Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

Kue Semprong dan Kue Nogat

Sudirman, 12 Oktober 2011, Ba’da Maghrib

—–

Wajah lelah tergurat jelas di wajah lelaki itu

Duduk di sudut jembatan sambil menjajakan dagangannya

Menawarkan barang dagangan kepada setiap pejalan kaki yang lewat, sembari berusaha untuk tetap tersenyum

Dua panggulan berbentuk balok besar, disanalah dagangan bapak itu dijajakan

Tampak masih sangat banyak, bahkan kalau aku bilang UTUH.

Dua panggulan yang riskan bila jatuh

Bagaimana gak riskan?! kalau panggulan itu jatuh? habis sudah dagangannya!

Gak akan ada lagi yang dapat ia jual!

Hanya puing-puing atau remehan-remehan yang tersisa dari makanan yang bernama KUE SEMPRONG.

Aaah, aku jadi teringat kisah mama…

Mama kecil bersama adiknya berjualan kue berjalan keliling menyusuri tanah-tanah yang masih jarang penghuni, singgah ke warung satu dan warung yang lain. Maklum, belum ada sistem transmigrasi merata di Balikpapan saat itu.

Dengan menggunakan sepeda bututnya, beliau berdua menjajakan KUE NOGAT, kue kacang yang dicampur dengan gula (sebenarnya aku sendiri gak tau wujudnya gimana,hehehe)

Suatu hari, saat menjajakan kue sambil bersepeda, tiba-tiba beliau berdua jatuh! *prankkk!!* dan daganganpun ikut jatuh. Bergelimpanganlah kue-kue nogat yang kini menjadi puing-puing kue nogat.

Sambil menahan sakit, mama dan adiknya mengumpulkan puing-puing kue nogat.

Kue Nogat kini menjadi puing.

Mana laku untuk dijual?!!

Jangankan untuk dititipkan ke warung-warung saja gak akan diterima, apalagi untuk dijual?!!

Akhirnya mama kecil dan adiknya kembali ke rumah sambil membawa puing-puing Kue Nogat.

Setiba di rumah, Emak marah sekali dengan beliau berdua. Karena kejadian itu menjadi penyebab tidak adanya pendapatan untuk hari ini.

Yaa.. mau bagaimana lagi.. sakit didapat, amarah didapat, tapi penghasilan tak didapat.

Terkenang dengan kisah mama, berbalik arahlah aku,  jalan menuju bapak penjual Kue Semprong.

Pikirku, gimana kalau hal yang sama dengan mamaku terjadi sama bapak itu?

Belilah beberapa dagangannya… mana tahu kita nasib orang selanjutnya seperti apa…

Jikapun mengalami hal yang sama (naudzubillahi mindzalik.. jangan sampai!) setidaknya dagangan bapak sudah ada yang laku terjual. Setidaknya bapak punya penghasilan hari ini.🙂

Yaa Razzaq..berilah beliau kelapangan rizki. Yaa bashiir..Setidaknya Engkau sendiri menilai bentuk perjuangan beliau mencari nafkah.

*cerita ini ditulis sebagai bentuk sayang aku buat mama… kisah mama di atas yang menginspirasiku untuk selalu bersyukur dengan apapun bentuk rizki yang Allah kasih dan mengenang perjuangan hidup mama hingga akhirnya punya aku yang segede ini, hiii…..🙂

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s