Posted in Cerita Hidup, Nasib Gadis di Rantau Orang

1 bulan menuju 25 -1

Jakarta, 17 September 2011

“Hari ini, aku ingin pakai abaya ke kantor!” semangatku di pagi hari saat siap-siap menuju kantor. Yaa.. walaupun bukan bekerja sebagai teller bank, tapi aku masih bekerja di hari sabtu. Biasanya kalau hari sabtu kantor cenderung sepi.. yang kerja juga cuma beberapa orang dan biasanya pakaiannya pun santai (biasanya juga santai sih, gak ada aturan saklek berpakaian di kantor.. as fashionable as you can! hehehe) Dan aku pun ingin memakai abaya hitam hari ini ke kantor😉

Seperti biasa, pukul 08.20 aku tiba di kantor, absen dengan sistem finger print dan berjalan menuju lubikal meja kerjaku. Satpam lantai kantorku berkomentar, “Mbak Kyky jilbabnya kurang item.. kurang cadar.. ndak berani make ya mbak? Hehehe”“Coklat juga udah matching kali, pak.. daripada aku pake item-item, nanti aku ndak dibolehin masuk kantor sama satpam lantai dasar.. ndak masuk kerja donk!” jawabku sambil nada bercanda.😀

Hhmm… kerja di hari sabtu kadang bikin bingung (karena gak tau apa yang mau dikerjain) tapi bisa jadi efektif (kalo hari seninnya sudah ada agenda yang padat merayap).. Untuk hari ini aku tahu apa yang akan aku kerjakan dan juga bisa santai, hehehe. Ngeprint bahan rapat dan menyiapkan draft rapat untuk dibawa dalam kunjungan tenant hari senin esok. Setelah itu, aku bisa browsing-browsing internet (catatan: kecuali jejaring sosial, karena diblok sama kantor, hihihihi :p )

“Oiyaa!! Hari ini Della berangkat ke Brussel! Aaaaa… satu per satu orang-orang yang aku sayangi pergi!” (padahal aku juga termasuk orang yang juga pergi waktu hijrah ke Jakarta :p ) jadilah sisa waktu di kantor aku habiskan buat menghubungi Della, memberi dia semangat dan… terharu banget pas dia bilang kalau teleponku membantu banget ngilangin nervousnya dia, huhuhu…

Pulang dari kantor di hari sabtu biasanya aku langsung menuju travel dan meluncur ke Bandung.. tapi hari ini tidak. Berhubung besok ada undangannya Om Parlan dan Azty, jadilah hari ini aku masih menetap di Jakarta. Dan kalau weekend di Jakarta suka bikin aku bingung! Bingung mau ngapain karena kerja cuma setengah hari. Yaa..kalau kemarin-kemarin sih masih ada ajakan dari Zia buat makan siang dan window shopping di Mall Grand Indonesia dan Plaza Indonesia, masih ada mbak Bawani yang bisa diajak ngubek-ngubek Pasar Asemka, masih punya keinginan buat melonggarkan waktu dengan berhibernasi di kamar kosan, hihihihi (ketauan pemalasnya! :p) “Tapi.. hari ini… gak ada ajakan Zia, mbak Bawani juga gak, dan lagi gak mau hibernasi di kamar! Hari ini pengen beda! Harus keluar! Tapi kemana yah?? Heuheu..” 

Ntah kenapa kok kepikiran buat ke Masjid Agung Al Azhar yah? Kata Mang Toto (adik kandung papa.red) Masjid itu gak jauh dari SCBD. Yaa.. buat ukuran busway mah tergolong mudah buat dipapai. Dan akhirnya aku putuskan buat pergi ke Masjid Al Azhar.. walau gak tau mau ngapain kesana.. bisi weh ada pengajian yang bisa aku tebengin atau ada ceramah yang bisa aku dengerin.. pokoknya nyari suasana beda yang menyejukan hati! ^0^

