Posted in kyky belajar, Mari Membaca

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Dzulhijjah biasanya disebut Bulan Haji, Bulan Haram, dan termasuk dari 4 bulan yang disucikan, dimana Allah melipat gandakan pahala untuk orang-orang yang mengerjakan amal shalih.

Dzulhijjah merupakan bulan mulia, karena umat Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci dan hanya 1 yang dikumandangkan,

“Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. Laa syarika laka.”

Dalam surah Al Fajr 1-4, Allah bersumpah demi 4 waktu:

“ By the dawn. By the ten nights. And by the even and the odd (off all the creations of Allah). And by the night when it departs.” ( Q.S. Al Fajr [ The Break of The Day or The Dawn]: 1-4)

” Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.  Demi genap, demi ganjil. Dan malam apabila ia berlalu.” (Q.S. Al Fajr: 1-4)

  1. Untuk waktu fajar, yaitu 1/3 malam terakhir hingga waktu Fajar.
  2. 10 yang malam, yaitu 10 malam di Bulan Dzulhijjah dari tanggal 1-10 Dzulhijjah
  3. Dan yang genap dan yang ganjil. Ada yang mengatakan yang dimaksud adalah Bulan Ramadhan. Ada pula yang mengatakan ini masih termasuk Bulan Dzulhijjah. (mohon koreksinya🙂 )
  4. Dan malam bila tlah berlalu, yaitu 1/3 malam terakhir

4 waktu tersebut adalah waktu-waktu dimana Rabb berada paling dekat dengan hambaNya.. Momen-momen dimana kita bisa curhat sepuas-puasnya ke Allah. Minta ampunan ke Allah,, Minta keridhoan Allah akan setiap jalan yang diambil,, Minta petunjuk hidup sama Allah agar selamat dunia akhirat,, Dengan segala kerendahan diri dan Allah adalah Tuhan Yang Maha Agung.

 

Hadist Rasulullah dalam riwayat Bukhari vol. 2 Hadist nomor 86:

“Dari Ibnu Abbas ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda “Tiada hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi hari-hari itu, yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah tidak juga jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?” Rasul menjawab: “Tidak juga dengan jihad, kecuali seorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, serta tidak kembali, gugur sebagai syahid.”

Dalam bahasa Inggrisnya kurang lebih seperti ini:

“Narrated Ibn Abbas ra: The Prophet SAW said, “No good deeds done on other days are superior to those done on these (first ten days of Dhulhijjah).” Then some Companions of the Prophet SAW said, “Not even Jihad?” He replied, “Not even Jihad, except that of a man who does it by putting himself and his property in danger (for Allah’s sake) and does not return with any of those things.”

Dalam Hadist tersebut, Allah menyamakan amal shalih umat Muslim di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah dengan umat Muslim yang pergi berjihad dengan jiwa dan hartanya, namun tidak pulang lagi, melainkan syahid, meninggal dalam jihad, Subhanallah…🙂

Allah mengistimewakan amal shalih hambaNya di Bulan Ramadhan serta Allah mengistimewakan amal shalih hambaNya di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Kalau Bulan Ramadhan waktunya lama, 1 bulan, dan kondisinya kita shaum selama 1 bulan, sedangkan bulan Dzulhijjah hanya 10 hari dan kita tidak diharuskan untuk shaum di 10 hari tersebut. JADI AYO KITA BERSEMANGAT UNTUK PERBANYAK AMAL SHALIH DI 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH!!! CUMA 10 HARI LHOOO!!! ^___^

Apa aja amalan-amalan yang sebaiknya ditingkatkan di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah??

1. Memperbanyak Takbir, Tahlil, Tahmid

Dikutip dari HR Ahmad dan Al Baihaqi

“Dari Ibnu Umar berkata Rasulullah SAW bersabda Tiada hari-hari dimana amal shalih yang lebih utama di sisi Allah dan paling dicintaiNya melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah. Perbanyaklah pada hari itu dengan Tahlil, Takbir, dan Tahmid.”

Biasanya kalau habis sholat kita biasanya Tahlil, Takbir dan Tahmid (berdzikir),, Nah kalau sudah masuk 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah alangkah utamanya kita perbanyak Tahlil, Takbir, dan Tahmid juga. Misalnya dalam perjalanan dari kosan ke kantor, dari pada bengong, hatinya kosong, mending dipakai buat berdzikir… Bahkan saat sedang cuci piring, hatinya diupayakan untuk tetap berdzikir. Hmm.. jadi inget bapak office boy yang nyuci piring sambil muroja’ah.. Subhanallah.. :)

“Berkata Imam Al Bukhari, Ibnu Umar ra dan Abu Hurairah. Pada hari 10 pertama Bulan Dzulhijjah, pergi ke pasar bertakbir. Dan manusia mengikuti takbir keduanya.”

Seperti yang kita ketahui, Umar ra adalah sahabat Rasulullah yang paling tangguh. Di tengah umat Muslim adalah kaum minoritas, Umar dengan lantang berkata “Siapa yang mau anaknya menjadi yatim atau istrinya menjadi janda, maka hadapilah aku.” Dan di kisah ini umat Muslim sudah banyak dan Umar ra serta Abu Hurairah mengumandangkan Takbir di 10 hari pertama Dzulhijjah dengan terang-terangan dan manusia mengikuti takbir keduanya, padahal keduanya hanya pergi ke pasar. ^__^

2. Memperbanyak shaum sunnah. Khususnya shaum pada hari Arafah, yaitu hari ke 9 Dzulhijjah.

Bagi yang terbiasa shaum senin dan kamis, lakukan dengan sungguh-sungguh di 10 hari pertama Bulan tersebut. Begitupula dengan sudah terbiasa shaum Daud. Dan Shaum di hari Arafah, sebagai bentuk solidaritas kita kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalankan Wukuf di Padang Arafah. Shaum yang tidak boleh dilakukan (apapun alasannya) adalah Hari Tasyrik, yakni 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Nanti kalau sudah punya anak, upayakan anak-anaknya juga dibiasakan untuk melaksanakan Shaum Arafah. Secara umum kan kita hanya membiasakan Shaum Ramadhan saja ke anak-anak kita. Nah Shaum Arafah seharusnya sudah mulai dibiasakan juga.. *pesen Murobbiyah😀 * Karena keutamaannya sungguh luar biasa!

