Posted in Cerita Hidup

Orang Sukses #chitchat w Melok Besari

Ada satu sesi menarik dari pembicaraan antara saya dan Ibu Melok Besari…
Tiba-tiba beliau menceritakan kebingungannya tentang seorang anak yang mengajukan beasiswa kepadanya. Beliau bilang kalau anak itu mengajukan beasiswa ke Alumni’70 dan ditangani langsung oleh beliau.

Singkat cerita, anak ini adalah angkatan 2009 jurusan Teknik Kimia. Latar belakang keluarganya termasuk golongan menengah ke bawah. Memiliki 2 orang adik yang masih duduk di bangku sekolah, tidak menyurutkan semangat seorang kakak ini untuk bekerja sembari kuliah. Pagi hari pukul 5.30 dia sudah berangkat bekerja, mengambil roti dan mendistribusikannya ke warung-warung. Kemudian dia kuliah, lalu lanjut bekerja hingga malam hari. Perjuangan sang kakak tidak dilakukan sendirian, bahkan adik-adiknya yang masih bersekolahpun tanpa malu membawa nasi bakar dan menjajakannya di sekolah mereka masing-masing. Yaah…namanya juga mencari nafkah, rizkinya halal kok! ngapain malu???

Keterbatasan ekonomi tidak membuat anak ini menjadi tamak. Sering kan kita melihat orang yang sudah mah hidupnya kurang, serakah lagi! Tapi anak ini tidak. Ketika teman seperjuangannya butuh pekerjaan, tanpa ragu dia share pekerjaannya, dengan kesepakatan bagi hasil.

Masalah muncul ketika pengajuan beasiswa yang prosesnya tidak cepat. Mengingat tunggakan uang SPP sebesar 4 juta rupiah, membuat anak ini harus menghadap Bu Melok untuk meminta agar eksekusi beasiswa dapat dilaksanakan dengan cepat sebelum tanggal 7 Januari 2011 (hari ini).. namun apa daya,,prosedural harus dihadapi.

Yaah, ditengah-tengah royalnya mahasiswa ITB saat ini, masih ada anak-anak seperti anak TK ’09 ini yang berjuang, bekerja untuk tetap bersekolah. Dan dengan tulus, Ibu Melok berkata “dia calon orang sukses! dia struggle! tahan banting dalam menghadapi hidup!”

Kemudian pembicaraan berlanjut tentang orang sukses, seperti Pak Purnomo Yusgiantoro, Menteri ESDM. Bu Melok bercerita kalau dulu Pak Purnomo tiap berangkat ke kampus, beliau berjalan kaki dari rumahnya yang ada di daerah Andir,, kemudian beliau berhenti di daerah Suria Sumantri untuk nebeng dengan rekannya..Jika tidak ada, maka beliau akan meneruskan perjalanannya sampai ke ITB… Latar belakang keluarga sederhana, sekarang beliau menjadi Menteri ESDM.

Saya jadi teringat dengan kisah seseorang yang memiliki perjuangan yang sama, dengan latar belakang keluarga yang berbeda. Seseorang ini terlahir dari keluarga yang berada dan serba tercukupi. Terlahir sebagai seorang anak laki-laki pertama dan satu-satunya tentu saja memiliki tanggung jawab besar untuk keluarganya. Teman-teman sekitarnya mengenalnya sebagai anak yang hidup berkecukupan, namun siapa sangka kalau beliau pernah berjualan donat saat menjalani kuliah S1 di ITB.

Beliau pernah bercerita bahwa ketika tingkat pertama, beliau pernah berjualan donat dan menjajakannya di kelas. Pagi-pagi udah ambil donat bersama teman-teman seperjuangan, kemudian menjajakannya di kelas sambil kuliah, lalu menyetor hasil jualan donat kepada agen donat. Jujur, pertama kali mendengar cerita ini dari beliau sendiri, saya terkejut! karena selama ini saya selalu berpikir hanya orang-orang yang butuh duit dan dari keluarga yang memiliki keterbatasan saja yang mau berjualan seperti ini. Ternyata semua anggapan saya salah.

Selain menjajakan donat, beliau juga memiliki kos-kosan di rumahnya. Fasilitas rumah memang milik orang tua, namun beliau diberikan amanah untuk mengelola kos-kosan. Dari masalah menerima anak kos, memelihara fasilitas, melakukan pembayaran ini itu, menagih uang kos, mengatur keuangan, membuat laporan keuangan untuk disetorkan kepada orang tua yang sedang tidak tinggal bersama beliau…pokoknya udah berasa bapak kos banget! hihihihi…

Yang saya kagumi adalah beliau melakukannya sendiri (walau ada nenek, om, dan pekerja rumah tangga yang turut membantu dalam pelaksanaannya, tapi tanggung jawab tetap milik beliau )

Sesuatu yang bikin saya salut adalah ketika pekerja rumah tangganya sedang tidak ada. Beliau mengambil alih pekerjaan itu. Beliau tetap komit dengan fasilitas kosan yang ditawarkan kepada anak-anak kos. Mulai dari mengantarkan cucian anak-anak kos ke laundry, membersihkan kamar-kamar anak kos, menjaga agar nasi tetap ada, memperbaiki saluran air yang rusak, memperbaiki kendala fasilitas internet kosan, dll.

Untuk diketahui, beliau mendapatkan penghasilan secara profesional dari kos-kosan tersebut.

Rasanya saya malu sekali dengan beliau. Saya aja dari latar belakang keluarga yang hampir mirip saja belum pernah melakukan itu. Saya dengan keluarga yang punya fasilitas berkecukupan, hanya memanfaatkan fasilitas yang ada. Pedoman saya, walau saya tidak berpenghasilan, tapi setidaknya rizki Allah dari orang tua sebagian saya salurkan melalui amal-amal sedekah..hanya itu yang baru bisa saya lakukan. Jika dibandingkan dengan beliau, ilmu kemandirian saya masih di bawah beliau.. Tapi saya akan banyak belajar untuk itu…

Ya! saya yakin, beliau juga termasuk calon orang sukses! dan orang hebat di mata saya..
Alhamdulillah dengan rizki Allah beliau saat ini melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri, walau melalui rizki dari orang tua..sebagai bentuk bakti kepada orang tua

Semoga Allah senantiasa menjaga hatinya, menerangi dan membimbing setiap langkah hidupnya, menjauhkan dia dari kesusahan, kesedihan dan fitnah hidup, memeluknya ketika beliau bersedih, menguatkan langkah hidup semata-mata untuk Allah, Rasul, Orang tua dan orang-orang yang beliau cintai. Satu lagi.. Semoga hatinya tetap terpaut dengan fakir miskin, agar iman syukur di hati beliau tetap hidup, walau sedang mengemban amanah di negeri orang.. aamiin.

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s