Posted in Cerita Hidup

menjadi administrator website

Alhamdulillah…setelah sekian hari websitenya salah seorang seniman di http://www.sujiwotejo.com ga bisa diakses, hari ini bisa diakses juga.. Heran deh, kenapa segitu cepetnya bandwidth websitenya habis… banyak yang mengunjungikah atau salah dari sang adiministrator? huehehehe…

Yaah..sebagai salah satu adminstrator http://www.sujiwotejo.com, gak jarang dituntut untuk paham tentang dunia website.. mulai dari isi websitenya, konten websitenya, isi tulisannya, sampai kontrol sisa bandwidth websitenya..

Saya kebetulan dapat amanah sebagai administrator website sang seniman di sesi Wayang Twit. Jadi administrator merupakan tugas sampingan dari pekerjaan sebagai research assistant salah seorang dosen. Waktu pertama ngelamar jadi asistennya ibu dosen, perkiraan awal saya bakal kerja full di lab atau ke lapangan, kebetulan bidang pekerjaannya berkaitan dengan remediasi lahan tambang. Tapi ternyata, ibu dosen yang saya asistenin ini cukup unik. Dengan segudang aktivitas beliau sebagai dosen dan konsultan, beliau juga memiliki perusahaan management seniman, ARAGOS. Beliau bertindak sebagai manager sekaligus ownernya. Yaah..dengan jadi asisten ibu, selain sebagai research assistant, saya juga otomatis sebagai bagian dari management tersebut.

Dari ibu, saya belajar banyak mengenai dunia artis! gimana managementnya, apa aja persiapan kalau si artis mau show ke luar kota, bikin rider semacam MOU kesepakatan pada saat si artis ditawari show ke suatu tempat, dan yang paling penting adalah menjaga image dan mood artis, hihihihi… Melalui ARAGOS juga, saya dituntut untuk bisa mengurus website seniman yang diorbitkan

Di ARAGOS, saat ini saya bertindak sebagai salah satu administrator website http://www.sujiwotejo.com, bagian Tali Rasa di sesi Wayang Twit. Penerimaan pekerjaan ini cukup unik. Ibu dosen melihat saya memang (cukup) rajin ngetwit, jadi untuk sesi Wayang Twit diserahkan ke saya,heuheu.. Jadilah judul pekerjaan ini adalah pekerjaan yang didasarkan pada hobi!

Tugas sebagai administrator ga susah sih, yaa..gampang-gampang susah… mulai susah kalau lagi keluar gapteknya,hehehe… Tugasnya itu mantengin dalangannya sang seniman di @sudjiwotedjo. Biasanya sang seniman suka ngedalang via twitter.. suka diberi nomor urut dan hashtag judul sesi wayang yang lagi didalangi. Paling ribet kalau nomor urutnya ga lengkap.. soalnya kan ga semua cerita wayang saya kenal… tapi lama-lama jadi kenal dan yaa cukup enjoy dengan dunia wayang. Pernah suatu hari saya nulis di twitter, iseng siy rada ngeluh kenapa nomor twitnya sang seniman ga berurutan..kan bikin saya bingung… Eh, temen saya iseng banget ngemention tulisan saya ke senimannya! Alhasil Bapak Seniman nulis ke saya kalau beliau suka lupa nomor urutnya..apalagi kalau ngedalang yang jumlah nomornya sampai 60an..hueheuheu…

Gak semua isi cerita wayang yang didalangi via twitter ini berdasarkan cerita asli. Kebanyakan, hhmm… sebagian besar adalah hasil pemikiran, modifikasi dan mood si seniman. Kalau nulis di twitter kan suka banyak yang ngomen, apalagi kalau twitternya seniman…pasti banyak dan suka dibales-balesin dulu, dan pas balik ke ceritanya suka jadi menclok menclok.. dan kalau sudah begitu, giliran saya yang pusing buat nyusun lagi tulisannya ke website…

Sesi Wayang Twit gak semua pure cerita dunia perwayangan totok! Selalu ada modifikasinya.. yaa tergantung sang dalang mau nulis apa… saya cuma meng-copy paste, menyusunnya kembali dalam bentuk cerita beralur dan mem-publish-nya kembali ke website.

Tantangan terbesarnya adalah dalam menulis ulang, saya hanya menulis dan menyusun cerita yang ada, tidak boleh memasukkan pemikiran saya dan gaya bahasa saya. Semuanya harus sesuai dengan image si seniman. Gak jarang saya menemukan kalimat yang sebenarnya agak malu saya sampaikan atau ada kalimat ketika sang seniman sedang mengkritik salah satu anggota dunia pemerintahan dengan kritikan tajam yang menurut saya tidak seharusnya demikian atau sepetan dan bahasanya yaa bahasa seniman… yaa…begitulah kira-kira (aduh, bingung gimana membahasakannya!) dan suka bertentangan dengan image saya (malu sama jilbab, heuheu). Karena di setiap tulisan websitenya, saya diminta untuk menuliskan nama atau account twitter saya sebagai penulis ulang.

Saya pernah mendiskusikan hal ini dengan sang Ibu Manager.. Dari beliau, saya jadi belajar bagaimana saya harus menjaga image si seniman..ga boleh mengubah tulisannya dan memasukkan pemikiran saya dalam tulisan si seniman. Yah…dari situ saya belajar bagaimana bekerja secara profesional di dunia management. Masyarakat Indonesia udah cerdas kok! Pasti taulah kalau itu tulisan si seniman, saya mah cuma sebagai penulis ulang saja, bukan editor isi cerita..

Haaa….begitulah rasanya jadi administrator website artis…over all banyak yang dipelajari dari pekerjaan ini.. hehehe…

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s