Posted in Melancholische Seite

tertulis untukmu dari hatiku

Wahai Pria yang pernah mengisi hatiku
sekian lama hati menanti seseorang tuk menjadi pengisi kehidupan ini… dan dari sekian hati yang menghampiri, melalui sujud panjang permohonanku, hatimulah yang terpilih tuk jadi pertama dalam hidup

Wahai Pria yang pernah mengisi hatiku
sambil berucap basmallah, kita mencoba untuk menjalin sebuah komitmen… walau ku tahu komitmen itu tidaklah kuat dari sebuah janji suci sebuah akad pernikahan… tetapi bersama kita membuat perencanaan hidup yang muaranya pada ikatan janji kepada Illahi… meletakkan harapan kepada Allah agar kau menjadi yang terakhir dalam hidup

Wahai Pria yang pernah mengisi hatiku
bersama menjalani hari di ranah kehidupan masing-masing, raga yang terpisah di 2 benua yang berbeda, berjuang tuk berdiri di atas komitmen yang belum dikokohkan, berharap restu orang tua kan diraih dengan menata kembali kedekatan hati kepada beliau berdua..  karena yang sama-sama kau dan aku yakini bahwa ridho Allah berada dalam restu orang tua

Wahai Pria yang pernah mengisi hatiku
saat rasa letih fisik melanda, saat rasa putus asa akan suatu cita begitu nyata di depan mata, saat rasa bimbang melanda kemana arah kaki tuk melangkah… bersandarlah kepada Tuhan kita… karena hanya Dia tempat kita kembali menata hati-hati kita, memperbaiki kembali langkah-langkah kita… seperti yang tertulis indah dalam kandungan Surah Al Fatihah

Wahai Pria yang pernah mengisi hatiku
sampai detik inipun, kita sama-sama tidak tahu, siapakah nama yang tertulis indah di Lauh Mahfudz, yang akan menjadi penggenap agama kita… Apakah namaku yang ada di takdirmu, Apakah namamu yang ada di takdirku.. berpegang teguhlah pada Surah An Nur

Wahai Pria yang pernah mengisi hatiku
sebuah keikhlasan, kesabaran dan tawakkal yang menjadi penghias manis komitmen yang pernah ada… berharap hanya Allah saja yang menjadi penggerak hati, kemana hatimu melakukan perjalanan panjangnya, dan hati siapakah yang akan aku terima sebagai takdirku.. berharap Allah mengampuni segala khilaf yang pernah ada

Wahai Pria yang pernah mengisi hatiku
hiasilah hati dengan ayat-ayat Al Qur’an… karena ia yang seharusnya menjadi pedoman untuk kamu dan aku… penuhilah hak diri dengan mencapai cita-cita kita… Untukmu hapalan juz 29-mu, untukku hapalan juz 30-ku… karena itulah yang akan mengkokohkan setiap langkah perjuangan hidupmu di sana, dan perjuangan hidupku disini…

Semoga Allah menjaga hati kita sebagai generasi yang hatinya terpaut dengan Al Qur’an dan insya Allah kita akan bertemu kembali dalam kondisi kehidupan terbaik

Didedikasikan untuk seorang Pria yang pernah menjadi pengisi hati

Author:

Life is adventure, fun and fabulous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s