Posted in Cerita Hidup

Hari pertama Mr Jazzy jalan sama SIM, part-1

Hari ini adalah hari pertama aku memperoleh SIM. Rasanya, alhamdulillah…setelah sekian lama akhirnya pede juga bikin SIM A. Pertanda Mr Jazzy sudah halal buat dikemudikan seorang diri. Jadilah hari ini adalah hari pertama aku nyetir tanpa ada seseorang di samping (alias ade..).

Sebelum ngendarain Mr Jazzy, untuk memastikan apakah izin ini bener-bener berlaku atau tidak, aku minta izin ke mama papa buat nyetir sendirian. Ternyata smsku ga dibales-bales sama mama papa, kemudian aku sms ade buat minta izin. Sebagai pendampingku selama ini, aku ngerasa PeDe banget minta izin sama ade, tapi ade bilang izin sama mama…mau gimana izin sama mama, sms ga dibalas dan teleponpun ga bisa. Akhirnya aku putuskan izin sama akang, sebagai kakak tertua (pengganti orang tua maksudnya, selama mama papa ga ada, meski kami beda pulau). Akang bilang, “kalau Ayu berani + yakin ya bawa aja! yang penting hati-hati.” Berasa dapet izin dari akang, walau sempet agak jiper juga, tapi aku ignore perasaan itu, akhirnya aku putuskan untuk nyetir seorang diri ke kampus.

Hari itu bypass Soeta macet banget. Untuk keluar dari bypass ajah butuh waktu setengah jam! Di tengah-tengah kemacetan, akang nelepon untuk memastikan aku baik-baik saja dalam menyetir dan memang baik-baik saja, alhamdulillah. Perjalanan dilalui dengan warna warni ulah angkot dan macet, tapi so far lancar.. Tapi endingnya ga sesempurna yang aku bayangkan. Mendekati kampus, berniat untuk parkir di area Dayang Sumbi. Entah kenapa ketika mobil belok ke jalan Dayang Sumbi, berniat mencari tempat parkir, tiba-tiba tangan kiri aku membanting setir ke arah kiri, jadilah aku menyerempet sebuah mobil Avanza berplat B yang di dalamnya ada sepasang suami istri.

Spontan shock berat! Orang yang ada di dalam mobil langsung klakson panjang dan turun sambil marah-marah. Akupun segera memarkir mobil di dekat mobil yang aku serempet. Begitu yang turun aku, sang pemilik mobil yang tadinya mau main pukul aja, ga jadi, karena aku cewek. Tapi dia tetep marah. Yaa..emang aku yang salah, aku akui kesalahan. Lalu aku liat kondisi mobilnya dengan tidak lupa mengunci mobilku terlebih dahulu, karena sadar di dalam ada tas yang aku tinggal. Kerusakan mobil Avanza yaa lecet plus cover spion yang patah “Innalillahiii!!” Yaa.. emang aku yang salah, jadinya memang harus aku yang mengganti biaya kerugian mobil Avanza tersebut. Kemudian, datanglah bapak tukang parkir dan satu orang mas-mas yang emang sih maksudnya baik, cuma bahasanya kayak mengadu domba gitu. Sebenarnya aku ga nyaman dan bapak pemilik Avanza juga ga nyaman, akhirnya kita sepakat untuk bilang “ini urusan kami, sudah jangan ikut campur, kita selesaikan dengan damai kok, pak, mas..”

Lalu aku menanyakan apakah mobil bapak pemilik Avanza ada asuransinya atau tidak, ternyata tidak. Haduuh! hanya bisa berharap mudah-mudahan biaya ganti ruginya ga terlalu mahal.. Sambil masang wajah tenang walau sebenarnya panik berat, aku bilang aku akan ganti rugi, karena memang ini kesalahan aku. Kemudian aku memberikan nomor telepon dan menyerahkan KTP selama bapak tersebut mencari bengkel untuk membenahi mobilnya.

Aku kembali ke mobilku..ternyata baretannya ga kalah parah..bemper kiri depan lecet, tapi alhamdulillah sisi kiri mobil cuma baret bekas karet yang kalo digosok juga akan hilang. Sembari melihat kondisi mobil, bapak tukang parkir ngasi masukan kalo lecet sisi kiri bisa hilang dengan dipoles kit, sedangkan si mas-mas masih emosi dan manas-manasin. “Lho? aku yang kecelakaan, ko dia yang emosi yah?” pikirku dalam hati. Ngeliat aku digeromboli 2 orang itu, bapak pemilik Avanza langsung nelepon aku dan memperingatkan untuk hati-hati dengan orang-orang yang memanfaatkan momen seperti ini. Akhirnya karena aku ga nyaman juga, aku putuskan untuk pindah tempat parkir ke Jl. Gelap Nyawang, yang tukang parkirnya sudah aku kenal baik.