“Dari Abu Qatadah ra berkata, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa Hari Arafah. Rasulullah SAW menjawab, “Menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan setahun yang akan datang.”

SUBHANALLAH! Shaum yang cuma 1 hari, di hari ke 9 bulan Dzulhijjah, bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun kedepan! (tentu saja dikerjakan dengan sungguh-sungguh). Kalau gak ada perubahan, Insha Allah kita akan shaum Arafah tepat di hari Sabtu, 5 November 2011.. ^__^

3. Memperbanyak amal shalih lainnya.

Seperti sholat sunnah, sedekah, infaq, dan amal shalih apa saja, karena Allah akan melipat gandakan pahalanya.🙂

4. Melaksanakan Sholat Idul Adha, mendengarkan Khutbahnya dan Berqurban pada hari Nahar dan Tasyrik. Nahar itu adalah hari ke 10 Dzulhijjahnya, dan hari Tasyrik itu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Biasanya kalau di desa-desa, di perkampungan orang-orangnya masih mendengarkan khutbah selepas Sholat Ied, tapi di kota-kota besar tampaknya sudah mulai jarang. Selepas sholat banyak orang yang langsung bubar, sedikit sekali orang yang masih bertahan duduk untuk mendengarkan khutbah. Padahal amal shalih yang diperintahkan di 10 hari pertama Dzulhijjah adalah mendengarkan khutbah ba’da Sholat Ied.

“Dari  Ummu ‘Athiyah berkata, “Kami diperintahkan agar wanita yang bersih dan yang sedang haid keluar pada dua Hari Raya hadir menyaksikan kebaikan dan khutbah umat Islam dan orang yang sedang berhaid harus menjauhi tempat sholat.” (Muttafaq alaih)

Biasanya kan kalau salah seorang anggota keluarga baik ibu maupun anak perempuan, apalagi pembantu rumah tangga, kalau sedang haid malah diminta menjaga rumah, diminta untuk membereskan rumah, jadi waktu anggota keluarga yang lain selesai Sholat Ied mendapati rumahnya sudah bersih. Justru dari hadist di atas, khususnya untuk yang sedang haid pada saat pelaksanaan Sholat Ied, seharusnya datang untuk menghadiri dan mendengarkan khutbah, bukan hanya diam di rumah saja. Jadi segera berangkat ke lapangan juga, untuk mendengarkan khutbah.

Tapi ada catatannya juga nih! Buat yang sedang haid dan ingin mendengarkan khutbah, jangan duduk di tengah-tengah shaff! Menjadi pemutus shaff sholat jama’ah lain. Kan sudah kita ketahui bersama kalau sholat itu shaffnya harus rapat dan rapi, agar tidak ditempati Syaitan. Nah, kalau orang yang sedang haid duduk di tengah-tengah jama’ah yang akan sholat, berarti dia menjadi pemutus shaff, meskipun waktu sholat nanti dia akan pindah dari tempat semula. Kalau dalam kondisi di lapangan, akan lebih ribet lagi untuk mengatur shaff yang bolong, apalagi kondisinya menjelang sholat. Dan efeknya bisa jadi mengganggu kekhusyukan sholat jama’ah yang lain. Jadi, sebaiknya untuk yang sedang haid, sejak awal mengambil posisi di luar barisan shaff. 🙂

5. Tetap melaksanakan Takbir dan berqurban di Hari Tasyrik.

Kalau di Idul Fitri, takbir hanya dikumandangkan pada malam jelang 1 Syawal hingga pelaksanaan Sholat Ied saja. Untuk Idul Adha, takbir tetap dikumandangkan hingga Hari Tasyrik berakhir.

Dan bedanya Idul Fitri dan Idul Adha juga adalah kalau Idul Fitri di subuh 1 syawalnya kita disunnahkan untuk makan dan minum sebelum Sholat Ied. Ini untuk membedakan bahwa hari itu sudah bukan Ramadhan lagi, melainkan sudah masuk 1 Syawal. Sedangkan Idul Adha, di 9 Dzulhijjah kita shaum, dan setelah subuh di 10 Dzulhijjah kita juga dalam kondisi shaum sampai selesai melaksanakan Sholat Ied, kecuali sebelum Adzan Subuh berkumandang kita masih boleh makan dan minum.

Mudah-mudahan minimal dengan lima amalan itu, kita bisa mengisi 10 hari pertama Dzulhijjah. Dan berharap Allah memberikan pahala yang setara dengan orang yang berjihad dan syahid. Ini merupakan penghargaan besar dan kemudahan luar biasa dari Allah, terutama untuk kita kaum Muslimah dan lebih-lebih yang sudah memiliki tanggungan keluarga, anak. Akan sulit untuk melakukan bahkan mendapatkan izin untuk turun berjihad dan syahid.

Insha Allah besok, 28 Oktober 2011, kita sudah masuk 1 Dzulhijjah,, Bismillah,, Ayo kita persiapkan sebaik-baiknya dan maksimalkan amal shalih kita untuk 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.🙂🙂🙂

Wallahu a’lam bishshawaab.

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

4 thoughts on “Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s