Sesampai di Masjid Al Azhar… Masjidnya sama sekali di luar ekspektasi imajinasiku! Aku kira bakal ramai dengan puluhan jama’ah yang dengerin ceramah, tapi ternyata.. tidak. Dari luar terlihat seperti tidak ada kegiatan pengajian disana. Cuma ada pedagang kaki lima, tukang parkir, beberapa orang yang sibuk dengan kegiatan masing-masing dan lingkungan masjid ramai dengan adanya lapangan rumput yang dijadikan tempat bermain sepak bola oleh berbagai kelompok orang. Tapi suasana itu gak membuat semangatku surut buat menjajakan kaki ke Masjid Al Azhar. Kalau kemarin semangatnya surut untuk I’tikaf disana, karena aku gak tau lokasi tepat Masjidnya, orang-orang bilang tempatnya jauh dari SCBD dan pertimbangan ‘ngantor’ sambil I’tikaf di tempat jauh terasa berat. Tapi semua alasan itu kan muncul karena aku gak tau situasi aselinya seperti apa.. gak tau medan yang ditempuh segimana.. nah, kalau sekarang kan sudah tau, jadi ngapain semangatnya disurutkan lagi buat menjelajahi Masjid ini??!!😉

Semangat kakiku berjalan dari halte Masjid Agung menuju halaman Masjid. Celingak celinguk nyari pintu masjid.. bisi salah masuk! Malu juga kalau ketahuan kalau aku pendatang baru, hihihi.. tapi apalah daya.. malu bertanya sesat di jalan dan akupun bertanya dengan salah seorang pengunjung letak pintu masuk Masjid untuk wanita. Setelah ditunjukkan, bergegaslah aku kesana.

Di tempat penitipan sepatu, aku kembali bertanya pintu masuk Masjid untuk wanita kepada bapak satpam yang ada disana, tapi beliau malah menunjukkan pintu menuju tempat wudhu wanita, heuheu.. Kembali aku perjelas pertanyaanku dan beliau malah tertawa.. “Oooh, disana neng (menunjukkan tangga ke atas) baru pertama kali kesini yah?” tanya Pak Satpam. Hehehe..ketahuan deh :p

Pukul 14.13 kakiku tepat melangkah memasuki ruang utama masjid yang berkarpet hijau. Suasana hijau Masjid membuatnya teduh dan megah. “Subhanallah! Tempatnya nyaman buat beribadah!”

Akupun mengambil posisi untuk duduk berdiam diri di Masjid, menikmati suasana masjid, mengamati orang-orang yang sedang berkegiatan di Masjid,, siapa tau aja ada pengajian yang bisa aku ikuti,, tapi ternyata tidak ada😦

Akhirnya aku mengambil Mushhaf-ku dan membuka halaman tilawah terakhirku. “Aaah… aku mulai mengantuk! Suasana tenang membuatku tergoda untuk tidur..” (kreyep,kreyep…) “Hey! Ky!” panggil salah seorang pria dalam Masjid. “Kok ada di sini? Sama siapa? Dari mana?” tanyanya. “Huwaa… Kang Aciiill!! Kok bisa nemu Kang Acil disini sih?? Hihihihi…” balasku.😄

Kang Acil adalah Kakak angkatanku di Biologi ITB, Ketua Himpunan waktu aku lagi diospek, hehehe.. “Subhanallah banget bisa ketemu beliau disini!”

“Neng, kenalin ini Kyky.. adik kelas di Biologi.” Kata Kang Acil. Huwoo… teteh cantik yang dikenalin ke aku rupanya calon istrinya Kang Acil.. dan… “Aku lagi mau ambil foto prewed, ky! Hehehe..” kata Kang Acil.

“Waaah… Masjid Yang Penuh Berkah.. baru napak pertama aja udah ketemu orang dekat yang lama tak berjumpa.” Batinku

Setelah mengobrol-ngobrol singkat dengan Kang Acil dan calon istri, aku berpindah tempat duduk dan melanjutkan tilawahku.

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s