Posted in Cerita Hidup

Hari pertama Mr Jazzy jalan sama SIM, part-2

Setelah mendapatkan jalan hikmah dari Kang Firman, membayar ganti rugi, aku kembali ke kelas Tahsinnya Lia. Yaah..hikmah lain yang bisa aku ambil juga adalah aku jadi ikutan belajar Tahsin hari ini… Aku manfaatkan untuk bertanya tentang hukum bacaan qur’an yang selama ini sering aku temui, tahu sebenarnya apa hukum itu, tapi tidak pasti apakah benar atau salah..jadi aku manfaatkan saja dengan bertanya kepada Guru Tahsinnya Lia.

Dari Guru Tahsinnya Lia dapat doa, “semoga Allah memberikan rizki yang jauh lebih baik dari apa yang kamu keluarkan hari ini..” …satu kebaikan aku peroleh lagi dari peristiwa hari ini.

Selesai Tahsin, Lia mengajakku untuk makan Ramen dan Sushi di Ramen Rider. Yaa.. lagi-lagi aku mengambil hikmah dengan kejadian ini, aku jadi dekat kembali dengan Lia, setelah sekian lama jadwal halaqah kami berbenturan dengan jadwal Tahsinnya Lia, sehingga kami tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama. Hari ini thanks banget buat Lia yang udah mau nemenin aku buat numpang nangis sambil belajar Tahsin..🙂

Hari menjelang petang, adeku sudah datang dari Unpar.. Aku memutuskan untuk tidak memberitahu ade, biar akunya stabil dulu. Tapi ternyata ade bisa ngebaca apa yang terjadi dari raut wajahku yang sembab total dan katanya udah feeling ajah.. Yaa..ternyata ikatan batin kami masih jalan. Entah kenapa mama, aku, dan ade bisa ngebaca apa yang terjadi diantara kami bertiga, walaupun kami tidak mengungkapkannya satu sama lain. Kalau sudah ada rasa kayak gitu, perasaan itu susah untuk di-ignore­. Jadi, selain hanya bisa mengingatkan untuk hati-hati sebelum ‘rasa ga enak’ itu terjadi atau kami sudah siap dengan kejadian dari ‘rasa ga enak’ tersebut. Dan diluar dugaan, ade ga marah besar seperti yang aku takutkan. Dia cuma ingetin agar lain kali lebih hati-hati. “senang melihat adikku tumbuh menjadi gadis dewasa..”

Dalam perjalanan pulang, dengan ade sebagai driver, sekali lagi kami mengalami ujian kesabaran. Di perempatan Riau-Laswi, ada satu pengamen anak muda yang maksa untuk diberi uang. Kesepakatan aku dan ade adalah tidak memberikan uang untuk pengamen muda yang tidak berkualitas,apalagi yang pemaksaan, karena mereka masih bisa bekerja dan berusaha. Jadi hanya orang tua saja yang akan kami beri uang. Anak muda itu masih maksa saja dan nempel di kaca mobil kami. Kemudian, dari arah kiri, datang pengemis bapak-bapak untuk mengemis. Dilema berat! kalau kami kasih, anak muda itu pasti akan lebih memaksa kami untuk mengeluarkan uang. Jadi kami juga ga ngasih ke bapak itu. Sampai si bapak istighfar karena menganggap kami ‘pelit’ karena ga mau ngasih uang. Kemudian si anak muda yang masih maksa ini memukul kaca mobil kami dengan kencang lalu pergi. Untungnya kaca mobil ga pecah.

Seketika ade membuka kaca mobil sambil marah! “Heh! kalo lu maksa minta-minta, yang ada orang ga ikhlas ngasih uang ke elu!”, teriak ade. Seketika anak muda itu datang lagi buat nantangin ade. Aku langsung minta ade buat segera tutup kaca mobil dan siap-siap karena lampu merah akan berubah menjadi hijau. Lalu anak muda itu teriak sumpah serapah terhadap kami yang kami anggap angin lalu saja.

Sebenarnya, ketika kejadian itu, ingin sekali rasanya turun dan membalas perlakuan anak muda itu atau menggantikan posisi ade buat marah-marah dengan perlakuan anak muda itu. Tapi entah kenapa aku ga bisa melakukannya, lebih memilih diam dan menjadi penyeimbang untuk ingetin ade buat sabar saat ade lagi marah-marah. Kebayang kalo kami berdua sama-sama panas, pasti kami turun dari mobil dan bales si anak muda itu. Tapi pastinya itu bukan solusi terbaik, ga ada masalah yang selesai kalau kemarahan dibalas dengan kemarahan. Premanisme dibalas premanisme juga.. Yaa.. belum tentu juga kami yang menang…heuheu…Dan ini juga sebagai parameter siapa yang lebih terdidik secara sikap. Bukti bahwa orang tua kami mendidik kami dengan baik, untuk menjadi anak perempuan yang “TAHU DIRI dan TAHU TATA KRAMA”.. walau keselnya minta ampun! heuheuheu…

Mudah-mudahan si Bapak pengemis tadi mengerti posisi kami..mudah-mudahan ada jalan rizki yang lebih buat beliau setelah kejadian kami.

Yah, kyky… hadapi saja hari ini.. biarkan Allah yang mengatasinya.. Laa hawla wa laa kuwata illa billah..

Bismillah, bersiap bulan Maret ini akan melakukan berbagai kehematan dalam keuangan untuk mengganti pengeluaran yang aku lakukan di akhir bulan ini. Anggap ini sebagai fase ‘mengukur diri’ terhadap segala takdir yang Allah beri.

Masih banyak yang bisa kamu syukuri, kyky…🙂

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s