Posted in Pulang ke Rumah Allah

Tiga Hari Bersama Rasulullah #2

Hari pertama menjalani ibadah di kota Rasulullah menjadi awal dimulainya petualangan hati. Walau kondisi fisik sedang demam, gak mengurangi rasa deg-degan, senang, penasaran yang bercampur aduk! Udah pasrah aja dengan apapun yang  akan terjadi di kota ini. Mengingat datang dengan beban dosa yang  menumpuk, hati yang hampir letih dengan ujian tiada henti, rasanya perjalanan Umroh ini menjadi hadiah dan liburan dari Allah buat aku. Kalaupun terjadi sesuatu, baik itu kejadian baik atau buruk bahkan akan tetap diambil hikmahnya dan akan tetap dihadapi sembari melatih kesabaran🙂

Aktivitas di hari pertama di kota Rasulullah diawali berkunjung ke Makam Rasulullah dan Makam Baqi’. Seperti kata Ustadz Abur (Abu Robbani .red) “Perbanyak Sholawat saat di kota Rasul..apalagi ini mau berkunjung ke rumahnya.” Jadi sepanjang jalan dari Hotel menuju Masjid Nabawi aku baca sholawat. Begitu tiba di gerbang yang berhadapan langsung dengan Kubah Hijau, kemudian jalan mendekat.. rasanya deg-degan banget… “Ini kita mau namu lho di rumah Rasul..” rasanya campur aduk.. deg-degan, malu, segan, tapi pengen banget masuk😀

Ketika tiba di area dekat dengan Kubah Hijau, Ustadz Abur menceritakan sedikit kisah tentang Rasulullah.. tentang bangunan Kubah dan gambaran apa yang harus kami lakukan ketika “bertamu” di rumah Rasul. Saat itu, aku mulai memberanikan diri memandang Kubah Hijau itu.. memandangnya tiada henti..  seperti ada panggilan dari hati untuk terus memandang Kubah Hijau tersebut. Setelah Ustadz Abur selesai bercerita, kami mulai melangkahkan kaki untuk “bertamu” ke rumah Rasul.

Seperti yang diceritakan Ustadz Abur, Makam Rasul dan Rumah Rasul itu jaraknya dekat, bahkan bersebelahan.. Siti Aisyah r.a. yang mendiami rumah Rasul pasca Rasulullah wafat. Kemudian ketika Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. wafat dan dimakamkan di sebelah Rasulullah, Aisyah tetap tinggal disitu, karena Abu Bakar adalah ayahnya. Lalu Umar bin Khattab r.a. pun meminta izin kepada Aisyah agar ketika meninggal nanti, beliau dimakamkan di sebelah Rasul. Dan ketika Umar wafat, Aisyah memberikan tabir (pembatas) antara area makam dengan rumahnya.

Area pemakaman terbatas untuk dikunjungi. Pada saat itu hanya golongan Ikhwan saja yang boleh masuk ke area pemakaman, sedangkan kami rombongan akhwat hanya bisa masuk ke Raudhoh (rumah Rasul). Melalui pintu yang berbeda, rombongan kamipun terbagi menjadi dua.

Pintu menuju Raudhoh untuk akhwat letaknya dekat dengan area Makam Baqi’. Disanalah Aisyah r.a., Fatimah r.a. dan para pejuang syahid dimakamkan. Waaah… rasanya makin campur aduk begitu tau kalau disana ada makam 2 idolaku! Sejak mengenal Islam (pakai jilbab) waktu SMA, aku sangat mengidolakan sosok Aisyah. Karakternya yang kuat, cerdas, mudah bergaul namun tetap terjaga.. Sangking mengidolakannya sampai-sampai waktu pembuatan Jaket Himpunan, nama Aisyah yang aku pilih sebagai identitas kalau itu jaket milikku. ^__^

Sedangkan sosok Fatimah r.a. yang aku idolakan adalah sosok anak perempuan yang begitu cinta kepada ayahnya. Anak yang santun, pandai menyenangkan hati ayahnya, telaten menggantikan posisi ibunya (Khadijah r.a.) saat sang ibunda telah wafat. Bahkan Fatimah kecil berani membela sang Ayah saat sang Ayah dilempari kotoran dan batu dalam perjalanan da’wahnya. Kalau aku bandingin, rasanya jauuuuh banget! Aku ajah kalau dititipin papa saat mama pulang ke Balikpapan rasanya kelabakan! Gak tau selera makan papa, gak tau pantangan makanan papa apa, papa sukanya apa, pokoknya parah banget! Yaa.. sering aku berpikir mungkin ini karena sejak kecil bahkan sebelum lahir hingga saat ini aku jarang banget satu atap (tinggal) lama dengan papa. Papa yang kerja di lapangan membuat papa selalu berada di luar kota dalam waktu yang lama. Kalau dulu papa 2 minggu di lapangan dan 1 minggu off, sekarang (sampai detik ini bahkan) papa dikenal dengan julukan PJPA (Pergi Jum’at Pulang Ahad). Makanya mendekati kelulusan, aku pernah minta sama Allah buat fokus jadi anak papa dengan tinggal di Mundu. Bertukar peran dengan mama untuk menyiapkan kebutuhan makan dan mengurus rumah dinas papa disana.

Selain sosok anak perempuan yang sayang kepada Ayahnya, Fatimah r.a. aku idolakan karena pandai menjaga isi hatinya dan memiliki keikhlasan dan ketaatan yang luar biasa kepada suaminya.. Sebelum menikah, beliau jatuh cinta kepada Ali bin Abi Tholib r.a., tapi beliau tidak menunjukkan rasa itu kepada Ali. Beliau tetap menjaga dan mempertahankan kehormatannya sebagai muslimah. Beliau hanya mencurahkan perasaan itu kepada Allah semata. Bahkan dari kisah yang pernah aku baca, sangking rapatnya beliau menjaga isi hatinya, sampai-sampai syaitan tidak tahu kalau beliau cinta banget sama Ali. Allah menutup rapat-rapat tabir hati itu dari belenggu syaitan! Subhanallah… dan Allahu Akbar, beliau memang ditakdirkan hanya untuk Ali. Menjadi pendamping hidup dunia akhiratnya Ali. Yaa…memang kalau segala urusan diserahkan dan dipasrahkan ke Allah, insha Allah endingnya akan manis sekali. Itulah wujud ketaqwaan seorang hamba kepada Tuhannya (seorang muslimah terutama).🙂🙂🙂

Pokoknya rasa mimpi bisa berada di dekat Makam Baqi’! Sayangnya makam ini tertutup untuk kalangan akhwat, untuk menghindari “ratapan”, mengingat kondisi psikologis rata-rata akhwat yang terlalu perasa.🙂  Tapi walau gak boleh masuk ke pemakaman Baqi’, rasanya gak berubah! Tetap senang! Dari buku kisah Fatimah r.a. yang aku baca, Rasulullah pernah bilang “Siapa saja yang menziarahi makam Fatimah, seolah-olah dia menziarahi aku. Siapa saja yang mencintai Fatimah, maka dia berarti juga mencintai aku.” Jadi hari ini dapet dobel! Memandang Kubah Hijau dan merasakan wisata hati ziarah ke Makam 2 idolaku! Subhanallah! Allahu akbar!

Dan sepanjang jalan menuju Raudhoh disisipi dengan ucapan salam “Assalamu’alayka yaa Rasulullah… Assalamu’alayka yaa ahli Qubur..”🙂

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s