Posted in kyky belajar, Mari Membaca, Sein Seit

Tadabur QS Al Isra’: 1

Pribadi Rasulullah SAW

Muhammad SAW adalah hamba Allah yang dipilih untuk menjadi Rasul akhir zaman. Allah memperjalankannya dari Masijil Haram ke Masjidil Aqsa. Kemudian, Allah membimbingnya untuk menuju Sidratul Muntaha, suatu tempat yang tidak dapat dituju makhluk apapun kecuali hanya hamba-hamba pilihan Allah. Di tempat itu, Rasulullah SAW mendapatkan banyak informasi tentang keadaan umat-umat terdahulu. Pada peristiwa itu pula Rasulullah SAW menerima perintah cara beribadah sholat bagi dirinya dan bagi umatnya. Rasulullah SAW adalah sosok hamba Allah yang pantas untuk dipilih oleh Allah sebagai utusanNya. Kepribadiannya yang luar biasa, sabar, tabah,dan gigih dalam meniti keridhaanNya semata.

Salah satu karakteristik terpenting beliau adalah beliau hanya mempraktikkan apa yang diperintahkan dan diminta Allah dari beliau tanpa mempedulikan apa yang akan dipikirkan orang lain. Tokoh-tokoh dan anggota-anggota penting dari agama-agama lainnya pada saat itu menginginkan agar beliau menetapkan hukum yang menguntungkan mereka. Meskipun orang-orang seperti ini berada dalam jumlah yang banyak dan sangat berpengaruh, Rasulullah SAW tetap berpegang teguh pada perintah Allah dan Al Qur’an.

“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, “Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia.” Katakanlah, “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya, aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)”. Katakanlah, ” Jika Allah menghendaki niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu.” Sesungguhnya, aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?” (Q.S. Yunus: 15-16)

Beliau selalu berserah diri kepada Allah dalam segala hal. Rasa tawakalnya itu adalah contoh bagi kaum muslim. Beliau selalu berupaya sebaik mungkin apapun situasinya. Beliau bergantung dan berserah kepadaNya semata.

Sumber: Harun Yahya. 2003. Keikhlasan dalam Tela’ah Al Qur’an.

Wallahu a’lam bishshawaab.

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s