Posted in Kelakuan Remaja Tua

LPJ Panaasss!! part-1 #sukadukasenatorakhwat

Hari itu adalah hari dimana LPJ 3 bulanan Kongres KM ITB digelar. Tempatnya kalau ga salah di selasar IF-FT. Seperti biasa, LPJ digelar dalam bentuk Forum Massa dengan mengundang seluruh lembaga kemahasiswaan KM ITB. Yaa..sesuai dengan janji saya dengan senator pendahulu saya, ketika saya menerima amanah sebagai senator Nymphaea sekaligus Ketua Komisi Internal Kongres KM ITB, saya akan hadir dalam acara Forum Massa dan Forum Silaturahim yang bonafit alias yang berunsur pengambilan keputusan, Laporan Pertanggung Jawaban, dan atau terkait dengan legitimasi Kongres sebagai lembaga tertinggi dalam struktur KM ITB. Semua ini terkait dengan jam terbang kemahasiswaan yang kalau dituruti terus akan melebihi SKS kuliah daaann pastinya berkaitan dengan jam pulang saya sebagai senator akhwat.

Hari itu saya jalani seperti biasa, walau agak lelah karena pengaruh fisiologi jadwal bulanan dan jadwal LPJ berkejaran dengan jadwal saya Kerja Praktek di PDAM Bojong Soang dan Sidang Istimewa Kongres. Full Multitasking!

Hampir semua lembaga kemahasiswaan KM ITB hadir dalam Forum Massa, mulai dari lembaga yang punya perwakilan di Kongres alias yang ngirimin senator sampai yang gak ngirimin senator. Tapi,,, “lho, kok lembaga saya ga ada yah? heuheuheu…” Kemudian saya menelepon Bapak Kahim untuk hadir di forum walau barang sebentar,, yaa setidaknya setor muka, nemenin senatornya bentar, abis itu pamit dengan lembaga lain. Dan ternyata Kahim saya memenuhinya. Bapak Kahim datang bersama sekitar 3 sampai 4 orang perwakilan himpunan, dengan ber-dresscode-kan kuning-kuning, warna jaket himpunan kami, sedangkan saya mengenakan jas almamater, karena posisi saya pada saat itu adalah yang dimintai pertanggung jawaban.

Forum dibuka dengan agenda pertama, yakni laporan dari Komisi Internal (saya sendiri) mengenai persentase kehadiran senator lembaga dalam setiap agenda Kongres KM ITB. Yaa,,udah lagu lama bangetlah yaa kalau gak semua lembaga gak ngirimin senator dengan alasan internal lah, alasan ga butuh lah, alasan ga ada esensinya juga ngirimin kader ke pusat (bilang aja kalau ga ada kader :p ), daann.. selalu ajah berujung pada masalah legitimasi Kongres KM ITB sebagai lembaga tertinggi di struktur organisasi KM ITB. Mulai deh tiap lembaga mengemukakan pendapat mereka… dari yang masalahin tentang esensi keberadaan kader suatu lembaga di Kongres, masalah quorum jumlah senator untuk terbentuknya badan Kongres, senator mereka yang persentase kehadirannya kecil, sistem penyampaian dan penarikan suara lembaga sampai masalah senator yang jarang pulang ke himpunan. Masalah jumlah kehadiran kami malam itu juga dibahas. Alhamdulillah teman-teman Kongres 78 saat itu hampir full team, jadi ga terlalu jadi masalah. Cumaa…adaaa ajah himpunan yang mempermasalahkan quorum senator, dan lebih sebelnya lagi yang masalahin itu lembaga yang ga ngirimin senator. “Salah sendiri mereka ga ngirimin senator! kok malah mempermasalahkan! aneh!” gumam saya.

Di tengah-tengah bergulirnya masalah yang dilempar sana lempar sini, padahal bahasannya sama-sama aja, Bapak Kahim saya ikut berpartisipasi aktif dalam mengemukakan pendapatnya. Sebagai Kahim yang bijak, beliau paham sekali dengan kondisi kemahasiswaan saat itu, kondisi lembaga kami seperti apa, dan kondisi senatornya seperti apa. Dengan kondisi jumlah senator yang sedikit, membuat kerja senator lebih ekstra untuk memastikan penyampaian aspirasi dan penarikan suara terlaksana. Dengan kondisi lembaga saya yang kulturnya juga kurang menarik perhatian dalam urusan kemahasiswaan terpusat, menjadikan senatornya lebih banyak berkomunikasi dengan Kahimnya saja dan lebih banyak bertugas di kemahasiswaan terpusat ketimbang pulang ke himpunannya. Kahim saya bercerita bahwa dia sangat paham sekali dengan kondisi saya dan yang saya tangkap maksud dari curhatnya adalah dia ingin mengajak lembaga lain untuk sama-sama menyadari beratnya tugas senator di kemahasiswaan terpusat. Sudah mah berat di pusat, sampai di lembaganya malah ga diperhatikan… begitu kira-kira.

Curhat Pak Kahim ternyata diartikan lain oleh beberapa lembaga dan beberapa partner senator lainnya. Karena saat itu adalah sesi LPJ dari saya selaku Ketua Komisi Internal dan mendapatkan tanggapan dari Kahim saya sendiri, tentu saja kami harus bersikap profesional… emosi sih sebenarnya.. kebayang ga sih?! berasa ditampar sama lembaga sendiri. Dan itu pertama kalinya ngerasain gimana rasanya jatuh pencitraan di depan massa selama beraktivitas di kemahasiswaan. Dan..akhirnya saya memberikan tanggapan, “terima kasih kepada kahim saya yang sudah memberikan tanggapan. mengenai permasalahan yang diungkapkan oleh kahim Nymphaea alangkah lebih baik jika dibahas di dalam forum Nymphaea tersendiri, karena ini menyangkut urusan rumah tangga Nymphaea, terima kasih.” sambil tersenyum miris.

Dan setelah tanggapan dari saya berakhir, kahim saya beranjak pamit kepada forum untuk melanjutkan agenda lain yang diselenggarakan oleh internal Nymphaea dengan menitipkan saya sebagai perwakilan dari himpunan.

Di luar dugaan, yang saya kira permasalahan yang diakhiri dengan tanggapan saya selesai, ternyata belum! Salah seorang partner saya, Senator ORSENBUD nyeletuk sambil berbisik ke saya “Kahim lu apa-apaan sih?! buat apa coba dia ngomong kayak gitu di depan massa! makin ga menyelesaikan masalah!” Saya kaget dapet celetukan seperti itu. Selain itu, tiba-tiba dari lembaga HMT melontarkan tanggapan yang juga memojokkan posisi senator dalam Kongres. Rasanya pengen banget bilang “heh! tau apa lu tentang kongres! ngirim senator aja nggak, bisanya cuma ngemeng doank!”, tapi..lagi-lagi karena posisinya adalah LPJ dan saya yang mengLPJ-kan, jadinya harus bersikap profesional. Dan akhirnya masalah legitimasi kongres berakhir mengingat masih ada 2 Komisi lagi yang harus melakukan pertanggung jawaban, Komisi Pengawasan dan Komisi Perbaikan Sistem (yang jauh lebih penting sebenarnya).

Warna Warni Jaket Kami, Kongres 78

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s