Posted in Catatan Hati di Setiap Sujudku, kyky belajar, Mari Membaca

Tadabur QS An Nur: 5

Penyesalan dan Memohon Ampun

Dua sifat Allah yang paling sering diulang dalam Al-Qur’an adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah benar-benar menyayangi hamba-hambaNya dan tidak menghukum mereka secara langsung atas dosa-dosa mereka.

“Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (Q.S. An Nahl : 61)

Dengan menangguhkan hukuman, Dia memberi waktu kepada orang yang berbuat salah untuk memohon ampun dan bertobat. Tidak peduli betapa besar dosa yang dia lakukan, dia selalu mendapatkan kesempatan untuk dimaafkan jika bertobat dan berbuat kebaikan.

“Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, “Salamun’alaikum” (Selamat sejahtera untuk kamu)”. Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diriNya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. Al An’am: 54)

Tobat juga berarti peromohonan dukungan dan kekuatan dari Allah untuk membantu orang yang bersalah agar tidak mengulangi perbuatan salah yang sama. Bentuk tobat uang diterima Allah adalah yang diikuti dengan perbuatan-perbuatan baik.

Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.” (Q.S. Al Furqan: 71)

Terkadang seseorang bisa saja melakukan dosa yang sama karena bujukan nafsunya, bahkan setelah bertobat. Akan tetapi, hal ini bukanlah alasan baginya untuk tidak bertobat. Namun, harus diingat pula bahwa tobat seseorang tidak akan diterima ketika kematian telah datang menjemput.

Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana” (Q.S. An Nisa’: 17)

Sumber: Harun Yahya. 2004. Nilai-Nilai Moral Al-Qur’an.

P.S.

Semoga Allah masih memberikan kesempatan diri ini untuk bertobat dan membimbing serta memberi kekuatan hati ini untuk istiqomah dengan komitmen yang diambil. Aamiin!

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s