Agenda menghadiri acara Rossy Goes to Campus “Indonesia Bergerak” pun aku batalkan, karena aku masih shock berat. Akhirnya aku putuskan untuk berdiam diri di Masjid Salman. Di kantin Salman, aku ketemu Kang Firman.. Berasa ketemu kakak sendiri (karena kami satu jurusan Biologi), spontan aku langsung cerita kalau aku habis nyerempet mobil orang, sambil panik dan udah mau nangis. Lalu Kang Firman menenangkan dan bilang, “tenangin diri dulu di Masjid, cari teman akhwat kamu, dan sholat sunnah.” Karena aku lagi ga bisa sholat, akhirnya aku memutuskan untuk mencari teman akhwat yang bisa diajak curhat.

Sebenarnya hari itu ada acara Jalasah Ruhiyah, tapi dengan kondisi aku udah mau nangis terisak-isak, ga mungkin rasanya masuk ke kelas GSS. Lalu aku teringat kalau sahabat satu halaqahku sedang ikut kelas tahsin di Salman. Aku sms Amalia, Elektro 2004. Ternyata Lia masih di kosan dan baru tiba 10 menit kemudian. Sambil menunggu Lia, aku duduk di tangga dekat ruang mukena, sambil menutupi wajah yang air matanya ga mau berhenti.

Begitu Lia datang, aku langsung meluk Lia, nangis sekenceng-kencengnya di bahunya Lia. Keliatan banget ketakutan dan ngerasa trauma akan kejadian tadi. Lia berusaha menenangkan sambil nanya kenapa aku nangis. Trus aku ceritain kejadian di atas ke Lia. Lia menenangkan aku lagi, sambil membesarkan hati aku untuk ga kapok nyetir… Soalnya Lia juga pernah nyerempet juga, heuheuheu… Berasa curhat di orang yang tepat.

Tangisku cukup lama, sampai-sampai kelas Tahsinnya Lia sudah mau mulai. Akhirnya Lia membawaku ke kelas Tahsinnya yang muridnya cuma 2 orang. Sambil izin ke guru Tahsinnya, aku duduk di dekat Lia yang sedang belajar Tahsin dengan wajah sembab total. Menenangkan diri sambil denger Lia belajar Tahsin, ternyata adalah keputusan tepat. Berasa dapat ketenangan untuk segera sadar kembali untuk menyelesaikan semua efek dari kecelakaan tadi.

Kemudian aku mendapatkan sms dari Bapak pemilik mobil Avanza. Dia memberikan rincian kalkulasi ganti rugi yang aku tanggung. Waah..subhanallah.. angkanya mencapai gajiku 1 bulan, heuheuheu.. Yaa.. mau gimana lagi, memang harus diganti. Aku segera ke atm, mengambil tabungan dengan jumlah angka yang diminta.

Setelah mengambil uang, sembari menunggu Bapak pemilik Avanza, aku berpapasan kembali dengan Kang Firman. Kang Firman menanyakan kondisiku dan terjadi percakapan hikmah yang aku dapatkan dari Kang Firman. Aku bilang Kang Firman, mungkin ini karena aku kurang sedekah akhir-akhir ini, jadi Allah ‘nyentil’ aku biar sedekah. Tapi Kang Firman punya pemikiran lain. “Bisa jadi tidak ada yang kurang dari apa yang sudah kamu lakukan selama ini, ky… Bisa jadi di balik peristiwa hari ini, Allah punya rencana baik besar untuk kamu… rencana yang tidak pernah kamu duga. Hanya saja Allah ingin mempersiapkan kamu untuk menghadapi rencana itu dengan sedikit menguji kepekaan kamu dalam hal bersyukur mendapatkan apapun yang Allah kasih buat kamu. Kalau dengan hal ini saja kamu masih memiliki rasa syukur, insya Allah ketika rencana baik besar itu datang, kamu tidak kufur..”

“Sisi baik yang lain dari peristiwa ini adalah….melatih kamu untuk bernafas. Bernafas dalam sebuah ujian. Jumlah uang yang kamu keluarkan bisa jadi tidak seberapa dengan besarnya nafas yang kamu latih. Uang kan memang harus berputar, tidak hanya dipendam dalam tabungan, kan? Akan ada masanya kamu akan memiliki kembali  jumlah uang yang kamu keluarkan hari ini… Suatu hari nanti, jika kamu punya anak dan anak kamu mengalami hal yang sama dengan kamu, kamu ga akan se-shock seperti yang kamu alami saat ini. Kamu ga akan marah besar atau kecewa besar dengan apa yang terjadi dengan anak kamu. Kamu akan bersikap jauh lebih bijak, karena kamu pernah mengalaminya dulu, dan kamu sudah teruji disitu.” nasehat Kang Firman.

Subhanallah kakakku yang satu itu.. Bisa membuka mata hati untuk melihat betapa banyaknya jalan hikmah yang bisa aku ambil.🙂

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s