan seperti proyek lain yang saya ceritakan di atas, aamiin!🙂

Di proyek penanggulangan genangan air pada masa musim hujan ini juga saya rasa kurang tepat, karena bisa jadi saat macet total kayak gini tiba-tiba turun hujan. Huhuhu, berapa banyak kepala pengendara motor yang kehujanan karena terjebak macet dan berapa besar emisi CO dan Timbal yang meningkat di jalan Semanggi-Sudirman?!

Lalu masih membicarakan proyek penanggulangan genangan air, waktu pelaksanaan yang kurang tepat ini bukan hanya dalam hal musim hujan, tapi pelaksanaannya berdekatan bahkan bersamaan dengan pelaksanaan SEA GAMES. Yaa.. pemasangan gorong-gorong juga dilakukan hingga GBK alias Gelora Bung Karno. Kalau secara estetika, ga enak aja dilihat. Malu sama tamu-tamu yang mau nonton pertandingan yang diadakan di GBK! Kok benerin jalan pas mau perlehatan SEA GAMES. Jadi terlihat gak professional aja kita sebagai Negara penyelenggara, heuheuheu…

Harusnya sih pemerintah sebagai penyelenggara berpikir untuk belajar dari kejadian-kejadian genangan air tahun lalu, lalu menjadikannya sebagai evaluasi untuk perbaikan di tahun berikutnya, tentu saja di waktu yang tepat. Apalagi saya mendapat informasi kalau musim hujan tahun ini masuk ke dalam agenda Banjir 5 tahunan Kota Jakarta.

Yaa… di atas cuma sekedar komentar dan pemikiran-pemikiran saya saja. Ya lagi-lagi kita harus tetap husnudzon dengan pengadaan proyek tersebut. Walau bagaimanapun proyek tersebut merupakan salah satu antisipasi munculnya genangan air di kota Jakarta, khususnya di jalan Semanggi-Sudirman.🙂

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s