Posted in Cerita Hidup

jangan sia-siakan uang 100 ribu-nya!

Terlalu mudah kita mengeluarkan uang 100 ribu untuk jajan…
Untuk sekedar kongkow-kongkow atau membelanjakan kebutuhan sekunder yang belum tentu memberikan manfaat lebih, atau membelanjakan kebutuhan primer tetapi kualitasnya terlalu berlebihan…

Terlalu cepat kita menghabiskan uang 100 ribu untuk diri sendiri…
tanpa sadar selembar demi selembar uang berwarna merah itu keluar dengan mudahnya dari dompet… atau mengandalkan kartu debit untuk melakukan transaksi…

Pagi ini mama bercerita tentang salah seorang temannya yang sama-sama aktif di kelompok terapi Reiki-Linchi. Beliau adalah seorang penjual jajanan anak sekolah, bersuamikan seorang tukang becak. Sampai saat ini beliau masih suka minder kalau diajak jalan-jalan bareng. Pernah suatu hari diajak makan di restoran, beliau terlihat bengong dan diam.. duduk memandangi makanannya, makan secukupnya saja. Diajak ke mall-pun, beliau juga bengong, seolah-olah ga percaya kalau beliau bisa masuk ke mall, sampai-sampai beliau minta dicubit tangannya,,“saya ga lagi mimpi kan?”

Mungkin memang terlihat lebay..berlebihan sekali! kok bisa ada orang yang ga pernah masuk mall jaman sekarang!
tapi ini benar-benar kenyataan, kyky..! dan orangnya ada di hadapan kamu saat itu. Yaa.. masih ada saudara kita yang untuk masuk ke mallpun ga pernah terlintas di pikirannya,, untuk makan di restoranpun harus mikir beratus-ratus kali…! Sedangkan kamu? dalam sekejap saja 100 ribu bisa kamu raih, dalam sekejap pula uang itu melayang, menghilang entah kemana… berpuluh-puluh nominal angka silih berganti seliwar seliwer di tabungan kamu..! begitu mudahnya menapakkan kaki di mall, makan sesuka hati, mengikuti hawa nafsu karena kebiasaan yang selama ini kamu lakukan untuk diri kamu sendiri!

Jadi inget kata-kata papa.. Jarang sekali manusia yang mau mengukur diri,,apalagi ngukur diri tentang keuangan… terlena dengan fasilitas yang ada, tidak sadar bahwa semua fasilitas itu lama-lama tidak baik untuk diri sendiri, apalagi ketika Allah memberikan sedikit ujian keuangan untuk kita.. kebanyakan kita ga siap dengan ujian itu, lalu merasa kehilangan berlebihan terhadap harta,, syukur-syukur kalau bisa ngambil hikmah atas ujian itu..kalau ternyata melakukan hal-hal keji seperti korupsi, nilep uang, nyopet, ngerampok, dan lain-lain? Yaa…memang diri ini butuh mengaji! Mengaji diri untuk menjadi manusia yang kalau dikasih rizki dia bersyukur,, dikasih ujian juga bersyukur plus tawakkal, karena semua yang ada di dunia ini cuma titipan Allah..bukan hak milik!

Yaah.. meski hidup serba berkecukupan, alangkah lebih baik jika kita mengarahkan rasa syukur kita ke hal-hal yang lebih mengasah sensitifitas batin untuk mengkaji kembali keuangan kita, menilik kembali pola hidup kita, dan mengajarkan diri untuk senantiasa berbagi dengan sesama.

Hidup berkecukupan itu anugerah,, cukup hidup itu pilihan. Memilih bagaimana kata cukup itu diharfiahkan dalam kehidupan sendiri.

Menjadi pengelola keuangan yang cerdas,,, cukup untuk lahir,, cukup untuk batin…
Hayoo..jangan sia-siakan uang 100 ribunya…\^o^/ (huehehhehe…siap, mam!)

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s