Posted in Cerita Hidup, Melancholische Seite

Sudirman (jelang) Maghrib

Bangunan itu kian membisu,

meski sekitarnya ditanami pohon-pohonan ridang

Bangunan itu tetap membisu,

meski sekitarnya dihiasi bunga-bunga yang cantik

Bangunan itu selalu saja membisu,

meski di area parkirnya berjejer mobil-mobil mentereng

Bangunan itu akan tetap membisu,

meski ditaburi gemerlap lampu-lampu sorot yang membuatnya semakin terlihat angkuh!

papan-papan reklame yang begitu megah, memamerkan kenikmatan-kenikmatan dunia yang hanya bisa dicicipi oleh kaum borjuis.

Bangunan itu tak bergerak dari kebisuannya!

Menjadi benda mati tak bertuan, hidup tanpa hati, apatis tak peduli!

Meski ada seorang anak pemulung yang sedang termenung..

duduk sendiri memikirkan apa yang akan ia makan nanti…

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s