Posted in kyky belajar, Mari Membaca, Sein Seit

Tadabur QS Ar-Rum: 17

Kala lagi libur bulanan, biasanya kadar keimanan turun nyaris drastis alias terjun bebas ditambah aktivitas kerja di kota yang gak ada matinya (Jakarta red.) .. rasanya lelah! lelah lahir, lelah batin….😦

Subhanallah, dikasih Allah petunjuk iseng buka The Miracle of Reference.. Yang gak sengaja dibuka adalah Surah Ar Rum.. ternyata ramuan jitu pencegah terjun bebasnya iman ada di dalam sini😀😀

Selamat membaca….😉

——————————————————————————————————————————————————————

Allah memerintahkan untuk berzikir setiap saat

“Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh)” (Q.S. Ar-Rum: 17)

Semua topik mengenai keimanan membutuhkan kepasrahan diri kepada Allah, dalam hidup dan berjuang karenaNya. Pengabdian ini tidak dapat kita capai, kecuali memiliki kedekatan dengan Allah dan jalan untuk khusyuk, melalui “mengingat dan kembali kepadaNya”. Orang-orang beriman itu diperintahkan untuk bertasbih kepada Allah, baik waktu pagi maupun petang.

“Dan bertasbihlah kepadaNya pada waktu pagi dan petang.” (Q.S. Al Ahzab: 42)

Inilah yang akan menjadikan orang yang beriman menjadi “hamba Allah” seperti layaknya Nabi Ibrahim a.s.

Orang-orang beriman harus bersyukur kepada Allah atas karunia yang diberikanNya dan memohon ampunan Allah atas perbuatan zalim diri mereka. Selanjutnya, mereka harus meminta kepada Allah untuk semua yang mereka butuhkan serta memujiNya siang dan malam.

“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” (Q.S. Al A’raf: 205)

“Bacalah kitab (Al Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al Ankabut: 45)

Berzikir mengingat Allah juga menjadi suatu persyaratan menuai keberuntungan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh) , maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.” (Q.S. Al Anfal: 45)

Wallahu a’lam bishshawaab.

Sumber: Harun Yahya. Nilai-Nilai Moral Al Qur’an. 2004.


Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s